Masih Ada Rumahku Untukmu

Masih Ada Rumahku Untukmu
Sarah Semakin Luluh


__ADS_3

Bianca mengirim pesan singkat pada Sarah. Sudah tepat waktu makan siang di mulai. Di mana Sarah harus segera mengajak Adi untuk pergi makan siang bersama. Bianca sudah tidak sabar melihat kebahagiaan dari Sarah yang akan segera tiba.


Sarah tersenyum dengan perhatian yang di tunjukkan oleh Bianca. Dia tidak menyangka Bianca akan begitu perhatiannya pada seorang Sarah. Mungkin Bianca sudah tidak sabar untuk melihat Sarah bisa bahagia seperti yang di rasakan oleh dirinya saat ini. Di mana Bianca memiliki seorang pria idaman lain yang selalu membawa kebahagiaan untuk dirinya.


Sarah yang masih malu-malu kucing pada Adi, terlihat sama sekali tidak ingin memulainya. Dia masih merasa sungkan untuk memulai semuanya. Sarah pikir ini adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk dia. Sehingga dia harus menunggu Adi yang akan memulainya. Baru Sarah akan menerima apa yang Adi lakukan.


Sarah berharap dalam beberapa menit ke depan akan ada pesan yang Adi kirim pada dirinya. Mungkin saja pesan itu akan membuat Sarah merasa gembira, sebab pesan itu akan berisi ajakan makan siang dari Adi pada Sarah.


Tidak harus menunggu pesan, Adi dengan penuh percaya diri datang ke ruang kerja Sarah untuk mengajak dia makan siang bersama. Sarah seketika terkejut dengan kedatangan dari pria itu. Sama sekali tidak terpikirkan oleh Sarah, Adi akan datang ke ruang kerjanya untuk mengajak Sarah makan siang bersama.


Kedatangan dari Adi ke ruang kerjanya, sedikit membuat Sarah terlihat salah tingkah. Apalagi Adi begitu frontal mengajak Sarah untuk makan bersama. Ini seperti kenangan Sarah bersama dengan Raymond beberapa tahun yang lalu. Ketika itu Raymond kerap mengajak Sarah makan siang bersama. Kini hal itu kembali terjadi pada Sarah. Namun dengan orang berbeda. Pria yang jauh lebih muda dari Sarah saat ini.


"Apa kita akan makan di restoran Korea yang di rekomendasikan oleh bu Bianca?" tanya Adi sedikit grogi.


"Jika kamu mau, mungkin aku akan ikut saja." jawab Sarah dengan wajah malu-malunya.


"Mungkin restoran itu enak. Mengapa kita tidak coba saja. Lagi pula ini bukan hal yang baru bagiku. Masakan Korea adalah salah satu masakan yang aku suka. Walaupun aku tidak suka drama Korea." ucap Adi.


Sarah pun tersenyum saat Adi mengatakan jika dirinya tidak menyukai drama Korea. Sebab hal itu sama seperti yang di alami oleh Sarah. Dia juga bukan seorang yang suka dengan drama Korea. Bagi Sarah itu adalah hal yang sama sekali tidak menyenangkan. Oleh karena itu Sarah kurang menyukai drama Korea. Hal yang harus Sarah hindari.


Sarah yang masih sedikit kaku, terlihat masih cukup malu-malu. Dia sebenarnya menyukai setiap perjalanan bersama dengan Adi. Ini adalah perjalanan yang menyenangkan. Tapi Sarah masih merasa bersalah pada seorang Raymond. Sebab apa yang Sarah lakukan hari ini adalah sebuah kesalahan besar. Dia seharusnya menghindari perselingkuhan yang mungkin akan terjadi saat dirinya bersama dengan Adi. Tapi Sarah justru terlihat begitu menikmati momen yang ada. Sehingga Sarah berpotensi jatuh ke dalam jurang perselingkuhan dengan Adi.


Adi yang ingin Sarah berjalan di depan dirinya. Meminta perempuan itu untuk jalan di depan Adi terlebih dahulu. Apalagi Sarah adalah bos Adi di kantor. Akan sangat tidak sopan bagi Adi untuk berjalan di depan Sarah.

__ADS_1


Tetapi Sarah merasa tidak nyaman juga saat harus berjalan di depan pria yang dia sukai. Baginya Adi adalah tetap seorang pria yang harus di hormati olehnya. Sehingga Sarah pun berpikir Adi lebih layak untuk berjalan di depannya. Bukan dia yang sama sekali tidak layak berjalan di depan Adi.


Ada sedikit perdebatan yang terjadi antara Sarah dan Adi. Mereka berdua sama-sama berusaha membuat situasi yang cukup pelik. Untungnya Adi bisa mengalah, sehingga dia yang berjalan di depan Sarah.


Sekali pun berjalan di depan Sarah, Adi tetap tidak membuat suasana perjalanan menuju mobil itu terasa kaku. Dia tetap mengobrol banyak hal yang begitu seru dengan Sarah. Sehingga perlahan obrolan yang ada itu menjadi obrolan yang semakin hangat. Adi dan Sarah semakin dekat. Mereka benar-benar merasakan sebuah kebahagiaan tersendiri.


Beberapa staf di kantor Sarah mulai cemburu dengan kedekatan dari Sarah dan Adi. Apalagi Adi adalah karyawan baru di perusahaan itu. Mereka pun merasa Adi mulai melakukan teknik menjilat. Sehingga staf di kantor mulai menandai Adi sebagai salah satu staf kantor yang bahaya.


Adi tidak peduli dengan respon dari teman kerja. Bagi dia, selama dia mengerjakan tugasnya sesuai dengan apa yang di perintahkan. Adi akan melakukan semuanya dengan baik. Tidak ada yang harus Adi takutkan untuk semuanya. Oleh sebab itu Adi merasa ini adalah sebuah kesempatan besar bagi dirinya untuk bisa kembali mendapatkan kepercayaan diri.


Sarah memberikan kunci mobilnya pada Adi. Dia ingin Adi kembali membawa mobilnya itu menuju tempat makan yang akan mereka tuju. Sarah sudah tidak sabar untuk segera makan bersama dengan Adi. Apalagi Sarah sudah benar-benar lapar di siang ini. Sepertinya bukan hal yang sulit untuk Sarah bisa merasakan sensasi makan siang di salah satu restoran Korea. Sehingga Sarah pun meminta Adi untuk membawa mobil tersebut dengan kecepatan yang tinggi.


Permintaan dari Sarah adalah sebuah perintah yang harus Adi turuti. Dia segera membawa mobil tersebut dengan kecepatan yang begitu cepat. Sarah yang awalnya meminta Adi membawa mobil miliknya dengan kecepatan yang tinggi. Namun kini Sarah justru takut hal buruk akan terjadi. Beberapa hal buruk mungkin saja akan terjadi pada mereka berdua. Selain berpotensi celaka dengan kecepatan tinggi yang di bawa oleh Adi. Surat tilang dari polisi sudah pasti akan di terima oleh Adi dengan cara Adi membawa mobil seperti itu. Akhirnya Sarah pun meminta Adi membawa mobil itu dengan kecepatan yang tidak terlalu kencang. Dia bisa membawa mobil itu dengan kecepatan normal saja.


"Apa kamu pernah bekerja sebelumnya Adi?" tanya Sarah sedikit basa-basi.


"Aku tidak pernah terpikir untuk bekerja. Sebab aku pikir warisan orangtuaku cukup untuk membiayai hidupku. Tapi nyatanya semua salah. Bisnis orangtuaku hancur. Akhirnya aku harus bisa berjuang untuk diriku sendiri. Itu yang harus aku lakukan." jawab Adi sedikit santai.


"Jadi sejak kamu lulus, kamu tidak pernah bekerja?" tanya Sarah kembali.


"Tidak pernah." jawab Adi menggelengkan kepala.


Adi memang bukan tipikal pria yang bertanggung jawab. Mungkin jika Sarah menjalin hubungan dengan Adi, dia tidak akan pernah jatuh cinta. Sebab semuanya hanya di lakukan dengan nafsu sesaat saja. Daripada Sarah harus menyewa pekerja **** komersial. Mungkin Sarah bisa menjadikan Adi sebagai salah satu orang dalam mengimplementasikan fantasi liar dia dalam hal bercinta.

__ADS_1


Sarah tersenyum sendiri dengan apa yang Adi ceritakan pada dirinya. Adi memang layak untuk di jadikan selir Sarah saat ini. Melakukan perselingkuhan itu memang kejam. Tapi bagaimana pun juga ini adalah cara Sarah untuk bisa membuat fantasi liarnya tetap hidup. Ketika suami Sarah gagal menciptakan fantasi Sarah yang baik. Itu memang benar-benar sebuah kabar Baim untuk Sarah.


Restoran yang akan menjadi tempat makan siang Adi dan Sarah pun akhirnya telah berada di depan mata mereka. Adi tepat memarkir mobil Sarah di depan restoran tersebut.


"Akhirnya kita telah sampai di restoran itu. Sepertinya banyak orang makan siang di sini. Mungkin benar apa yang di bilang oleh Bianca. Jika restoran ini adalah restoran yang rekomendasi. Jadi banyak orang yang datang ke sini." ucap Adi melirik ke arah restoran.


"Sepertinya begitu. Aku jadi tidak sabar untuk segera mencoba makanan di restoran itu. Apa mungkin seenak yang Bianca ceritakan. Atau tidak sesuai ekspektasi kita." balas Sarah.


Untuk menunjukkan bagaimana seorang Adi adalah pria romantis. Dia tanpa ragu melepaskan sabuk pengaman yang mengikat tubuh Sarah. Secara perlahan Adi melepaskan sabuk pengaman itu secara perlahan. Apalagi Adi terlihat begitu berhasil membuat Sarah semakin jatuh hati. Dia benar-benar tidak bisa membuat Sarah berpaling.


Sarah terlihat semakin mengagumi sosok Adi. Bagi dirinya Adi adalah seorang yang sempurna. Kebaikan dari dirinya begitu mempesona Sarah. Itu benar-benar membuat Sarah merasa menemukan sosok Raymond muda dalam diri Adi. Pria kharismatik yang penuh perhatian pada Sarah. Tidak salah seorang Sarah menaruh perhatian lebih terhadap Adi. Apalagi dia benar-benar mulai merasa bosan dengan hubungan rumah tangganya dengan Raymond.


Tidak hanya membukakan sabuk pengaman saja, Adi juga membantu Sarah dalam membuka pintu mobilnya. Sarah semakin percaya akan kebaikan Adi yang begitu tulus pada dirinya. Ia benar-benar merasa Adi adalah seorang yang cukup sempurna untuk dirinya. Tidak heran Sarah semakin jatuh hati pada Adi.


"Aku pikir kamu adalah pria paling romantis di dunia ini. Kamu begitu memahami apa yang menjadi harapanku." puji Sarah dengan sebuah senyuman.


Adi tertawa mendengar ucapan dari Sarah. Dia merasa kini sosok Sarah adalah perempuan yang jauh lebih sempurna dari perempuan yang selama ini Adi temui. Dia seorang yang baik hati dengan apa yang telah dia lakukan pada Adi. Itu yang membuat Adi merasa bahagia ketika berada bersama dengan Sarah.


"Romantis. Aku bukan pangeran Disney, jadi untuk romantis sepertinya aku masih jauh. Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk dirimu saja." ucap Adi semakin romantis.


Sarah pun semakin terkesan dengan apa yang Adi ucapkan pada dirinya. Semuanya benar-benar tidak pernah Sarah duga. Bagaimana Adi memperlakukan Sarah begitu baik. Perlakuan yang sudah tidak pernah Sarah dapatkan dari Raymond dalam tahun-tahun terakhir. Ini adalah hal luar biasa bagi seorang Sarah.


Mereka berjalan bergandengan masuk ke dalam restoran. Sudah tidak ada rasa sungkan dalam diri Adi kembali. Dia benar-benar merasakan Sarah seperti pasangannya. Sehingga Adi berani melakukan banyak hal yang tidak pernah di duga sebelumnya.

__ADS_1


Sarah sedikit gemetar saat tangan Adi mulai menggandeng dirinya. Apalagi Sarah adalah seorang yang mudah luluh dengan hal romantis. Begitu juga dengan apa yang Adi lakukan pada dirinya. Ini seperti hal yang tidak pernah di lakukan oleh Adi sebelumnya. Hingga Sarah semakin merasa di atas angin.


__ADS_2