
Happy reading
...
Alin gak bisa nahan senyumnya yang gak mau pudar daritadi.Entahlah rasanya dia tuh seneng banget pas tau wooseok ternyata khawatir sama dia.
Tau sendiri kan wooseok itu orangnya kaya gimana?
Wooseok sendiri merasa aneh karena daritadi bahkan pas udah turun mobil dan masuk kedalam rumah.
Alin gak berhenti senyum.
"Kenapa sih?" Tanya wooseok yang heran liat tingkah aneh alin.
"Gak ada." Jawab alin sambil senyum.
"Oh iya mas mau makan apa? nanti biar Alin masakin." Ucapnya dengan tingkat kepercayaan diri yang luar biasa.
"Sholat dulu lin,azan udah 10 menit yang lalu." Alin langsung kicep dan mindah haluan ke kamae buat ngambil mukena.
"MASS NANTI JAMAAH YA!!" Teriak Alin daei dalam kamar.
Wooseok mendecih,tapi setelahnya ia tersenyum geli melihat kelakuan Alin.Ya setidaknya hari ini dia bisa tersenyum.
Setelah selesai dari kewajiban utamanya,Wooseok menghampiri Alin yang kini sedang sibuk mempersiapkan makan malam.
"Kamu masak nya banyak banget lin." Ucap Wooseok seraya menggeleng pelan liat makanan yang dimasak alin.
Alin cuman balas senyum.
"Makan yang banyak mas." Ucap alin sedikit kikuk.
Untuk saat ini Alin kembali normal dan udah gak seaneh tadi.Untungnya sikap wooseok yang diam-diam perhatian itu gak bertahan lama.
Bisa bahaya bagi kesehatan kalau misalnya lama.
__ADS_1
"Saya mana abis sih lin,mending kalau ada banyak tersisa dibagi aja ke tetangga sebelah."
TUH KAN! APA DIBILANG?! Alin lagi-lagi nahan senyum gara-gara sikap wooseok yang SANGAT TUMBEN lembut seperti ini.
Alin dengan mantap mengangguk.
"Ah she up mas."
Wooseok menggeleng, "bahasa macam apa itu?"
Alin mendatangi rumah yang terletak tepat di depan rumahnya.Dia mengetuk pelan pintu rumah.
Tok...tok...tok...
Ceklek!
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Alin auto nutup matanya gara-gara liat laki-laki keluar hanya mengenakan baju bola bak singlet dan celana pendek.
Ternyata cowok yang tadi itu namanya,Hangyul.Anak sulung dan satu-satunya dikeluarga ini.
"Maaf ya dek,anak saya bikin adek kaget."
Sebut saja namanya ibu Ani.
"Iya bu nggak apa-apa,oh iya ini ada sedikit rezeki bu.Saya masaknya kebanyakan jadi sekalian bagi sama ibu."
Ibu ani tersenyum.
"Wahh hebat ya,pengen deh saya punya mantu kaya kamu."
Alin jadi grogi.
__ADS_1
...
Niatnya malam ini Alin ingin mengatakan sesuatu tentang tawaran sihoon yang tentunya membutuhkan persetujuan dari wooseok selaku penanggung jawab.
Tapi melihat wooseok yang kini sibuk,membuat alin mengurungkan niatnya.
"Kamu mau bilang apa lin? bilang aja jangan diem-diem gelisah sendiri begitu?"
Alin auto kaget dong,ini wooseok bisa baca pikirannya apa gimana? Atau jangan-jangan dia juga punya kelebihan yang sama lagi.
"Saya gak bisa baca pikiran kamu,tapi kelakuan kamu yang jelas-jelas bikin saya paham.Mana ada orang mondar-mandir dibelakang saya sebanyak 30 kali?"
Alin makin kaget dibuatnya?! Wooseok kok bisa sih ngitung berapa kali Alin udah mondar mandir?!
Kan alin jadi malu 😳😳
"Jangan buat saya bingung lin..."
"A-n-u.."
Wooseok menanti pertanyaan Alin.
Alin jadi gugup diliatin wooseok gitu,Apalagi sekarang wooseok ngelepas kacamata yang tadi ia gunakan.
KAN MAKIN GANTENG?!
Gimana siii...
"Tapi mas gak boleh marah ya..." Cicit alin pelan.
"Saya gak janji lin,kalau pertanyaan itu bikin darah saya naik.Ya jangan salahin saya kalau saya marah."
Alin jadi takut dengernya.
"Udah sih lin,tinggal ngomong aja.saya marahnya mungkin gak sampe KDRT." tambah wooseok yang dengan sengaja menekankan kata KDRT.
__ADS_1
Alin makin ragu kan jadinya,apalagi si wooseok bahas-bahas KDRT.
Kan alin takut.