
Hari hari telah dilalui Arisha dengan seperti biasa,dirumah dia selalu mendapat jahilan dari adiknya,tak jarang dia juga membalas,dan berakhir mendapat hukuman dari sang mama,seperti membersihkan rumah,hp yang disita hingga berbelanja kebutuhan rumah,keluarga mereka sangat harmonis mereka tidak selalu berkutat dengan pekerjaan,mereka memiliki quality time sendiri
Seperti siang hari ini,karena hari ini adalah hari minggu semua anggota keluarga berkumpul,
"Arsen! diem gak loo"ucap Arisha kesal karena adiknya memainkan rambutnya,saat dirinya sedang menyelesaikan tugasnya
"Kakakku yang comel,adikmu yang ganteng ini lagi belajar jadi tukang rias,kan enak nanti kalo aku bisa rias,nanti kakak mau beli bakso aku riasin dulu"jawab Arsen yang duduk disofa dan dibawahnya ada Arisha yang duduk dikarpet
Semua hanya terkekeh mendengar jawaban Arsen kecuali Arisha
"Gak bakalan laku dek kalo lo buka salon,yang ada kucing aja kabur"ucap Arisha,semua terbahak mendengarnya
"Jangankan kucing,virus sama bakteri aja ogah"celetuk kevin
"Tambah ganteng aja abangku ini"ucap Arisha mendekat lalu memeluk Kevin
"Pa,Ma sebenernya aku ini anak siapa sih,mengapa maa mengapaa mereka mengasingkankuhhh"ucap Arsen dramatis sambil menunjuk Arisha dan Kevin
"Kayak ada yang ngomong deh"ucap papa sambil celingak celinguk,semua semakin terbahak bahkan sang mama sampai mengeluarkan cairan bening dipelupuk matanya
"Kalean semua ja--had"ucap Arsen lalu meranjak kedapur
"Mbokk yemm,aku rinduuuuu"teriaknya lagi sambil mencari asisten rumah tangganya
"Kalian ini ada ada aja,kemana si arsen ngambeg?"tanya mama
"Dia mahh kalo gitu tu laper maa"jawab Kevin,dan benar Arsen kembali dengan membawa kue brownies yang lumayan besar,lalu duduk disampung mamanya
__ADS_1
"Mamaku yang cantik,kita makan brownies BERDUA yuk"ucapnya menekan kata 'Berdua'
"Ayukk,itu kemarin mama buatnya pakek perasaan loo"jawab Mama
"Uhhh mamaku emang terThe best deh,gak kayak mereka"ucap Arsen sambil memeluk mamanya dan mencium pipi mamanya
"Ehh ehh ngapain dicium cium punya saya itu"ucap Papa
"Kayak ada yang ngomong deh"ucap Arsen sambil menirukan papanya tadi,semua terbahak
Arsen memakan kuenya dan sesekali menyuapi mamanya,yang bertiga hanya menonton pembalasan Arsen
"Senn,bagi dongg"ucap Arisha memelas
"Ambil aja dikulkas"jawab Arsen enteng,mamanya akan bersuara namun kalah cepat dengan suapan Arsen
Tak lama kemudian Arisha kembali
"Emang mama buatnya segitu sayang"ucap mama,Arisha menatap tajam Arsen,yang ditatap hanya acuh
,Arisha mendekat kearah Arsen dia ingin meraih piring berisi brownies yang tinggal separuh itu,namun gagal karena Arsen segera menjauh,dan terjadilah aksi kejar kejaran seperti tom and jery
"Arsen bagi dongg,itu mama buatnya juga untuk kita semua"teriak Arisha
"bodo amat gue gak kenal sama kalian semua"jawab Arsen,lalu masuk kekamarnya,Arisha kembali ke ruang keluarga dengan lesu
"jangan manyun gitu napa,kita buat lagi aja yukk"ajak mama,Arisha langsung berbinar senang
__ADS_1
"ayukk maa,sekalian aku mau belajar"jawabnya lalu menuju dapur bersama mamanya
Disofa ada papa yang membaca korannya dan Kevin yang sibuk dengan Hpnya
"Kevin,gimana kuliah kamu?"tanya papa
"Alhamdulillah lancar kok paa?"jawab Kevin masih sibuk dengan yang dipegang
"Kamu punya pacar?"tanya papa entah tidak ada angin tidak ada hujan papanya menanyakan hal itu,Kevin mendongak menatap papanya yang sudah meletakkan korannya,diapun menyimpan Hpnya
"emm,nggak ada sih pa,tapi Kevin punya temen dia orangnya gak mau pacaran dia maunya langsung dihalalin aja,biar gak tambah dosa katanya"jawab Kevin murung
"emang kamu gimana sama dia?"
"gimana apanya pa?"
"kamu itu suka gak sama dia?"
"kalo boleh jujur sih pa,kevin nyaman sama dia,dia juga selalu ingetin hal positif sama Kevin,tapi kalo Kevin mau seriusin emang Kevin udah pantes?,Kevin takut kalo Kevin gagal paa"ucap Kevin
"kalo emang kamu udah mantep sama hati kamu,saran papa segera saja kamu mengikatnya,diluar sana mungkin banyak laki laki yang sudah menyiapkan diri untuk mengadap orangtuanya,kamu mau keduluan?"
"ya jangan dong paa,Kevin udah jaga hati Kevin juga seriusin usaha Kevin kan nanti kalo uangnya udah kumpul Kevin langsung melamarnya,kalo perlu langsung Kevin nikahin"jawab Kevin
"Kevin,memang uang itu dibutuhkan,tapi bukan berarti jika kalian nanti sudah berumah tangga uang kalian harus selalu banyak Enggak,dan sikap,itu akan berubah dengan waktu apalagi setelah kamu menikah,pasti banyak perubahan"nasehat papa
"trus Kevin harus gimana paa?"
__ADS_1
"Datangi orang tuanya atau kamu akan menyesal"ucap papa lalu pergi
Kevin faham ucapan papa,dan artinya papa merestui hubungannya,ia masih sedikit takut untuk membuka rumah tangga,dia belum yakin untuk bisa menjadi imam yang baik,tapi dia juga takut jika ada laki laki lain yang mendahuluinya