Mas Dosen

Mas Dosen
Part 33 (Ketika Wooseok marah)


__ADS_3

Happy Reading


...


"Ini tuh masih salah lin." Alin mendengus sebal tatkala wooseok kini kembali memeriksa hasil skripsi Alin.


"Salah mulu perasaan." Lirih alin pelan kemudian memegang kembali skripsi yang baru saja di revisi wooseok.


Padahal dia udah kerjain itu dengan telaten sampai telat tidur.Tapi tetep aja masih salah dimata wooseok.


Rasanya  Alin pengen nangis sambil guling-guling.Mana kepalanya mumet tiap mikirin bahan buat jadi materi dari skripsinya.


Oh Skripshit!


"Mas Acc aja yah...please aku capek kerjain ini yang gak pernah bener dimata kamu."


Wooseok menghela nafasnya lelah,Bukannya wooseok gak mau cepet Acc punya Alin.Tapi wooseok juga pengen Alin bisa mandiri dan paham sama apa yang ia kerjakan,bukan asal mengerjakan agar segera selesai.


Wooseok hanya mau mendidik Alin.Udah itu saja...bukannya wooseok mau mempersulit istrinya itu..


Walaupun emang alin merasa di persulit.Padahal suaminya sendiri dosen tapi malah susah banget rasanya tingal ACC.


Alin menunduk sedih,dia itu bener-bener lagi dalam mood yang sensitif sekarang.Ditambah lagi masalah sihoon yang mulai menghubunginya.

__ADS_1


Alin pengen salah satu bebannya hilang.


"Mas,kalau emang kamu gak mau Acc atau bantuin aku mending aku berhenti kuliah aja." Alin nyerah.


Wooseok mendelik kemudian dengan tegas menggeleng, "Saya gak akan izinin kamu buat berhenti ditengah jalan alin."


"Yaiyalah mas,kalau berhenti tengah jalan nanti yang ada saya ketabrak." Wooseok menggeleng kecil udah dilawan serius malah dibalas becanda.


Heran wooseok tuh sama Alin.


"Maksud saya,kamu itu gak malu apa sama anak kita kelak? kalau anak kita tanya kenapa ayahnya dosen,sementara ibunya gak kelar sekolah gimana?" Alin terdiam mencerna ucapan wooseok yang bagaikan Air Panas itu.


"Oh jadi bapak malu gitu punya istri yang gak kelar sekolahnya kaya saya?!" Alin malah menanggapinya dengan emosi.


"Buka begitu Al--- ALIN DENGERIN SAYA DULU!!" Alin malah pergi meninggalkan wooseok yang kini menahan emosinya.


...


Alin berjalan pelan menyusuri jalanan kampus yang sudah terlihat sedikit mahasiswa yang berada disana.


Dia memilih untuk menetralkan hati dan pikirannya sejenak.Kalau dia terus-terusan meladeni wooseok mungkin talak tiga alamat yang Alin dapet.


Udah jadi istri durhaka yang ngelawan sama suami sendiri.

__ADS_1


Gak lama bahunya ditepuk oleh seseorang yang membuat Alin berjengit kaget dan menutup mukanya.


"Ampun! saya kurus gak enak kalau dijual!!!" Ucap Alin ketakutan.


Alin mendengar suara tawa yang begitu keras.tatkala ia membuka matanya ia melihat seungyoun yang kini menatap konyol dirinya.


"Lo ngapain dah lin?" Tanya seungyoun yang merupakan mahasiswa angkatannya dulu.Seungyoun juga mantan presma BEM.


"Lagi berdoa supaya setan-setan yang mirip sama lo enyah."


"Sialan! hina aja terus hina." Seungyoun malah bersikap dramatis yang bikin Alin geli sendiri melihatnya.


"Lo sendiri ngapain disini? bukannya kata hyunbin lo pergi ke L.A?"


"L.A apaan coba? gue cuma ke los angeless aja."


"Sama aja anying!"Reflek Alin langsung nutup mulutnya dan beristigfar.Astaga alin ngomong kasar.


Untung gak didenger sama wooseok.


Alin terkejut tatkala seungyoun tiba-tiba memeluknya.


Dan lebih terkejut lagi tatkala pelukan itu dilepas paksa oleh seseorang yang kini menatapnya marah.

__ADS_1


Plak!!!


"GILA YA LO?!"


__ADS_2