Mas Dosen

Mas Dosen
Part 22 (Romantisme pasangan baru)


__ADS_3

"Maaf..."


Wooseok terkejut mendengarnya,ia melirik kearah Alin yang kini membuka selimut yang menutupi dirinya.


"Kok belum tidur?" Tanya wooseok.


Alin perlahan memberanikan diri untuk bangkit dan bersandar pada kepala ranjang.


Ranjang alin gak kecil - kecil amat,jadi cukup lah ya kalau untuk dia sama wooseok berdua disini.


"Maaf..." Ucap alin tanpa memandang kearah wooseok yang kini ikut bersandar sama kepala ranjang.


"Untuk?"


"Maaf karena gak bisa jadi istri yang baik." Ucap Alin Jujur.


JUJUR AJA YA... Alin pengen nangis gitu rasanya.Apalagi wooseok gak ada respon sama sekali sama ucapan dia.


"Oh."


ALIN PENGEN NANGIS!! beneran dah apalagi denger nada bicara wooseok yang datar udah kaya papan triplek.


Alin nahan supaya air matanya gak keluar.


"Udah aku maafin." Rada aneh sih denger wooseok pake aku-kamu begitu.


Alin langsung nangis,tapi nangisnya yang cuman air mata ngalir dan seseknya dia tahan sendiri.


Untung aja kondisi kamar saat itu bener-bener gelap.


"Lin?" Panggil wooseok pas ngerasa sesuatu pada alin sedang bergetar.


"Kamu kenapa?" Tanya Wooseok lembut.


Gak ada sahutan dari alin.Iyalah gak ada sahutan wong alin nya lagi nahan supaya nangisnya gak bersuara.


Wooseok nyentuh bahu alin yang lagi bergetar tapi sama alin langsung ditepis.


"Jangan sentuh-sentuh saya..." Ucap alin dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Lin..."


Wooseok bangkit dari ranjang dan menyalakan lampu yang sengaja alin padamkan.


Alin dengan segera nutup wajahnya yang sembab akibat menangis dalam diam dengan dada yang terasa begitu sesak.


"Alin?? Kamu kenapa??" Nada bicara wooseok sedikit khawatir.


Iya hanya sedikit khawatir.


"Jangan deket-deket!" Tukas Alin ke wooseok yang sekarang duduk didepan alin.


"Buka mata kamu liat aku sekarang!" Titah Wooseok yang entag kenapa kini berubah mengerikan.


"Alin dengerin aku!" Tambahnya dengan suara tegas.


Alin menggeleng takut.


Iya dia takut kalau nanti wooseok mau nampar dia atau melakukan tindak kekerasan.


"Kamu kenapa sih? jangan bikin bingung gini dong?!"


Alin tetap menggeleng takut.


Wooseok jadi bingung dibuatnya,jelas-jelas dia tau kalau sekarang alin lagi nangis.


"Alin jangan bikin aku khawatir?! dengan begini kamu malah semakin nyiksa aku tau gak??" Alin diem bentar dari kegiatannya.


Terus dia berhenti nutup matanya pake tangan dan menatap wooseok dengan tatapan kesal.


"Terus apakabar sama alin mas?!"


"Mas Cuek cuek begini malah bikin Alin jadi bingung tau gak!" Keluar juga unek-uneknya alin.


Wooseok masang wajah cengo.


"Bingung kenapa alin...?" Tanya Wooseok


Dengan nada lembut...

__ADS_1


Deg!


Deg!


Sial! Alin kenapa jadi gugup gini sih denger wooseok pake nada bicara yang soft banget.


"Bingung mau minta cerai apa nggak." Cicit alin pelan kemudian menunduk takut.


Harap-harap cemas aja nanti wooseok malah ngangguk dan setuju kalau mereka cerai.


Padahal kan Alin baru kali ini ngerasa jatuh cinta.


"Siapa bilang mau cerai?"


"Ya siapa tau? lagian kita nikah kan bukan karena perasaan!" Jawab Alin dengan tegas.


"Kamu ngeri banget ya lin? baru dibuat cemburu sedikit udah minta cerai."


Tau gak?


Si wooseok malah ketawa ganteng.


"Udah lin,Saya gak mau main-main sama pernikahan.Walaupun kita nikah karena gak sengaja tetep aja pernikahan itu sesuatu yang sakral..."


Giliran Alin yang cengo dengernya.


"Tapi daripada kita begini-gini aja gak berubah mending kita pisah." Terdengar dari nada bicaranya Alin frustasi.


"Kamu ini ya! enteng banget ngomong minta pisah?? Emang siap pisah dari saya?"


Alin kicep.


Tangan wooseok terulur untuk mengelus pipi dan menghapus jejak air mata alin yang kini telah mengering.


"Kita Jalanin aja dulu...Untuk masalah kedepannya kita pasti bisa saling memahami satu sama lain." Suara wooseok tuh entah kenapa kedengeran lembut di telinga Alin.


"Pisah itu kadang bukan solusi yang baik lin,Kalau kita udah sama-sama nyaman."


"Dan saya udah nyaman sama kamu..."

__ADS_1


Alin dengan cepat meluk wooseok dan nangis terharu...


Ternyata perlakuan Wooseok yang seperti itu lebih romantis dari yang dia kira....


__ADS_2