
Kondisi ayahnya masih belum pulih sepenuhnya, Adi harus mengambil beberapa pakaian yang harus di kenakan oleh ibunya dan dia selama menunggu ayahnya di rumah sakit. Adi pun harus segera mengambil pakaiannya di rumah.
Namun Adi terkejut saat melihat dua orang berbadan besar berada di luar rumahnya. Keduanya terlihat mengintimidasi pembantu Adi dengan perkataan yang begitu kasar. Sehingga pembantu Adi pun begitu ketakutan akan kedua orang berbadan besar tersebut.
Adi yang penasaran dengan kedua orang tersebut. Dia pun segera menghampiri kedua pria itu dengan rasa penasaran yang cukup besar. Mungkin ada sesuatu yang terjadi, sehingga kedua orang itu datang ke rumah Adi. Bahkan keduanya sampai mengintimidasi pembantu di rumah Adi dengan begitu menyeramkannya.
"Ada apa ini?" tanya Adi dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Apakah Bapak adalah Pak Gusti?" tanya salah satu orang tersebut.
"Bukan, saya anaknya Pak Gusti." jawab Adi dengan tegasnya.
"Saya hanya ingin menyampaikan pada Bapak. Jika rumah Ayah anda ini, sudah akan di sita bank. Saya harap rumah ini akan segera di kosongkan. Sebab itu adalah perintah bank yang harus segera di taati oleh Pak Gusti." titah salah seorang lainnya.
"Saya tidak bisa menjelaskan semuanya. Pada intinya ada hutang yang tidak bisa di lunasi oleh Ayah anda. Sehingga rumah ini sebagai jaminan harus menjadi korbannya." jawab pria itu.
__ADS_1
Tentu Adi terkejut dengan apa yang terjadi pada ayahnya. Mungkin kebangkrutan dari ayahnya sudah bisa Adi rasakan beberapa minggu terakhir. Tapi jika harus kehilangan rumahnya. Tentu itu adalah hal yang tidak pernah di bayangkan oleh Adi sebelumnya. Bagaimana pun juga rumah itu adalah tempat satu-satunya untuk bernaung bagi keluarga Adi. Jika rumah itu di sita, di mana lagi keluarga Adi akan tinggal. Itu akan jadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi Adi yang merupakan anak sulung di keluarga ayahnya.
Kedua orang itu pun segera berpamitan pada Adi. Apalagi tugas mereka sudah selesai. Mereka sudah menyampaikan apa yang menjadi amanah dari pihak bank. Sehingga tidak ada yang harus di sampaikan lagi pada keluarga ayah Adi. Itu yang sampaikan oleh kedua orang tersebut.
Pembantu Adi yang akhirnya tahu dengan kebangkrutan yang terjadi pada keluarga Adi. Seolah tidak percaya dengan semuanya. Apalagi keluarga Adi selama ini di kenal sebagai keluarga konglomerat yang memiliki banyak harta. Namun bisa-bisanya mereka kehilangan semua yang di milikinya saat ini. Bahkan rumah yang seharusnya bisa mereka tahan, kini sudah harus jatuh ke tangan bank. Ini akan jadi hari yang paling buruk bagi pembantu di rumah Adi tersebut.
Adi pun tidak bisa melakukan apapun untuk merubah semuanya. Ini akan menjadi hal yang paling buruk dalam kehidupan di keluarganya. Semua yang di miliki oleh keluarganya kini sudah hilang begitu saja. Kini sudah tidak ada lagi apapun yang bisa Adi harapkan. Dia hanya bisa merenungi apa yang terjadi pada dirinya. Mungkin hidupnya akan lebih baik dengan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Tapi tidak dengan apa yang terjadi di hari ini. Adi benar-benar merasa kehilangan semuanya begitu cepat, hidupnya seperti sudah tidak ada lagi yang bisa di harapkan. Sebab semuanya sudah hilang dalam dirinya. Adi pun hanya punya dua pilihan, bertahan dengan berjuang. Atau mungkin dia akan menyerah dengan keadaan yang ada. Itu harus segera Adi putuskan.
__ADS_1