
Sudah didepan pintu Arisha membeku ditempat,Kenan datang dengan wajah babak belur,memar dipelipis,pipi dekat mata,dan ujung bibir kiri mengeluarkan darah,matanya lesu terlihat kelelahan,rambut dan pakaiannya acak"an
"Lo kok gitu sih Ken "ucap Arisha lirih,air matanya sudah mengepung siap meluncur,Kenan heran dengan tingkah Arisha
"Lo ngapain nangis"tanya Kenan
Bukannya menjawab Arisha malah menangis sesenggukan,"gue takut lihat wajah lo kaya monster"ucapnya mundur menjauhi Kenan
Kenan menahan tawanya melihat Arisha takut dengan wajahnya yang babak belur,"orang ganteng kaya gue lo bilang monster"ucapnya lalu mendekati Arisha, "ngapain belum tidur lo"lanjutnya bertanya
"Gue haus trus bangun"jawab Arisha setelah menghapus Air matanya, dia bergegas meninggalkan Kenan menuju kamar,dia kembali dengan kotak p3k
"Sini gue bantu obatin"ucapnya,Kenan mengalihkan pandangan dari hpnya
"Katanya lo takut"ucapnya
"Makanya biar gue gak lihat kayak gini terus,kan kalo diobatin cepet ilang wajah lo yang monster"ucapnya Kenan menurut menghadap Arisha
Saat Arisha mulai menuang alkohol pada kapas tanggannya gemetaran,perlahan dia mengangkat tangannya lalu membersihkan luka Kenan,jarak mereka sangat dekat,Kenan menatap wajah Arisha yang menahan takut,tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat,'kenapa gue kayak gini yaa'batinnya
"Lo kok bisa kayak gini sih,kenapa?"tanya Arisha masih fokus dengan kapasnya,tak ada jawaban lalu dia menatap Kenan yang ternyata juga sedang menatapnya,
Deg
Deg
Deg
__ADS_1
"Eh lo tadi tanya apa?"tanya Kenan gugup
"Ee itu kenapa muka lo bisa kayak monster"ucapnya juga menahan rasa aneh yang tiba tiba menyerangnya 'dia lihatin gue dari tadi?,kok rasanya aneh yaa' batin Arisha
Flashback on
"*Makasih,gue bilang kak Pandu dulu kalo gitu"
Mendengar ucapan Arisha membuat Kenan merasa kesal,dia bergegas menuju kamarnya, mengganti pakaian dan mengambil kunci motornya, tujuannya adalah apartemen Yasya
Setelah tiba diapartemen Yasya disana juga ada Bian,mereka memang sudah janjian
"Kusut bener tuh muka"ucap Bian setelah Kenan duduk disofa
"Gimana gak kusut Yan,orang dia punya saingan baru"sahut Yasya
"Ehh Yan,pelatih basket cewek tu emang keren sih"ucap Yasya memancing Kenan
"Emang,dia kan sebelas duabelas sama gue "jawab Bian PD
"Alah,muka pas pasan juga"sahut Kenan,Yasya dan Bian saling melempar senyum
"Bilang aja cemburu Ken"ucap Yasya tersenyum mengejek
"Siapa juga yang cemburu,biasa aja tuh,orang gue juga gak suka sama Arisha "jawab Kenan kesal
"Bagus kalo lo gak suka sama Arisha, jadi pelatih itu bisa bebas deketin Arisha "ucap Bian
__ADS_1
"Bodo,cabut gue"ucap Kenan pergi meninggalkan mereka
"Tuh kan,dia tu mulai suka sama Arisha, tapi gengsinya aja yang gede"ucap Bian
"Iya tuh,tapi kalo 'Micin' balik gimana,gue takut Kenan kayak dulu lagi"ucap Yasya
"Gak akan,kan udah ada Arisha,santuy"ucap Bian
Kenan melajukan motornya untuk kembali kerumah,niatnya akan mengembalikan fikiran suntuknya malah dibuat kesal oleh dua sahabatnya,sialnya bertambah saat matanya menangkap bayanga manusia berbadan kekar didepannya,jalanan memang sepi,dan ini menjadi kesempatan untuk para pelaku kejahatan bertindak
"Mau apa lo" tanya Kenan dingin,setelah melepas helmnya,salah satu preman langsung maju menyerangnya,tapi Kenan masih bisa menghindar
Saat preman berjumlah empat orang tadi mengeroyoknya,dia merasa kewalahan ditambah moodnya sedang tidak bagus,dia mendapat beberapa tonjokan diwajah,perkelahian terhenti saat dari kejauhan nampak mobil polisi yang sedang keliling*
Flashback Off
"Kenapa gak kabur aja sih,dari pada muka lo jadi gini"ucap Arisha sambil merapikan obat obatan
"Kalo gue kabur namanya gue banci"jawab Kenan enteng
"Tapi sekarang lihat muka lo kaya monster,ngeri tau lihatnya"ucap Arisha kesal
"Yaudah jangan lihat gue,beres kan"jawab Kenan santai
"Bodo amat,sekalian tuh muka gak sembuh sembuh"ucap Arisha lalu menuju kamarnya dengan perasaan dongkol
Kenan menyunggingkan senyum tipis,lalu bergegas menuju kamarnya
__ADS_1
Like,Komen & Vote๐๐๐