Marriage With My Badboy

Marriage With My Badboy
Pertemuan


__ADS_3

Hari hari telah berlalu,Arisha mencoba menerima keputusan kedua orangtuannya,dan hari ini adalah hari dimana dia akan bertemu dengan calon suaminya,keluarganya akan mengadakan makan malam bersama dengan keluarga calon suaminya


Sebelumnya Arisha diberitahu jika calon suaminya juga seumuran dengannya,dia sedikit lega karena tidak bersuami dengan om om,


saat ini Arisha sudah tiba dirumahnya,mamanya sibuk menyiapkan makan malam,dia hanya membantu sedikit


Malamnya setelah sholat isya' Arisha memakai gaun selutut berwarna baby blue dengan riasan tipis diwajahnya,rambutnya ditata sedemikian rupa yang menambah kecantikaan dan keanggunannya


Dirumah Kenan,dirinya sudah siap dengan tuxedo navy kancingnya dia biarkan terbuka tak mengurangi kadar ketampanannya,Devano juga ikut dalam acara ini,Mereka berangkat menuju rumah Arisha


Arisha sedari tadi was was,dia belum tau siapa calon suaminya,dia duduk disamping mamanya,sedangkan papanya duduk disofa single dekat meja,tak lama kemudian suara deru mobil terdengar Papa dan Mamanya menyambut tamu tersebut,Arisha hanya duduk disofa sambil menundukkan wajahnya


"Arisha apa kabar sayang"sapa wanita itu,Arisha mengalihkan pandangan menatap wanita itu


"tante Widya"ucap Arisha lalu menyalimi Widya dan Bayu,"loh kok ada kak Devano?"lanjutnya bertanya


"ohh,kalian kenal"tanya om Bayu,"jangan bilang gue mau dinikahin sama kak vano" batin Arisha

__ADS_1


"kita satu sekolah pa,kok vano gak tau yang kalian maksud adalah Arisha"jelas Devano


sejujurnya Devano merasa kecewa kenapa bukan dirinya yang dijodohkan,dari pertama bertemu dia menyukai wanita itu,dan sekarang akan menjadi adik iparnya,lamunannya terhenti saat papa Arisha bertanya"dimana calon mantuku"


Arisha bertanya tanya dalam hati,bukannya Devano yang akan menjadi calon suaminya?,hingga pertanyaan papanya dijawab,serta terdengar suara langkah kaki mendekat,sepontan Arisha menundukkan pandangannya


"itu dia"sahut Widya


"selamat malam om tante"sapanya ramah,Arisha seperti mengenal suara itu,ohh tidak tidak,tapi jika diamati lagi suara itu mirip.."Arisha,dia calon suamimu,sapa dia"ucapan Widya menghentikan fikirannya,perlahan Arisha mengangkat pandangan memastikan suara itu,dan demi apa ternyata benar"Lo ngapain disini"ucap Arisha sepontan dan mendapat pelototan dari papanya


"ya sudah kita langsung saja,Demian kedatanganku beserta keluarga kesini berniat mempersunting putrimu Arisha untuk putraku Kenan"


"Arisha,berikan jawabanmu nak"suruh Demian,dengan sangat berat Arisha menjawab"sa-saya menerima om"ucapnya sambil memejamkan mata,semua menghela nafas lega kecuali dua orang itu,bukan dua melainkan tiga orang Devano juga


"yasudah pasangkan cincinya ke jari Arisha,begitupun Arisha"suruh Widya memberikan kotak cincin kepada Kenan,setelah cincin terpasang,mereka menuju meja makan untuk makan malam,Kevin tidak ikut karena mertuanya sedang sakit


"Arisha ambilin calon suami kamu nasi"suruh Mamanya,Arisha memasang wajah memelasnya"latihan sayang,biar terbiasa nanti"lanjutnya,Arisha pasrah dia mengambilkan nasi beserta lauk untuk pria disebelahnya,diseberangnya Arsen tersenyum mengejek Arisha,melihat kakaknya harus bersikap sebaik dan seanggun mungkin membuatnya menahan tawa,Selesai makan mereka melanjutkan obrolannya,Devano dan Arsen izin kekamar urusan anak muda katanya,tak lama kemudian Kenan juga mengajak Arisha

__ADS_1


"Om tante,saya izin mau bicara dengan Arisha sebentar"ujar Kenan


"baiklah kalian juga butuh waktu berdua,pergilah"jawab Martha dengan kekehan,"mama ngusir?"tanya Arisha cemberut,tangannya langsung ditarik Kenan ketaman


"mau apa lo"tanya Arisha sesampainya ditaman,


"lo kenapa mau aja nerima lamaran gue?" dijawab pertanyaan oleh Kenan,


Arisha mendengus kesal"gue gak bisa bantah,gue udah janji"ucapnya sedih"lo sendiri kenapa mau dijodohin"lanjut Arisha


"sama,gue juga gak bisa bantah"jawab Kenan lalu duduk dikursi taman,"terus gimana sekarang"tanya Arisha frustasi


Kenan diam sejenak"sementara kita lakuin aja apa yang bokap nyokap minta,nanti kalo kita udah punya kehidupan masing masing,kita akhiri ini semua,gimana"ucap Kenan


"maksud lo sandiwara?"tanya Arisha,Kenan mengangguk


"oke,gue setuju"ucap Arisha memberi tangannya untuk berjabat,Kenan mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya,Arisha mendengus lalu meraih tangan Kenan lalu menjabatnya"Sepakat"ucapnya menatap Kenan

__ADS_1


__ADS_2