Mas Dosen

Mas Dosen
Part 2 (Jinwoo)


__ADS_3

"Gimana udah?" Tanya Midam sambil sesekali nyeruput pop ice coklat yang baru dia beli bareng hyunbin.


"Udah." Jawab Alin santai kemudian ikut duduk bersama dengan hyunbin disusul midam.


"Siapa nih dosbimnya??" Tanya Hyunbin kepo.


"Pak Wooseok."


Midam auto semprot muka hyunbin yang bikin hyunbin naek darah terus jitak kepala midam.


"Lo kalau nyemprot liat-liat dong!"


"Sorry gue kelepasan." Balas midam.


"Kok bisa sih lo dapet pak wooseok?"


"Ya Awalnya dosbim gue pak daniel tapi anak bimbingannya pak daniel udah banyak jadilah gue di oper ke pak wooseok." ucap alin apa adanya.


"Udah takdir kali ya,siapa tau lo dapet hidayah kalau sama pak wooseok bisa langsung rajin." Midam mengaminkan doa hyunbin.


"Terus udah ketemu pak wooseok belum." Tanya midam karena tadi setaunya waktu dia lagi beli pop ice dia liat pak wooseok jalan buru-buru terus masuk kedalam mobil.


"Belum,katanya pak wooseok ada urusan mendadak kalau mau kerumahnya nanti malam."


"Udah jangan kerumah dia,kerumah dia sama aja masuk kandang macan." Midam tampol bibir cipokable nya hyunbin yang bikin tu cowok cantik meringis.

__ADS_1


"Kalau lo gibahin guru ntar semua ilmu lo gak berkah ****!" Tukas midam.


alin lagi-lagi di buat kagum sendiri sama midam.Walaupun pernah menjabat sebagai bad boy kelas kakap midam gak pernah lupa buat nasehatin temen-temenya.


"Yaudah gue langsung pamit pulang aja ya,takutnya waktu udah keburu nih."


"Mau gue anterin gak?" Tanya midam.


"Lah terus gue pulang sama siapa?" Hyunbin memelas.


"Udah gak usah lagian gue ada urusan bentar." setelahnya alin pamit.


Alin gak kemana-mana kok cuman mampir bentar ke makam ayahnya yang gak jauh dari kampus.


"Assalamualaikum,Ayah alin dateng." Alin duduk di samping batu nisan ayahnya kemudian menyiramkan gundukan tanah itu dengan sebotol air.


Alin tersenyum kemudian membaca doa sebelum akhirnya mengelus batu nisan itu dan bangkit kembali.


Saat alin mencapai gerbang tiba-tiba netranya menangkap sosok anak kecil yang sekarang sedang menangis tersedu-sedu di samping nisan.


"Eh itu anak siapa??kok bisa nyasar sendiri di kuburan nanti kalau di culik wewe gimana??" Alin panik soalnya dia cuman liat anak itu doang sendiri gak ada yang nemenin sama sekali.


"Maaamaaaa....Hikss..."


"Dek." Panggil Alin.

__ADS_1


Yang di panggil nengok sebentar terus lanjut nangis sambil meluk-meluk nisan kuburan.


"Jangan nangis lagi aduh,,,eh pernah denger gak kalau air mata kita sampe jatuh dan kita gak mengikhlaskan kepergian orang yang kita sayang akan disiksa." Anak laki-laki yang tadi menangis itu kini menatap alin dengan raut wajah memelas.


"Beneran??"


"Iya bener,makanya kamu jangan nangis terus...kalaupun nangis gak bisa ngembaliin keadaan."


"Jinwoo udah gak nangis lagi...Mama maafin jinwoo seharusnya jinwoo gak boleh bikin mama disiksa sama malaikat." Anak laki-laki bernama jinwoo itu menghapus air matanya.


Sampe dia yang tadinya pengen nangis lagi eh malah ditahan pas alin gak sengaja natap pandangan dia.


"Kalau mau nangis ayo jangan disini." Ajak Alin.


"Dimana dong?"


"Ya pokoknya jangan disini,emang mau nangis terus diliat sama mbak kunti eh diketawain deh."


Jinwoo bergidik ngeri.


"Tapi nanti jinwoo gak diculik kan?!" Kali ini jinwoo menatap was-was kearah alin.


"Gak minat kakak mah sama kamu." Alin ketawa.


"Gini-gini jinwoo imut tauu!"

__ADS_1


"Iya---"


"JINWOO!"


__ADS_2