
Happy Reading
...
Plak!
"GILA YA LO!"
Alin menahan sakit yang menjalar sampai ke ulu hatinya tatkala menerima tamparan yang cukup dari wooseok.
Raut wajah wooseok berubah,sorot matanya yang tajam tak henti-hentinya melirik kearah Alin.
"Dia istri saya! kamu tidak usah ikut campur!" Tukas wooseok dingin kemudian menarik tangan Alin agar menjauh dari seungyoun.
Alin hanya bisa pasrah dan diam saat wooseok menarik tangannya.Ia menahan air matanya untuk tidak jatuh dan terlihat lemah pada wooseok.
"Pulang." Lirih Wooseok dengan ekspresi yang tersulut emosi.
Alin menangguk kecil,saat dimobilpun Alin hanya bisa diam melihat jalanan yang mulai sepi karena maghrib tiba.
Wooseok sendiri berusaha menetralisir emosi yang membuncah pada dirinya.Ia tidak boleh kalah oleh emosinya.
Hingga saat mereka sampai,Alin turun dari mobil lebih dulu dan langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat berjamaah dengan wooseok.
Selesai dengan kewajibannya,Ada suasana canggung yang terlintas baik untuk alin maupun wooseok.
"Lin...Maaf." Lirih Wooseok.
Alin Hanya diam.
"Saya terlalu emosi dan cemburu melihat kamu dipeluk laki-laki lain."
"..." Tidak ada sahutan maupun balasan dari Alin.
"Saya sudah pernah bilang kan,Jangan pernah buat saya terlalu cemburu."
__ADS_1
"Lin,saya cinta sama kamu dan saya gak suka liat kamu dipeluk-peluk sama laki-laki lain itu wajar kan?"
"Ya,tapi gak wajarnya mas nampar alin di depan seungyoun." Cicit Alin pelan.
Dia tuh daritadi udah nahan supaya gak nangis.Soalnya Alin lemah kalau ada yang main kasar sama dia,Apalagi tadi wooseok namparnya gak ngira-ngira.Pipi Alin jadi perih sampai sekarang.
"Kalau untuk itu saya bener-bener minta maaf sama kamu lin,saya gak bisa mengendalikan emosi saya."
"Perih tau gak." Beo Alin menahan nangis.
Wooseok hanya diam,dia benar-benar sangat malu hanya untuk melihat alin yang bahunya bergetar menahan nangis.
Wooseok bangkit dari tempatnya yang membuat alin merasa bingung dan kecewa.Udah tau istri mau nangis malah ditinggal.
Malam itu wooseok pergi dan memilih untuk tidur diluar.Membiarkan alin sendirian didalam dinginnnya malam.
Eh yakin sendirian?
...
Alin harus tetap menjalanlan tugas dan kewajibannya sebagai istri.Saat ia keluar dari kamar,dilihatnya udah gak ada wooseok di sofa ruang tamu.
Mungkin lagi ke masjid,pikirnya.Tanpa basa-basi alin mengambil apron yang ia gunakan untuk memasak kemudian membuatkan omelet serta nasi goreng.
Gak lama setelah Alin selesai dari masaknya dia udah liat wooseok yang sekarang duduk didepan tv dengan sok sibuknya.
Alin sendiri heran,soalnya wooseok nyetelnya acara gosip dan alin tau banget wooseok orangnya gak suka gibah.
Alin mau negur tapi masih inget kalau dia sama wooseok sekarang lagi kemusuhan.
"Mas sarapan." Ucap alin sok dingin.
Ingatan tamparan itu bener-bener gak bisa dilupain sama Alin.Pipinya emang udah berhenti perih,tapi sakitnya masih terasa di hati ***.
Gak ada percakapan saat mereka berdua sarapan bersama.Terlebih lagi wooseok yang hanya diam dan sesekali memperhatikan Alin.
__ADS_1
Jujur Aja,alin itu gak bisa marah lama-lama sama wooseok.Karena disini dia juga yang salah kenapa waktu itu mau-mau aja dipeluk seungyoun padahal posisinya,Alin udah punya suami.
"Mas."
"Alin."
"Mas aja duluan." ucap alin yang lagi-lagi (Sok) dingin.
"Setelah saya pikir-pikir,kayanya emang saya terlalu jahat sama kamu kemarin lin." Ucap wooseok dengan nada tenang.
Mambuat Alin mengangguk setuju tanpa sadar.
"Maaf karena saya udah kasar,Entah kenapa saya punya pemikiran kalau saya bertahan sama kamu dan nyakitin kamu secara fisik dengan tanpa sadar kaya kemarin.Saya gak bisa lin."
Alin menatap wooseok dengan pandangan was-was. "Please jangan bilang gue mau diceraiin." Batinnya membeo.
"Kalau memang kamu tidak betah dengan sifat saya seperti ini,kamu bisa meminta berpisah dengan saya,Saya akan menerimanya walau dengan berat hati."
Alin menatap wooseok dengan pandangan tidak percaya.
"M-mas."
Emosi alin tiba-tiba menjadi tidak stabil.Alin menangis didepan wooseok yang membuat wooseok bangkit dan merengkuh alin.
"M-mas j-jahat." Ucap Alin sesenggukan.
"Iya lin,saya tau saya memang jahat.Makadariitu saya gak mau kamu terluka sama saya." wooseok sendiri gak mau kalau harus pisah dengan alin,tapi dengan sifat dan kondisinya yang tidak bisa dikintrol,Wooseok takut kalau suatu saat dia akan melakukan hal yang lebih parah dari kemarin.
Karena cemburu.
"M-mas jahat! gimana nasib kami nantinya?"
Pesan untuk part ini :
Kesan Buat aku (😙) :
__ADS_1