
Ingin memberikan kejutan pada suaminya sendiri, Sarah pun berniat membuat sebuah sarapan untuk Raymond. Dia terlihat sudah begitu siap membuat nasi goreng sosis yang minggu lalu dia lihat di salah satu jejaring video. Sarah yakin nasi goreng buatannya akan membuat suaminya tersebut semakin cinta pada dirinya.
Sarah yang ingin nasi goreng itu di buat oleh dirinya sendiri. Tidak ingin di bantu oleh Intan yang merupakan pembantu di rumahnya. Sarah meminta Intan untuk mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan oleh Intan. Jadi untuk sarapan di pagi ini, Sarah meminta itu di serahkan pada dirinya.
Intan tidak bisa menolak apa yang di minta oleh Sarah. Dia pun dengan senang hati menerima permintaan dari Sarah tersebut. Kini Intan tidak akan pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Intan mungkin akan memulai pagi ini dengan mencuci pakaian serta menyapu halaman rumah yang terlihat sudah begitu kotor.
Sarah pun melanjutkan pekerjaan pagi yang menyenangkan bagi dirinya tersebut. Dia benar-benar membuat nasi goreng itu dengan istimewa. Tentu Sarah berharap Raymond akan sarapan bersama dengan dirinya dan kedua anaknya. Apalagi Sarah sudah meluangkan waktu untuk memasak sarapan di tengah kesibukan yang padat. Sarah pun merasa ini adalah hari yang paling istimewa untuk dirinya.
Aroma nasi goreng istimewa buatan Sarah sudah tercium ke seluruh penjuru ruangan. Semua anggota keluarga sudah mencium aroma harum yang di hasilkan. Mereka bisa merasakan bagaimana aroma wangi itu mulai mereka bisa rasakan.
Dua anak Sarah yang baru bangun tidur, langsung tergoda dengan aroma harum yang tiba-tiba muncul tersebut. Mereka berdua pun langsung datang ke dapur untuk menemui Sarah. Apalagi mereka tahu betul akan masakan Sarah yang terkenal lezat tersebut.
"Mama lagi masak apa?" tanya Viona yang merupakan anak sulung Sarah.
__ADS_1
"Mama lagi masak nasi goreng. Viona mau makan nasi goreng?" jawab Sarah dengan penuh senyuman.
"Asyik nasi goreng. Adnan suka banget nasi goreng buatan Mama. Adnan bakal habisin nasi goreng tersebut." ucap Adnan dengan penuh semangat.
Adnan dan Viona pun di minta untuk menunggu Sarah membawa nada goreng itu ke meja makan. Mereka berdua benar-benar sudah tidak sabar untuk merasakan masakan yang di buat oleh Sarah. Apalagi Sarah tidak pernah masak di hari kerja. Mereka merasakan masakan Sarah ketika Sarah libur di hari minggu saja. Itu pun jika Sarah tidak merasa lelah.
Raymond yang masih tertidur di dalam kamar, sama sekali tidak ingat dengan meeting yang harus di jalani. Dia masih sempat-sempatnya untuk kembali tidur saat alarm yang sudah dia seting, dimatikan begitu saja. Hingga Raymond pun kembali tertidur dengan begitu nyenyaknya.
Namun saat Sarah membangunkan Raymond untuk untuk sarapan, saat itu Raymond benar-benar panik. Dia melirik ke arah jam, di mana kini sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Sementara dirinya masih berada di atas tempat tidur. Raymond harus segera bergegas ke kamar mandi, sebab meeting yang harus dia jalani tidak boleh di lewatkan begitu saja. Itu yang saat ini sedang di pikirkan oleh Raymond. Hingga dia pergi ke kamar mandi dengan terburu-buru.
Sarah menunggu Raymond datang ke meja makan bersama dengan kedua anaknya. Dia sudah tidak sabar untuk sarapan bersama dengan Raymond. Di mana masakan dari Sarah akan membuat pagi Raymond di hari ini akan semakin baik lagi. Ini adalah momen yang cukup langka terjadi di pagi hari. Momen yang paling di tunggu oleh Sarah sebagai istri dan seorang ibu.
Raymond yang di tunggu oleh Sarah, pada akhirnya datang dengan pakaian rapinya. Sebuah tas sudah berada di tangannya, pria itu hanya tinggal pergi menuju ke kantor. Sebab sudah ada bos yang menunggu dirinya di tempat kerja.
__ADS_1
Sarah mencoba menarik Raymond untuk duduk bersama dengan dirinya dan kedua anaknya. Tapi Raymond yang sudah tidak memiliki banyak waktu, harus segera pergi meninggalkan meja makan. Dia harus segera pergi untuk bertemu dengan bosnya. Apalagi ada meeting besar di hari ini. Raymond tidak boleh melewatkan meeting di hari ini. Sehingga nama baik dari Raymond tidak akan hancur.
Sarah yang sudah bersusah payah untuk menyiapkan semua menu sarapan di pagi ini. Terlihat begitu sedih saat Raymond menolak ajakan sarapan bersama dengan dirinya. Sarah merasa Raymond tidak memiliki empati sedikit pun pada dirinya. Padahal Sarah sudah bersusah payah untuk membuat nasi goreng yang akan pada dirinya dan kedua anaknya. Tapi Raymond justru malah lebih memilih untuk pergi. Itu yang buat Sarah merasa bersedih dengan penolakan yang di lakukan oleh Raymond.
"Kamu tidak punya hati Raymond!" ucap Sarah dengan tegasnya.
Raymond yang sudah berjalan meninggalkan Sarah, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dia merasa apa yang di katakan oleh Sarah adalah hal yang sama sekali tidak benar. Menyebut Raymond seorang yang tidak memiliki hati adalah hal yang salah. Itu yang membuat Raymond merasa Sarah salah menyebut dirinya dengan sebutan seperti itu.
Raymond pun membalikkan tubuhnya, wajahnya paniknya seketika berubah menjadi marah mendengar apa yang di ucapkan oleh Sarah. Dia merasa Sarah sudah begitu salah dalam hal tersebut. Sehingga Raymond sama sekali tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Sarah pada dirinya.
"Apa kamu bilang, aku tidak punya hati. Sarah dengarkan aku. Kamu, jauh lebih tidak punya hati. Aku sudah bilang kamu jangan bekerja, biar kamu jadi istri dan ibu yang baik. Tapi apa! Kamu tidak pernah mendengarkan apa yang aku minta. Sekarang kamu bilang aku tidak punya hati. Hebat... Hebat." ucap Raymond dengan mata melotot.
Melihat orangtuanya yang mulai bertengkar, Viona dan Adnan pun seketika panik. Mereka berdua yang takut akan terjadi hal buruk pada keduanya. Memilih untuk pergi ke kamar masing-masing. Mereka yakin, ini akan jadi pertengkaran yang hebat. Sehingga mereka lebih memilih untuk segera pergi ke dalam kamar masing-masing.
__ADS_1
Sarah yang tidak ingin persoalan ini semakin menjadi besar. Pada akhirnya lebih memilih pergi meninggalkan Raymond. Dia sudah yakin, jika emosi Raymond akan meledak saat dirinya bersuara. Apalagi Sarah merasa Raymond adalah tipikal orang mudah terpancing emosi. Saat dirinya berkata, mungkin di sana Raymond akan mulai mengatakan hal buruk pada dirinya.