
Happy Reading
...
"Gimana?" Tanya Jinhyuk yang sekarang lagi bantuin adeknya itu buat mikirin soal keputusan yang bakal diambil.
"Kalau saran gue sih mending tinggal Alin sebentar aja,kan kalau perusahaan cabang yang ada disana berkembang.Lu juga yang untung." Tambahnya.
Mohon maaf kalau jinhyuk lebih mentingin bisnis keluarga daripada keluarga.Itulah mengapa dia nggak ada waktu jinwoo pertama lahir.
Bahkan Wooseok duluan yang ngeliat si jinwoo makanya Wooseok dipanggil daddy sama Jinwoo.
"Gak tega lah gue ninggalin istri demi bisnis." Balas Wooseok sarkas.
"Ya terus gimana? Kan udah gue bilang gue gak bisa gantiin lo!"
"Malah makin ngegas gimana si?" Kesal wooseok.
Tak lama alin datang membawakan kedua pria itu secangkir kopi hangat ditemani Jinwoo disampingnya.
"Daddy jangan tinggalin kak alin dong!" Cerocos Jinwoo yang langsung di tatap dengan gelengan oleh Alin.
"Gak apa-apa kok mas,kalau emang itu penting aku gak masalah."
Alin tersenyum simpul,sesaat setelah itu dia memegang pinggang kecilnya dan mengelus perutnya itu.
Entah kenapa belum masuk bulan ke-5 udah pegel aja rasanya tubuh alin.Apalagi dia itu suka mager kalau disuruh jalan.
__ADS_1
"Liat tuh bang! ya kali gue tega ninggalin Alin kalau dianya aja masih gak bisa kalau gak ada yang bantuin." Kekeuh Wooseok.
"Andai aja Alin bisa diajak ikut naik pesawat." Balas Jinhyuk.
Alin kembali tersenyum kemudian mengajak Jinwoo untuk kembali masuk.fyi,Ibu hamil apalagi masih trimester pertama sangat rawan untuk diajak bepergian jauh.Pake mobil aja masih gak boleh apalagi naik pesawat,begitu sih faktanya.
"Lagian banyak mahasiswa yang butuh banget konsultan kaya gue." Ucap wooseok dengan bangga.
"Gaya Lo."
"Btw gue udah nyari kabar soal dia,Tapi gak ada yang bisa ditemukan." Ucapan Jinhyuk sukses membuat wooseok terdiam.
"Cukup! lo gak usah ngungkit-ngungkit soal dia lagi." Wooseok terlihat jengah.
"Tapi.."
"Emangnya lo gak mau tau gitu dia kemana dan ngapain aja sama uang lo?"
"..."
Wooseok memilih diam.
...
"Pengen banget deh beliin teh alin baju daster kebesaran gitu." Kata Nisa cekikikan pas liat aplikasi shoyepe yang brand nya yang sekarang itu Gfriend.
"Udah banyak aku punya." Keluh Alin.
__ADS_1
Emang benes si,daster kebesaran yang dikasi bundanya itu banyak banget.Entah dia dapet darimana,tapi kemarin udah dibawain lagi sama bundanya.
"Udah ada rencana beli baju buat si dedek gak teh?" Tanya Hangyul yang ikutan ngerumpi di sore hari bersama mereka di atas gazebo.
"Belum,kata mama juga pamali beli baju kalau dedeknya belum tujuh bulan."
Hangyul ngangguk sok paham kemudian melanjutkan ketikan di laptopnya.
"Pak Wooseok kemana?" Tanya Hangyul yang celingak-celinguk nyariin wooseok.Soalnya dia mau nanyain tugas,kalau gak soal tugas ya mana mau nyariin...
Mwehehe.
"Lagi pergi sama kakak ipar." Jawab Alin seadanya.
Nisa menoleh dengan curiga, "Teteh kok kalem ya?? kata ibu kalau yang lagi hamil itu kalem,Anaknya bisa jadi cewek."
"Masa sih? kalau kata mama aku malah cowok." Balas Hangyul gak percaya.
"Yaudah sih aku yang hamil kok kalian yang ribut." dengus Alin sebal.
Hangyul sebenarnya tau kalau tetangganya ini lagi ada kepikiran sesuatu.Tapi ya namanya dia cuman tetangga dan dia gak mau kepo.
"Masih galauuu?"
Alin Ngangguk.
Galau mau ditinggal sama wooseok selama lima bulan.
__ADS_1