
Happy Reading
...
Alin duduk merenung di sofa,mama menghampiri Alin yang baru saja mengantar wooseok kebandara untuk keberangkatannya selama lima bulan.
"Mama tau kamu sedih." Ucapnya kemudian ikut duduk bersama dengan menantunya itu.
"Mungkin kedepannya kamu harus siap di tinggal pergi sama wooseok." Tambah mama.
Alin mengangguk nurut kemudian masuk kedalam kamar untuk mengistirahatkan dirinya setelah lelah di perjalanan.
Pas tidur pun alin mewek lagi,gimana gak mewek kalau sebelum pergi wooseok berubah jadi lembut dan natap alin dengan pandangan menyedihkan.
Bahkan udah kaya drama-drama yang sering ibu mertuanya itu tonton.Bunda juga keliatan kaya senyum malu waktu wooseok peluk plus cium alin di depan semua orang.
Baru ditinggal udah mewek...
Namanya juga Alin.
Akhirnya gak berapa lama alin terlelap sehabis menangis hingga sembab.
Hangyul ngelirik kearah nisa yang sekarang ikutan sedih tadi ngeliatin perpisahan antara wooseok dan alin.
"Kamu ngapain sedih juga?"
__ADS_1
Nisa yang dengernya langsung mencubit pinggang Hangyul dengan kasar.
"Ish!"
"Aww! Sakit kamu mah!"
"Ya gimana gak ikutan sedih itu Teh alinnya kan lagi bunting hangyul! kamu nih gak ngerti emang perasaan perempuan yang lagi hamil ditinggal sama suaminya pergi." Omel nisa panjang lebar.
"Emang bakal sesedih itu?" Pertanyaan hangyul kali ini cukup membuat nisa emosi.
"Iyalah! Orang mah kalau lagi hamil maunya manja-manjaan sama suami lah iniii malah ditinggal." Jelas nisa dengan tegas dan ngegas.
"Tenang kan ada hangyul? nanti kalau teh alin mau manja-manjaan nih Hangyul siap buat jadi sandaran." Ucapnya dengan pede.
"Hangyul...Hangyull...Kamu mau kena amuk sama wooseok? anak saya itu galak nya gak ketulungan loh." Sahut mama wooseok yang tiba-tiba datang menghampiri mereka yang sedang duduk diruang tamu.
"Udah jelas banget kok bu,Pak wooseok masuk kelas aja hawa berubah jadi mencekam." Hangyul bergidik ngeri tatkala mengingatnya.
Nisa dan mama wooseok tertawa mendengarnya kemudian ia ikut duduk diantara Hangyul dan nisa.
"Sok-sokan mau jadi sandaran buat teh alin,sama pak wooseok aja ciut." Sindir Nisa.
"Tenang nanti saya bawain pak wooseok rambutan biar gak marah-marah." Si hangyul malah nyengir.
"Udah-udah kalian berdua udah pada makan?"
__ADS_1
"Bel--"
"Udah kok bu." Nisa dengan segera nutup mulutnya Hangyul biar gak neko-neko di rumah orang.
"Mama ada masak tuh ayo kita makan bareng."
Hangyul tersenyum semangat kemudian mengikuti arah Mama wooseok dan menjulurkan lidahnya ke nisa sebagai bentuk mengejek.
Alin sekarang lagi duduk lesehan di ruang keluarga sembari menikmati cemilan dan menonton siaran ceramah di tv.
Katanya sih biar alin makin sholehah dan bakti jadi istri.Tapi sebenarnya mah biar dia bisa tidur lagi soalnya dia bawaannya selalu ngantuk denger orang ngomong.
dia masih di rumah mama mertua,soalnya malam ini alin diharuskan untuk menginap ditambah lagi ini masih hari yang sedih buat alin.
Mama mertuanya gak mau alin stress terus depresi karena ditinggal wooseok.Padahal mah alinnya biasa aja sedih ya sedih cuman kan masih bisa vc an.
Malam sudah menunjukan pukul 11 malam dan alin belum tidur sementara sang mama mertua udah tidur lebih dulu.
Alasannya cukup klasik sih kenapa alin belum tidur sampe sekarang.Soalnya dia tadi udha tidur siang sampe sore terus kebangun buat sholat eh lanjut lagi tidur.
mana si dedeknya minta cemilan lagi,dan jadilah alin gak tidu-tidur.
Tiba-tiba ponselnya berdering...
Maung❤ is calling....
__ADS_1
Ini alin gak salah liat kan?