
Mata mereka beradu dalam beberapa saat,hingga Arisha mengalihkan pandangannya,"suka banget lo sama tangan gue"ucap Kenan dengan mata melirik tangannya yang masih dijabat oleh Arisha,segera Arisha melepas genggamannya
"jangan sampai ada yang tau tentang ini semua,tertutama temen sekelas"ujar Kenan,
"tentu,tapi gue gak mau lo ngatur ngatur hidup gue,setelah kita menikah"jawab Arisha,
"kita buat daftar apa yang nggak boleh dilanggar,masing masing 20"usul Kenan,"dikit amat"jawab Arisha cepat
"setuju atau ngak ada sama sekali"ucap Kenan dingin
"Ck,oke gue setuju,gue ambil kertas dulu"
Setelah mereka menulis aturan yang mereka buat,Arisha membawa kedua lembar kertas tersebut untuk difoto copy besok
Setelah acara selesai keluarga Kenan berpamitan pulang,Arisha dan keluarganya mengantar hingga depan,setelah mobil yang dikendarai keluarga Kenan keluar dari pekarangan rumahnya,Arisha bergegas menuju kamarnya,membersihkan make up yang melekat pada wajahnya meskipun hanya tipis,selesai mengganti pakaiannya dia merebahkan diri dikasur kesayangannya
"bahkan dia musuh gue,gimana kehidupan gue selanjutnya,lihat mukananya aja rasanya pengen nampol,apalagi serumah,bisa mati muda gue hwaaa"batin Arisha,mengingat dia akan menikah dengan pemuda yang selalu membuatnya jengkel ,tak lama kemudian dia sudah berkelana dialam mimpinya
Tak berbeda jauh dengan Kenan,fikirannya sangat kacau,dia mengambil sebatang rokok dilacinya lalu menuju balkon kamarnya,dia menyesap rokoknya hingga setengah"sial kenapa juga harus itu cewek,banyak kali perempuan didunia ini selain dia"guman Kenan lalu membuang rokoknya dilantai dan menginjaknya kesal
.
__ADS_1
.
.
Paginya Arisha sudah bersiap untuk kesekolah,tak lupa dia juga sarapan terlebih dahulu
"Sayang nanti pulang sekolah kita kebutik tante Ratna yaa"ucap Martha sambil mengambilkan nasi untuk suaminya
"ngapain maa?"tanya Arisha
"gimana sih,kan kamu mau nikah ya nyiapin baju kamu sama Kenan lah"jawab Martha
"kan masih lama ma,gak usah buru buru napa,emang kapan sih acaranya"tanya Arisha sembari meraih susu coklatnya
"gak bisa diundur apa paa,kan udah tunangan juga"tawar Arisha dengan wajah memelasnya
"gak bisa sayang,om bayu ada kerjaan diluar negeri,dia berangkat sehari setelah pernikahan kalian,dan tante Widya menemaninya"jawab Martha
Arisha menghela nafas,segera menghabiskan susunya,lalu berangkat kesekolah"pa ma,Arisha berangkat"
"tungguin napa kak,buru buru amat"ucap Arsen,
__ADS_1
"gak! lama lo,sekolah kita beda arah juga"jawab Arisha lalu menyalimi kedua orang tuanya dan mengucap salam
Disaat jam pelajaran antara Arisha dan Kenan tak ada yang bersuara,sudah biasa bagi Arisha jika Kenan diam,namun tidak dengan Kenan,biasanya gadis disampingnya selalu mengomel ngomel saat dirinya tertidur bila guru menjelaskan
Saat diparkiran Arisha yang hendak menuju mobilnya terhenti saat ada yang memanggilnya"Arr"sepertinya Arisha memiliki panggilan baru,dia langsung menoleh melihat siapa yang memanggilnya,dia adalah Kenan,"ngapa?"tanya Arisha cuek
"kebutik barengan"ucap Kenan lalu melanjutkan perjalanannya menuju parkiran
"ogah gue"jawab Arisha cepat,"oke tinggal bilang sama mama,sama tante Martha,Beres!"ucap Kenan merogoh sakunya mencari hp
"Ck iya iya,selain triplek lo tu juga ahli ngancem ya"ucap Arisha sebal,Kenan menoleh melihat wajah marah Arisha yang bertambah imut,dia kembali melanjutkan langkahnya,tanpa ada yang melihat,Kenan menyunggingkan senyum yang amat tipis,
"gue gak mau naik motor"ucap Arisha saat kenan akan menuju parkiran motor "Ck,nyusahin"jawab Kenan lalu berjalan kearah Arisha "mana kunci lo" Arisha langsung memberikan kuncinya,mereka segera masuk mobil dan menuju butik
Didalam mobilnya Sirly merekan semua adegan Arisha dan Kenan sewaktu diparkiran,dia tersenyum sinis setelah menyimpan hasil rekamannya "duit lagi" ucapnya sambil tersenyum girang,lalu melajukan mobilnya menuju rumah Adel
.
.
.
__ADS_1
.
Like dan Komen๐๐๐