
Happy reading
...
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam,ada apa mas?"
"Lin kamu ada liat kacamata saya?"
Alin menoleh kesana-kemari dengan pandangan bingung.Ya masa dia mau masuk kedalam kamar sih?
Lagi asyik-asyik curcol nih sama tetangga kaya hangyul.
"Nggak mas."
Jawab alin singkat.
"Di cek dulu alinn.."
Alin menghela nafasnya berat kemudian dengan terpaksa menuruti titah wooseok dan masuk kedalam rumah.
"Tunggu sebentar ya gyul."
Hangyul ngangguk.
Alin masuk kedalam rumah tepatnya masuk kedalam kamar sih.Dia buka laci yang ada di deket ranjang gak nemu-nemu.
Eh malah ada di atas meja ruang tamu.
"Astaga mas wooseok nih ya...Kacamata ada di atas meja ruang tamu gak diliat."Dumel alin kemudian menyiapkan tas selempangnya dan bersiap-siap.
"Gimana lin ketemu?"
Alin lupa kalau dia belum matiin handphonenya.
"Udah mas."
"Yaudah."
"Aku bawain ke kampus gitu?"
"Iyalah."
__ADS_1
Alin kesel.
"Yaudah,Assalamualaikum!" Ucap Alin kesal kemudian mematikan ponselnya.
Berjalan dengan cepat keluar dari rumah.Hangyul yang lagi duduk-duduk sambil siulan noleh kearah Alin yang keliatan buru-buru.
"Mau kemana teh?" Tanya Hangyul.
"Ini Aku mau kekampus gyul,mau nganterin kacamatanya suami aku ketinggalan." Jawab alin sambil masang sepatu selopnya.
"Mau diantar?"
"Nggak usah deh kayanya."
"Ehhh Gak apa-apa atuh teh,sekalian saya mau main-main kesana 10 menit lagi ada kelas.Kelasnya pak wooseok."
Alin terkejut.
Kemudian mengangguk dan membiarkan hangyul kembali kerumah mengambil motornya.
Gak lama mereka berdua sampai dan Alin ngikutin hangyul yang bikin pemuda itu menatapnya bingung.
"Kok teteh ikut saya?"
"Udah Gyul jalan aja." Jawab Alin cuek.
"Mau masuk kelas teh?"
Alin geleng.
"WEHH HANGYUL BAWA CEMCEMAN BUSETT." Teriakan nyelengking dari oknum yang tiba-tiba dateng bikin alin sama hangyul kaget sendiri.
"Apaan sih pyo gaje banget dah lu! ini cewek udah punya penjaga." Alin denger bisikan hangyul.
Ke oknum bernama Dongpyo...
"Selama belum terikat tuhan SIKATTT..."
Alin menggeleng seraya terkekeh.
"Ada apa kalian bertiga didepan kelas begini?!"
...
__ADS_1
Alin sama Wooseok sama-sama diem.Semenjak sampai dirumah tadi sore mereka berdua masih diam.
Tepatnya wooseok yang diemin Alin.Gak tau kenapa dia kesel sama alin.Kesel karena tau alin pergi kekampusnya dianter hangyul.
"Kenapa jadi diem-dieman gini sih mas?" Tegur alin.
"Kamu gak tau letak kesalahan kamu dimana?"
Alin diem...
"Alin kamu itu udah punya suami! gak seharusnya kamu itu dibonceng sembarang sama cowok lain!"
Alin makin diem...
Dia gak berani buat ngelirik sedikit kearah wooseok.Dia tau kalau sekarang wooseok pasti marah besar.
"Tapi kan.."
"Alin...saya gak suka ya kamu main bantah gitu?? udah jelas kamu itu keenakan di bonceng cowok lain."
Ada sedikit perasaan yang terluka pas wooseok bilang begitu.Karena secara gak langsung wooseok bilang kalau alin itu cewek murahan.
"Tapi mas..."
"Gak ada tapi-tapian Alin! kamu kalau kemana-mana tuh harus sama saya! saya suami kamu!"
Alin kesel dengernya...
"YAa terus aja salahin alin mas!! iya alin yang salah!! tapi mas pernah gak sih perhatian sedikit aja sama Alin?!"
"Alin ISTRI mas loh ya kalau mas lupa." Ucapnya menekankan kata Istri.
Wooseok terdiam.
"Cape tau gak sih disalahin terus."
Secara gak sadar air mata itu turun menetes dengan gampangnya.Alin bangkit dan masuk kedalam kamar kemudian mengunci pintu kamar.
DUAARRRR!!
mhemewww...
/canda
__ADS_1
Wooseok menghela nafasnya kasar.Seharusnya tadi ia berterus terang aja kalau dia cemburu liat Alin sama cowok lain.
Tapi apadaya...terkadang gengsi lebih tinggi daripada kata hati.