
Adi tampil begitu menawan dengan setelan kemeja berwarna biru tosca. Wajahnya semakin terlihat mempesona dengan sebuah kacamata kecil. Badannya yang terlihat kekar dan tinggi. Semakin memperlihatkan bagaimana pria itu terlihat begitu gagah. Beberapa orang mulai membicarakan dirinya di belakang. Sementara yang lainnya semakin tertarik dengan Adi.
Bianca yang pertama kali melihat Adi, seketika terpesona dengan ketampanan dari Adi. Dia tidak menyangka Adi memiliki paras yang rupawan. Ini seperti tidak pernah di duga oleh Bianca sebelumnya. Hingga Bianca pun langsung jatuh hati akan ketampanan yang di miliki oleh Adi.
Bianca menggigit bibir bagian bawahnya. Dia tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya begitu bergejolak saat melihat wajah tampan Adi. Begitu juga dengan hasratnya yang seketika memuncak saat membayangkan hal kotor akan Adi. Saat ini Bianca benar-benar berada di titik puncak seksualitas. Dia benar-benar menginginkan Adi untuk bersama dengan dirinya.
Namun semua bayangan kotor dari Bianca, segera di tepis oleh Sarah. Dia meminta Bianca untuk tidak serakah dengan apa yang telah di milikinya. Bianca sudah memiliki seorang selir yang bisa dia ajak bercinta setiap saat. Berbeda dengan Sarah yang tidak memiliki siapa pun untuk di ajak bermain-main roda gembira bersama dengan dirinya.
"Aku pikir kamu jangan pernah mendekati pria itu. Dia akan menjadi milikku. Berhenti untuk membuat dirimu membayangkannya. Sebab pria itu akan segera bersama denganku." ucap Sarah dengan penuh percaya diri.
Bianca melirik ke arah wajah Sarah yang tampak percaya diri bisa mendapatkan Adi. Memang tidak salah bagi seorang Sarah untuk bisa berkata demikian. Sebab Adi terlihat seperti tertarik juga pada Sarah. Jadi apa yang Sarah ucapkan adalah hal yang benar adanya. Dia memang akan membuat Adi jatuh ke pelukannya. Menjadi selir baru untuk bermain setiap saat bersama dengan Sarah. Itu sudah pasti akan terjadi pada Sarah setiap saat.
__ADS_1
"Apa kamu yakin ingin memulai semuanya saat ini. Kamu tidak takut hal buruk akan terjadi padamu?" tanya Bianca.
"Untuk apa aku takut. Aku tidak akan pernah menyesali apa yang telah terjadi padaku. Semuanya akan baik-baik saja. Kamu tidak harus khawatir dengan semuanya." jawab Sarah penuh percaya diri.
Bianca senang dengan kepercayaan diri yang di tunjukkan oleh Sarah. Dia merasa Sarah akan segera keluar dari rasa sedih yang sedang di hadapi oleh dirinya saat ini. Mungkin Adi akan jadi orang yang tepat untuk menjadi selir Sarah. Dia adalah seorang pria yang terlihat penurut. Sehingga Sarah akan bisa mengatur dia untuk menjadi orang mudah di kontrolnya. Bianca yakin akan hal tersebut. Dia sudah yakin Adi akan benar-benar menjadi pria yang akan membuat Sarah bahagia kembali. Menemukan selera **** yang selama ini sudah berkurang dari seorang Raymond.
Bianca pun langsung menarik tangan Sarah untuk bertemu dengan Adi. Sarah sedikit malu-malu, tapi perlahan semuanya mencair begitu saja. Bianca adalah seorang yang jauh lebih pandai dalam mengendalikan suasana hati seseorang. Itu yang akan sangat mudah di rasakan oleh Bianca saat dia bisa membuat Adi dan Sarah mengobrol banyak hal.
Sarah masih merasa tidak enak dengan janjinya yang tidak di tepati. Sebagai imbalannya, Sarah memberikan permohonan maaf pada Adi. Selain itu, Sarah juga mempersoalkan Adi untuk meminta apapun dari dirinya. Adi bebas untuk meminta apa saja yang dia mau. Itu akan jadi hal yang paling baik untuk Adi.
Namun Sarah tetap merasa sungkan atas peristiwa tersebut. Dia tetap merasa bersalah pada Adi. Semuanya ingin kembali terlihat normal bagi Sarah. Dia tidak ingin melihat Adi akan mengingat kembali peristiwa itu. Adi harus segera bisa melupakan itu semua dari ingatannya.
__ADS_1
"Apa yang aku bisa lakukan untuk menebus kesalahanku itu. Sebutkan saja Adi!" pinta Sarah.
"Aku rasa itu berlebihan untuk diriku. Aku sama sekali tidak marah dengan semuanya. Aku hanya ingin memastikan saja, jika memang semalam kamu akan mengirim pesan atau tidak. Tapi karena kamu lupa, makanya kamu tidak mengirim pesan tersebut." ucap Adi.
"Aku pikir Adi ingin makan siang lagi bersama denganmu. Mungkin kamu bisa mengajak Adi makan siang bersama lagi. Kamu harus bisa mengajak dirinya makan siang lagi. Aku ada beberapa rekomendasi restoran Korea di sekitar sini. Kalian mungkin bisa makan bersama nanti siang." ucap Bianca.
"Jika Bu Sarah tidak keberatan. Aku siap makan siang bersama kembali." ucap Adi.
Sarah tidak menyangka Adi akan mengajak dirinya makan siang kembali. Ini seperti hal yang tidak di duga oleh Sarah. Oleh sebab itu Sarah seperti merasa ini adalah sebuah tanggung jawab besar. Mungkin saja Sarah akan makan siang bersama dengan Adi di restoran Korea yang di rekomendasikan oleh Bianca. Apalagi setiap restoran yang di rekomendasikan oleh Bianca adalah restoran yang memiliki makanan yang lezat. Itu semua menjadi hal yang paling baik untuk Sarah.
Bianca sendiri begitu senang dengan kedekatan dari Adi dan Sarah. Ini adalah awal dari kebahagiaan dari Sarah. Bianca merasa selama ini Sarah tidak pernah bahagia dengan pernikahan yang di jalani dengan Raymond. Mungkin di awal-awal pernikahan mereka terlihat bahagia. Tapi menjelang usia pernikahan yang semakin matang. Mereka justru terlihat sudah tidak memiliki rasa dalam pernikahan yang ada. Hanya ada anak yang membuat keduanya seolah baik-baik saja. Padahal keduanya sudah tidak bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani selama ini.
__ADS_1
Seperti layaknya rumah tangga Bianca yang terlihat baik-baik saja. Rumah tangga seorang Sarah pun hanya terlihat baik di luar saja. Namun ada sebuah borok besar yang ada di dalam rumah tangganya. Baik Bianca dan Sarah hanya menutupi apa yang ada pada diri mereka. Tapi tidak berani untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga mereka berdua. Sebab mereka hanya bisa bertahan dengan situasi sulit itu. Tidak pernah terpikir untuk pergi dengan kondisi yang sedang mereka hadapi.
Dengan adanya Adi yang akan membuat keseharian dari Sarah kembali aktif. Bianca yakin, Sarah bisa kembali menjalankan kehidupan yang begitu baik. Tidak ada lagi kesedihan yang sama. Akan muncul kebahagiaan yang ada di hidup Sarah. Tidak seperti apa yang saat ini sedang di alami oleh Sarah. Hidup dalam sebuah penderitaan yang mencekal hidupnya. Sarah benar-benar merasakan kehidupan yang seperti neraka.