Masih Ada Rumahku Untukmu

Masih Ada Rumahku Untukmu
Makan Siang


__ADS_3

Sarah semakin menunjukkan rasa penasaran yang ada di hatinya pada seorang Adi. Dia tiba-tiba mengajak Adi untuk makan siang bersama dengan dirinya. Beberapa rekomendasi restoran di berikan oleh Sarah pada Adi. Mungkin Adi bisa memilih salah satu restoran yang ingin dia datangi di hari ini.


Tidak ada rasa keberatan bagi Adi sedikit pun, apalagi Sarah telah membantu dirinya dalam mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. Jadi makan siang ini mungkin akan menjadi penebus kebaikan dari Sarah pada Adi. Dia ingin membalas semua kebaikan dari Sarah pada dirinya. Sehingga semuanya akan menjadi semakin baik untuk Adi.


Sarah senang bukan main dengan penerimaan yang di lakukan oleh Adi. Di usianya yang sudah 35 tahun ini. Ada gejolak asmara yang mulai kembali membara di dalam hati Sarah. Entah perasaan apa yang sedang Sarah rasakan saat ini. Namun dia benar-benar merasa butuh seseorang yang selalu perhatian pada dirinya. Itu yang saat ini Sarah butuhkan, sosok itu ada pada diri seorang Adi. Oleh sebab itu Sarah terus mencari perhatian pada pria muda itu. Apalagi Adi pun merespon cukup baik apa yang Sarah lakukan. Sehingga tidak ada cinta bertepuk sebelah tangan yang di rasakan oleh Sarah.


Sarah sudah menunggu di luar kantor dengan mobil mewahnya. Dia hanya tinggal menunggu kedatangan dari Adi. Setelah itu dia akan makan bersama dengan Adi di luar kantor. Hal yang sama sekali tidak pernah Sarah lakukan selama ini. Dia hanya berkutat di sekitar kantor. Itu yang perlahan membuat Sarah merasa jenuh dengan hidupnya.


Menunggu kedatangan dari Adi, Sarah terlebih dahulu merapikan penampilannya. Mungkin dengan tampil secantik mungkin Sarah akan bisa membuat Adi semakin terpesona pada dirinya. Tidak ada yang salah dengan penampilan dari Sarah tersebut. Semuanya di lakukan untuk membuat dirinya layak bersanding dengan Adi yang memiliki perbedaan umur hampir 9 tahun dengan dirinya.


Adi mengejutkan Sarah saat dia sedang menggoreskan lipstik di bibirnya. Kejutan yang di berikan oleh Adi itu, seketika membuat Sarah tidak fokus. Lipstik yang seharusnya menempel hanya di bibir Sarah saja, kini menempel ke bagian samping Sarah. Sarah sedikit kesal, tapi dia langsung luluh saat Adi dengan begitu perhatiannya mulai membersihkan lipstik yang sedikit offside di bibirnya itu. Saat itu, Sarah benar-benar merasakan jatuh cinta untuk kali kedua. Dia melihat bagaimana wajah Adi yang terlihat sempurna dengan kulit putih mulusnya. Begitu juga dengan hidung mancung dan mata besarnya. Seakan membuat Sarah seperti melihat pangeran di dongeng yang sering dia bacakan pada kedua anaknya.


"Selesai! Aku pikir kamu sudah lebih baik lagi sekarang." ucap Adi.


Sarah yang mulai tergoda dengan penampilan dari Adi yang begitu mempesona. Menunjukkan gairah yang ada di dirinya dengan menggigit bibir bagian bawahnya. Dia terlihat begitu berharap Adi akan mencium bibir bawahnya tersebut. Namun tentu Adi tidak akan langsung melakukan itu secepatnya. Ini adalah bagian pertama dari Sarah yang mulai jatuh cinta. Masih ada bagian lain yang harus Sarah selesaikan. Sehingga semuanya tidak akan terasa cepat.

__ADS_1


"Tapi apa kamu suka makanan Jepang?" tanya Adi dengan wajah penasaran.


"Tentu saja. Aku biasa makan di restoran Jepang yang mengusung konsep makanan kekinian dengan menu yang selalu menyesuaikan perkembangan. Mungkin kamu juga tahu restoran itu." jawab Sarah.


Tanpa mengucapkan kata-kata lagi, Adi hanya tersenyum. Dia tahu restoran yang di maksud oleh Sarah. Adi pun sudah tidak sabar untuk menyantap setiap menu yang ada di restoran tersebut. Apalagi Adi seorang yang menyukai makanan mentah. Ini akan jadi pengalaman yang paling seru saat mereka makan bersama. Adi berharap Sarah pun akan menyukai makanan mentah seperti dirinya.


Sarah memang tidak suka makanan mentah, tapi dia menyukai setiap ramen yang ada di restoran tersebut. Beberapa pilihan menu ramen begitu di sukai oleh Sarah. Sehingga dia tidak akan menyesal untuk datang ke restoran tersebut. Sarah sudah tidak sabar untuk segera datang ke restoran tersebut. Dia ingin segera mencicipi rasa ramen yang lezat yang sudah sering ia makan tersebut.


Di tengah perjalanan yang sedikit panas. Adi mulai menunjukkan ketertarikan dari dirinya pada Sarah. Dia melihat Sarah sebagai sosok yang sangat tegas, namun penyayang. Adi bisa merasakan hal itu dalam diri seorang Sarah. Hingga Adi merasa Sarah adalah sosok yang luar biasa.


"Apa kamu sudah menikah?" tanya Adi sedikit ragu.


"Jujur aku sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Tapi perlahan namun pasti, kehidupan rumah tangga yang aku pikir akan indah. Justru berjalan buruk untukku. Semuanya menjadi buruk, bahkan tidak adil. Sehingga aku merasa pernikahan itu seperti tidak pernah ada. Suamiku sibuk dengan dunianya. Sehingga dai melupakan aku sebagai istrinya."


Adi pun begitu menyesali pertanyaan dari dirinya pada Sarah. Dia merasa itu adalah pertanyaan yang cukup menyakitkan untuk Sarah. Dia bertanya pada Sarah akan sebuah pertanyaan yang seharusnya tidak di tanyakan. Pertanyaan itu tentu membuat Sarah merasa sedih dengan apa yang terjadi. Sebab kini rumah tangga Sarah dalam keadaan buruk. Dia harus merasakan semuanya seperti neraka. Pertanyaan dari Adi tentu menjadi sebuah pertanyaan yang cukup buruk untuk Sarah saat ini.

__ADS_1


Adi memeluk Sarah yang terlihat mulai meneteskan air mata. Tidak lupa dia juga mengelap setiap air mata yang menetes dari kedua mata Sarah. Adi ingin Sarah lebih kuat lagi dengan semuanya. Sehingga dia tidak akan pernah merasa kesedihan dan kesepian lagi dengan situasi yang di alami olehnya saat ini. Semuanya harus bisa Sarah lewati dengan baik. Sehingga dia tidak akan mengalami hal buruk yang akan menghancurkan hidupnya kembali.


Sarah yang sudah tidak kuasa untuk menyetir mobil. Memberikan kendali mobil itu pada Adi. Berbeda dengan Sarah yang membawa mobil itu dengan kecepatan yang cukup pelan. Adi justru membawa mobil itu dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia terlihat begitu bersemangat saat membawa mobil itu menuju restoran. Apalagi jam istirahat dari Sarah akan segera usai. Adi harus segera tiba di restoran, sebelum Sarah benar-benar kehilangan jam makan siangnya.


Masih ada 30 menit yang bisa di gunakan oleh Sarah untuk makan siang. Keduanya pun makan dengan begitu terburu-buru. Apalagi Sarah yang harus kembali ke kantor. Sementara Adi yang tidak memiliki kegiatan apapun lagi, terlihat masih santai. Dia hanya memperhatikan bagaimana Sarah makan dengan begitu lahapnya. Dia menyukai perempuan seperti Sarah yang tidak pernah menjaga image di depan pria. Itu jauh lebih baik di lakukan oleh Sarah. Daripada harus menjaga image demi terlihat baik di hadapan pria. Sama sekali hal yang tidak di sukai oleh Adi.


Selesai makan siang itu, Sarah segera bergegas pergi dari restoran. Namun Adi menahan tangan Sarah yang lembut itu. Sarah menatap wajah Adi, sebelum Adi langsung melepaskan tangannya dari tangan Sarah dengan wajah penuh rasa bersalah.


"Ada apa Adi?" tanya Sarah.


"Apakah aku boleh meminta nomor teleponmu?" tanya balik Adi.


Sarah tersenyum, sebelum dia menyebutkan secara cepat nomor telepon miliknya tersebut. Adi pun segera mengingat nomor telepon dari Sarah. Sebelum dia memasukkan nomor telepon itu ke handphone miliknya.


"Nanti malam aku boleh kirim pesan padamu?" tanya Adi.

__ADS_1


"Jangan, biar aku yang akan kirim pesan padamu. Sekarang kamu kirim pesan terlebih dahulu padaku. Nanti akan ku simpan nomor teleponmu. Aku takut suamiku tahu." jawab Sarah.


Adi pun tersenyum dengan begitu lebarnya. Dia merasa ini adalah hari yang paling baik untuk dirinya. Dia menemukan seorang yang menurutnya berbeda dari perempuan biasa. Walaupun umur mereka terpaut jauh, tapi Adi mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda saat dia bersama dengan Sarah. Itu yang membuat Adi berbunga-bunga.


__ADS_2