
Happy Reading
...
"Udah jalan 8 minggu."
Wooseok sama Alin menoleh dengan terkejut,Apalagi alin yang sekarang merasa sedih.Gilee emang udah 8 minggu dan Alin baru tau ada nyawa yang ada didalam tubuhnya.
"Berati waktu itu bener mas aku lagi hamil!" Tukas Alin sedih.
Wooseok sendiri merasa bersalah dia jadi keinget pas dia nampar alin, "Maaf,saya gak tau waktu saya nampar kamu...."
Wooseok memutuskan untuk berhenti melanjutkan ucapannya karena Alin terlihat semakin sedih.
"Pak kalau istrinya lagi hamil,saya saranin mending bapak jaga ucapannya.Dimasa kehamilan calon ibu mudah baper dan sangat sensitif." Wooseok mengangguk paham.
Dulu juga waktu almarhumah istrinya jinhyuk hamilin jinwoo,dia gak bisa ngobrol sama wooseok lama-lama.
Yang ada dia marah dan nangis kejer,soalnya wooseok itu tiap diajak ngobrol pasti ada aja celetukannya yang nyelekit.
Wooseok kemudian mengajak Alin pulang kerumah orang tuanya.Dia ingin memberitahu kabar gembira ini kepada seluruh keluarganya.
"Assalamualaikum." Ucap Wooseok diikuti alin.
Seraya melangkahkan kaki mereka kedalam rumah.Tak lama mama datang menyambut mereka dengan senang.
__ADS_1
"Tumbenan kesini seok? inget rumah akhirnya kamu." Sindir mama.
Alin juga ikutan kesindir,soalnya dia juga sering lupa ngajak wooseok buat main kerumah orang tuanya.
"Maa...Wooseok lagi gak mau diajak debat."
"Enak aja! siapa yang mau ngajak kamu debat sih? udah cukup najwa shiap yang ngajak orang debat,kamu jangan!"
Alin tergelak mendengar ucapan mertuanya yang lumayan eumm---narsis itu.Tapi alin suka,untungnya mama gak kaya mertua yang ada di kisah nyata siarindo.
"Kamu duduk aja lin,Aku gak mau kamu lelah."
Alin terkejut mendengar ucapan wooseok yang tidak menggunakan bahasa baku.Wooseok yang tau arti pandangan alim padanya hanya berdehem pelan.
"Aku mau belajar,Nggak apa-apa kan?" Ucapnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Biar aku aja yang buatin Alin teh hangat ma." Mama menatap curiga kearah wooseok.
"Tumbenan nih bucin." Desisnya.
"Mama tau bucin?" Tanya Alin seraya berkedip dengan polosnya.
"Mama itu gaul lin,malah gaulnya kalah sama wooseok." Sahut papa yang tiba-tiba datang.Terlihat dari pakaiannya sih,papa sepertinya baru pulang dari kantor.
"Assalamualaikum pa." Ucap Alin sopan.
__ADS_1
Diikuti dengan mama yang mencium tangan Dongwook sang suami.
"Tumben dateng lin? sendiri??"
Alin menggeleng,Tak lama kemudian wooseok datang membawa teh hangat untuk Alin.
"Wahhh makasih banget ya seok,Akhirnya setelah sekian lama kamu berbakti juga sama papa." Papa tersenyum bangga seraya mengambil secangkir teh hangat itu dari tangan wooseok,Namun lebih dulu ditarik kembali oleh wooseok.
"Ini Untuk alin pa."
"Gak apa-apa mas,itu buat papa aja."
"Tuh istri kamu aja setuju."
"Kalau wooseok bilang ini untuk menantu dan calon cucu papa,yakin nih papa tetep mau ngambil teh ini?"
Papa sama Mama Menoleh,Apalagi mama yang keliatan gak percaya mendengar ucapan wooseok.
"Alhamdulillah,Alin lagi hamil anak pertama wooseok." Ucap Wooseok Bangga.
Papa sama Mama mengucapkan syukur,Mama kemudian merangkul Alin dan mengelus rambutnya dengan pelan.
"Pa...Lebih baik niat papa yang kemarin dibatalin aja." Alin mendengar bisikan kecil mama untuk papa.
"Niat apa?" Tanya Wooseok yang tidak sengaja mendengar ucapan kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
Mama menoleh sedih seraya melihat Alin yang sepertinya tak siap dengan ucapan papa mertuanya.
"Sebenarnya Papa ingin wooseok mengurus cabang perusahaan yang ada di new york,Apalagi cabang itu masih sangat baru."