Masih Ada Rumahku Untukmu

Masih Ada Rumahku Untukmu
Pertemuan Tidak Terduga Adi dan Sarah


__ADS_3

Adi berjalan sempoyongan usai melakukan salah satu treatment untuk membuat penyakitnya itu tidak semakin parah. Treatment ini cukup membuat tubuh Adi tidak seimbang, sehingga dia harus berusaha untuk membuat dirinya bisa kembali berjalan normal. Tidak terlihat seperti seorang yang telah meneguk satu botol alkohol.


Aldi terdiam saat dia melihat bagaimana orang-orang mulai memperhatikan dirinya. Tentu mereka penasaran dengan apa yang terjadi pada Adi. Mungkinkah pria itu sedang dalam keadaan mabuk berat, sehingga dia berjalan dengan begitu sempoyongan. Itu yang menjadi pertanyaan dari semua orang yang bertemu dengan Adi.


Pertanyaan yang sama juga di lontarkan oleh Sarah yang bertemu dengan Adi di lift rumah sakit. Begitu Adi masuk lift, dia hampir terjatuh di dalam lift. Sarah pun segera menolong Adi yang hampir terjatuh itu.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Sarah dengan wajah paniknya.


"Iya, aku baik-baik saja. Semuanya baik-baik saja." ucap Adi.


Sarah melepaskan tangannya dari tubuh Adi. Sepertinya dia harus melakukan itu, apalagi Adi terlihat tidak nyaman dengan keberadaan dari tangan Sarah di tubuhnya tersebut.


Namun saat pintu lift akan terbuka, tiba-tiba Adi jatuh pingsan. Dia tidak berdaya, hingga Sarah langsung mencoba membawa tubuh Adi keluar dari dalam lift. Sarah pun terus berteriak untuk meminta pertolongan akan Adi.


Beberapa orang yang mendengar suara teriakan dari Sarah langsung mendatangi Sarah. Mereka langsung menolong Sarah yang terlihat kebingungan dengan kondisi dari Adi sekarang. Dia harus meminta bantuan dari orang lain untuk bisa membawa tubuh Adi dari lift tersebut.


"Ada apa ini Bu?" tanya salah satu petugas kemanan rumah sakit.


"Tadi dia masuk lift sempoyongan, sebelum akhirnya dia jatuh pingsan." jawab Sarah dengan wajah paniknya.


Tubuh Adi langsung di bawa oleh petugas keamanan itu menuju ruang perawatan. Mungkin Adi butuh sedikit pengobatan yang akan kembali membuat kondisi dari Adi membaik. Sarah yang menemukan Adi jatuh pingsan, merasa iba dengan pria itu. Dia pun tidak sungkan untuk ikut membawa Adi menuju ruang perawatan.


Sarah yang semakin panik dengan kondisi dari Adi, terlihat sudah tidak berdaya melihat bagaimana pria itu terlihat begitu lemas. Wajahnya begitu pucat, begitu juga dengan penampilannya yang mulai terlihat sudah tidak menarik. Seperti ada masalah besar yang sedang di hadapi oleh Adi.

__ADS_1


Kedatangan Sarah untuk menjenguk salah satu rekan kerjanya, pada akhirnya di batalkan begitu saja oleh Sarah. Dia merasa harus menolong Adi yang tengah dalam keadaan yang buruk. Sekali pun Sarah dan Adi tidak mengenal satu sama lainnya. Mereka sama sekali tidak mengenal sebelumnya. Namun Sarah begitu tertarik untuk menolong Adi.


Sarah pun terus melihat bagaimana kondisi dari Adi. Dia tidak sabar untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Adi. Mengapa dia terlihat begitu sempoyongan seperti itu. Sebelum akhirnya jatuh pingsan di hadapannya. Sarah benar-benar merasa harus tahu akan hal tersebut.


10 menit menunggu tanpa kepastian, hal yang di tunggu oleh Sarah pun datang. Dokter yang memeriksa Adi pun keluar dari dalam ruangannya. Dia terlihat begitu tenang, kala Sarah mulai panik. Mungkin cara yang cukup efektif di lakukan oleh dokter itu dalam membuat Sarah bisa lebih tenang lagi. Apalagi Sarah terlihat begitu panik dengan kondisi dari Adi. Jika sang dokter menunjukan raut wajah panik seperti Sarah, bukan tidak mungkin Sarah akan semakin terkejut dengan apa yang terjadi pada Adi.


"Apakah Ibu adalah keluarga dari pasien tersebut?" tanya dokter.


"Bukan Dok. Saya bukan anggota keluarga dari pasien tersebut. Saya menemukan dia jatuh di lift begitu saya menaiki lift bersama dengan dia." jawab Sarah dengan paniknya.


"Sebenarnya pasien ini adalah pasien rumah sakit ini juga. Dia memiliki masalah dengan bagian hatinya. Mungkin gaya hidup dia yang tidak sehat, membuat beberapa bagian tubuhnya mulai rusak. Salah satunya bagian hati dia." ucap dokter itu.


Sarah menutup mulutnya, dia tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Adi. Apalagi Adi yang masih muda, terlihat segar bugar. Justru memiliki masalah yang cukup serius dengan organ tubuhnya. Itu yang sama sekali tidak pernah di duga oleh Sarah sebelumnya.


"Iya, seperti itulah anak muda zaman sekarang. Mereka tidak peduli pada kesehatan mereka sendiri. Sehingga banyak dari mereka yang lebih sering menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Padahal apa yang mereka lakukan adalah hal yang sama sekali tidak baik. Salah satunya tentu adalah pasien Adi ini." ucap dokter itu kembali.


Di tengah obrolan yang mulai intensif antara dokter dan Sarah. Tiba-tiba terdengar suara Adi yang memanggil kedua orangtuanya. Sarah yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Adi. Meminta izin pada sang dokter untuk melihat kondisi dari Adi. Mungkin saja Sarah bisa menolong Adi yang begitu terlihat payah di atas ranjangnya.


Tentu tidak ada masalah bagi sang dokter untuk memberikan izin pada Sarah. Apalagi Sarah adalah seorang yang telah membantu Adi. Jadi tidak ada alasan untuk dokter tersebut melarang Sarah menjenguk Adi. Sarah pun di persilakan untuk dapat melihat Adi di dalam ruang perawatan.


Sarah segera masuk ke dalam ruang perawatan dari Adi. Dia terlihat begitu antusias dengan apa yang ada. Sarah ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Adi. Sehingga pria itu memanggil nama kedua orangtuanya. Bagi Sarah ini adalah kesempatan yang luar biasa. Dia bisa melihat Adi yang sedang dalam keadaan sakit di atas ranjang rumah sakit.


Begitu Sarah berada di dekat Adi, dia pun mulai membuka kedua matanya. Adi terlihat terkejut dengan kedatangan Sarah. Dia sama sekali tidak mengenal Sarah. Itu yang membuat Adi terkejut akan Sarah.

__ADS_1


"Kamu siapa?" tanya Adi dengan wajah bingung.


"Aku Sarah. Tadi aku yang membawa kamu ke sini. Kamu jatuh sempoyongan, kemudian aku memanggil beberapa orang untuk membawamu ke ruang perawatan ini. Syukur sekarang kamu sudah siuman." jawab Sarah dengan senyuman.


Adi yang masih bingung dengan keberadaan dari Sarah. Terlihat menatap Sarah dengan wajah yang cukup heran. Baginya keberadaan dari Sarah adalah suatu hal yang cukup aneh. Bisa-bisanya mereka yang tidak saling mengenal satu sam lain, tiba-tiba bertemu secara tidak sengaja. Apalagi Sarah sampai mengantarkan Adi ke ruang perawatan.


Sarah yang sadar akan Adi yang tidak nyaman dengan keberadaan dari dirinya. Kini berpikir untuk segera pergi dari kamar perawatan dari Adi. Itu cara yang paling ampuh yang harus di ambil oleh Sarah. Dia pun sama sekali tidak mengenal Adi. Itu yang membuat Sarah merasa harus segera pergi dari tempat tersebut.


Namun Adi yang tidak ingin membuat Sarah merasa tidak nyaman. Segera mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang di berikan oleh Sarah pada dirinya. Pertolongan itu cukup berarti bagi Adi. Mungkin saja Adi akan mengalami hal buruk saat Sarah tidak menolong dirinya. Itu yang ada di pikiran Adi saat ini. Sehingga tidak sungkan bagi Adi untuk mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang di berikan oleh Sarah.


"Tunggu dulu. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Adi.


Sarah yang sudah akan pergi, seketika menghentikan langkahnya. Dia terlihat begitu bingung saat Adi mengucapkan kalimat tersebut. Sebab Sarah awalnya menduga jika Adi tidak senang akan keberadaan dari dirinya di sana. Tapi nyatanya Adi justru malah memanggil Sarah untuk tetap berada di sana.


"Siapa nama kamu?" tanya Adi dengan terangnya.


Sarah membalikkan tubuhnya, kemudian dia berkata dengan penuh keyakinan.


"Nama saya Sarah Amita."


"Saya Adi Putra Kusuma. Senang bisa bertemu dengan anda. Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih pada anda. Jika tidak ada anda yang menolong saya. Mungkin saya tidak akan bisa selamat seperti ini." ucap Adi.


Sarah tersenyum melihat wajah Adi yang begitu bahagia. Bagi Sarah ini adalah kebahagiaan yang paling dia tunggu. Melihat orang yang di tolong olehnya bisa terlihat bahagia. Sarah pun berharap Adi akan segera pulih. Sehingga dia bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Itu yang di harapkan oleh Sarah saat ini.

__ADS_1


__ADS_2