
Happy reading
***
Wooseok bangun dari tidurnya kemudian berjalan pelan menghampiri dapur.entahlah semenjak kemarin kepalanya terus berdenyut.
Ia mengambil segelas air untuk diminum karena merasa haus dimalam yang begitu larut ini.
Tak berapa lama ia mendengar suara aneh seperti pintu yang terbuka dan suara langkah kaki.
Wooseok semakin mendekati dimana asal suara itu ia perlahan tapi pasti ia melihat bayangan perempuan.
Bayangan itu semakin mendekat padanya yang membuat seluruh tubuhnya merinding seketika.
Semakin dekat...
Semakin dekat...
"AAAAAAAAA SETANNN!!"
"SETAN?! MANA?? MANA???" Wooseok mengerjapkan matanya berkali-kali tatkala melihat Alin yang kini membuka matanya dengan pelan.
"Kamu?!"
"Ada apa sih malam-malam ribut begini!"Ucap Papa dongwook yang baru aja keluar dari kamar karena mendengar suara ribut.
"Kok bisa sih alin jadi istrinya wooseok?!" Wooseok yang mendengar itu semua merasa gak terima.
__ADS_1
"Ya emang bapak kira saya mau apa jadi istri bapak?" Balas alin nyelekit.
Sekarang keluarga mereka kumpul bersama tepat pukul 04.00 pagi tanpa jinwoo yang sekarang masih terlelap.
"Ini masih pagi dan kalian udah bertengkar?? aduhh pusing pala mama tau gak?" Tambah mama inna.
"Mau bagaimanapun kalian berdua udah sah jadi suami istri dan kakak harap kalian berdua mau akur." Kali ini Jinhyuk buka suara.
"Wooseok mau cerai."
"HUSH! lambemu itu seok tolong dijaga ya! bisa aja ucapanmu dijabah oleh yang diatas dan kalian resmi bercerai." Nasehat Dongwook yang terkejut mendengar penuturan anaknya.
"Ya terus wooseok harus gimana? masa mau bertahan sama anak bimbingan wooseok sendiri??!" Ucapnya seraya melirik kearah alin yang kini tertunduk lesu.
"Gak apa-apa kalau emang pak wooseok mau ceraiin alin." cicit alin pelan yang langsung dapet tatapan tajam dari jinhyuk.
"Gak! kalian gak boleh cerai,Cinta itu tumbuh karena terbiasa dan papa yakin kalian akan segera menemukan cinta itu..."
"Nah biar seru dan biar cepet dapet chemistrynya papa mutusin buat kalian berdua tinggal berdua dirumah sederhana yang papa buatin khusus."
Wooseok dan Alin sukses menoleh dengan terkejut.
*
"Ini beneran rumah sederhana?" Wooseok bertanya-tanya tatkala melihat rumah dengan ukuran sedang dan ada sedikit halaman depan serta gazebo didepan rumahnya.
"Wahhh keren banget rumahnya pak!!" ucap alin antusias,karena menurutnya rumah ini sudah persis dengan apa yang ia harapkan.
__ADS_1
"Ini kamu sebut keren??"
"Ih bapak bawel deh syukuri apa adanya pak jangan banyak tingkah." Cibir alin kemudian menggeret kopernya masuk kedalam rumah tersebut.
Wooseok hanya bisa menahan amarahnya kemudian ikut menyusul Alin untuk masuk kedalam rumah.
Saat makan malam tiba Alin menyiapkan makanan sederhana seperti tempe goreng,sambal terasi dan juga sayur bening.
Entahlah hanya ada bahan-bahan itu didapur.Bahkan daging ayam pun tidak ada disana.
"Ini pak silahkan dimakan." Ucap Alin sopan.
Wooseok duduk di depan alin kemudian membuka tudung saji dan sedikit terkejut melihat isi nya.
"Ini kamu sebut makanan?!" Alin menggeleng pelan mendengarnya.
"Yaudah pak kalau gak suka gak usah makan gitu aja kok repot!" Sinis Alin.
Tapi akhirnya wooseok mau memakannya walau sesekali terlihat jijik.Apalagi dengan sambal bau terasi milik alin.
"Bapak coba aja dulu dicolek sambal terasinya pake tempe siapa tau enak." Bujuk alin.
"Gak! saya gak suka makanan yang baunya nyenget."
Alin mencibir.
Pas alin mau ngambil minum di kulkas wooseok diam-diam mencolek sedikit sambal terasi itu dengan tempe kemudian ia cicipi.
__ADS_1
"Enak kan pak?"
Sial! wooseok ketauan...