
Sebelum berangkat kerja, perut Adi terasa begitu sakit. Dia belum sarapan sama sekali, sehingga Adi harus bisa mengisi perutnya dengan makanan yang akan membuat dirinya kenyang. Mungkin makanan pokok seperti nasi uduk adalah ide yang baik untuk Adi. Tapi Adi mulai bosan dengan nasi uduk dan segala jenisnya, dia ingin sarapan nasi yang lain. Mungkin nasi dalam bentuk yang lebih ramah untuk di cerna oleh lambungnya. Menu itu tentunya adalah bubur ayam.
Masih 30 menit bagi Adi untuk sarapan terlebih dahulu. Dia bisa menghabiskan 30 menit itu untuk makan bubur di pinggir jalan. Tempat itu adalah tempat yang cukup nyaman untuk bisa di singgahi oleh Adi. Sehingga dia sudah tidak sabar untuk segera pergi ke tempat bubur ayam itu berada.
Adi yang tidak memiliki kendaraan, menumpang pada salah satu tetangganya. Kebetulan arah tempat kerja tetangganya itu satu arah dengan kantor Adi. Mereka pun bisa berangkat bersama, dengan uang bensin setengahnya berasal dari Adi.
Tidak jauh dari kantor, Adi melihat sebuah gerobak bubur. Tidak terlalu banyak orang di sana, sehingga tempat itu cocok untuk Adi jadikan lokasi sarapannya. Adi segera meminta tetangganya itu untuk menurunkan Adi di tempat bubur ayam tersebut. Sebab Adi ingin sarapan terlebih dahulu.
"Kantor kamu masih di sanakan. Kenapa kamu turun di sini?" tanya tetangga Adi sedikit bingung.
"Aku ingin sarapan terlebih dahulu. Makanya aku turun di sini." jawab Adi sedikit malu-malu.
"Kamu belum sarapan, tahu gitu tadi kamu makan di rumahku saja. Istriku masak banyak tadi." ucap tetangga Adi kembali.
"Tidak usah, aku tidak ingin membuatmu repot. Apalagi membuat istrimu repot. Sepertinya itu adalah hal yang tidak akan pernah aku lakukan." ucap Adi.
Tetangga Adi pun tertawa dengan apa yang Adi sampaikan. Dia merasa itu adalah hal yang sama sekali tidak membuat dirinya merasa di repotkan oleh Adi. Istrinya kerap masak banyak, jadi daripada harus di buang olehnya. Lebih baik Adi ikut makan bersama dengan dirinya dan istrinya.
Adi begitu berterima kasih atas tawaran yang di berikan oleh tetangganya tersebut. Apalagi tawaran itu sangat menggiurkan untuk Adi. Tapi dia juga harus sadar diri untuk lebih menahan semuanya. Jadi itu tidak akan menjadi sebuah kebiasaan bagi Adi. Dia harus bisa lebih memilih dan memilah segalanya. Untuk menjadi tidak kebiasaan untuknya di masa yang akan datang. Itu yang selalu di tekankan oleh Adi. Dia harus bisa lebih sadar diri lagi.
Tetangga Adi itu pun berpamitan pada Adi, dia harus segera membawa motornya itu menuju tempat kerja. Sudah hampir telat juga bagi tetangga Adi itu untuk segera sampai di tempat kerja. Oleh sebab itu Adi berharap tetangganya itu tidak akan telat untuk sampai di tempat kerja. Apalagi tetangga Adi itu sudah mengantar Adi ke tempat kerjanya. Ada hal yang membuat Adi begitu senang dengan semuanya.
Adi pun langsung memesan satu mangkuk bubur ayam komplit. Di mana dia sudah tidak tahan dengan aroma yang keluar dari bubur itu saat di buka oleh pedagang tersebut. Adi begitu senang dengan aroma yang tercipta. Hingga Adi pun merasa gembira dengan dirinya saat ini.
Begitu bubur itu sudah berada di tangannya, Adi pun sudah tidak sabar untuk menyantap bubur tersebut. Dia terlihat begitu bernafsu untuk menyantap bubur ayam tersebut.
__ADS_1
Adi memang seorang pria yang rusak, tapi dia tetap ingat Tuhan ketika akan makan. Dia berdoa dengan begitu khusyuk, berharap bubur ayam yang akan di makan oleh Adi akan menjadi sebuah keberkahan untuk dirinya juga. Sehingga Adi akan merasakan bubur ayam itu dengan begitu enaknya.
Benar-benar lezat, rasa bubur ayam itu begitu enak saat Adi mulai menyuap untuk pertama kali. Dia merasakan sensasi yang cukup berbeda. Di mana ada merasa ini adalah bubur ayam yang cukup lezat. Apalagi tekstur bubur ayam itu terasa benar-benar pas. Tidak encer seperti bubur ayam biasanya, bubur ayam ini terasa begitu lezat. Sehingga Adi begitu senang dengan bubur ayam yang di beli olehnya. Mungkin Adi akan memberikan penilaian di atas 9 untuk bubur ayam yang di makan olehnya tersebut.
Ketika Adi hampir menghabiskan bubur ayam miliknya. Adi di kejutkan dengan suara klakson mobil Sarah. Adi hampir menjatuhkan mangkuk miliknya. Untung Adi masih bisa refleks, sehingga dia tidak menjatuhkan mangkuk miliknya tersebut.
Sarah yang masih berada di dalam mobil, tertawa melihat Adi yang hampir menjatuhkan mangkuk buburnya. Dia merasa itu adalah kejadian yang cukup unik, di mana Adi hampir saja menjatuhkan mangkuk itu. Padahal dia hanya mendengar suara klakson dari mobil Sarah saja. Belum mendengar klakson dari mobil bermuatan besar yang terdengar bising tersebut.
Adi sedikit malu-malu saat Sarah melihat dirinya berada di tukang bubur tersebut. Apalagi Adi makan dengan begitu bernafsu. Itu semakin membuat Adi merasa hal yang berbeda dengan apa yang terjadi pada dirinya. Namun Adi tidak lupa untuk menawarkan makan pada Sarah. Mungkin saja Sarah ingin makan bubur ayam seperti Adi. Itu bukan hal yang buruk bagi Adi untuk menawarkan bubur itu pada Sarah.
Sarah yang sudah kenyang, menolak halus tawaran dari Adi tersebut. Namun dia begitu gregetan saat melihat sedikit kotoran yang ada di sisi kiri mulut Adi. Sarah begitu ingin membersihkan kotoran itu dengan selembar tissue. Sehingga wajah Adi akan kembali bersih lagi.
"Kamu tahu ada sesuatu yang menempel di wajah kamu?" tanya Sarah.
Sarah yang sudah tidak tahan untuk membersihkan kotoran yang ada di wajah Adi. Akhirnya turun dari mobil mewahnya tersebut. Dia pun berjalan mendekat ke arah Adi dengan membawa beberapa lembar tissue. Tentu dia sudah siap untuk membersihkan kotoran yang ada di wajah Adi tersebut.
Adi pun begitu senang saat Sarah mulai membersihkan kotoran yang ada di wajahnya. Di mana Sarah dengan begitu perhatiannya mulai membersihkan kotoran itu dengan beberapa lembar tissue yang di bawa olehnya. Adi sangat beruntung dengan apa yang di lakukan oleh Sarah pada dirinya. Itu menjadi hal yang tidak pernah di duga oleh Adi. Dia akan mendapatkan perhatian yang besar dari Sarah. Semuanya seperti hal yang tidak pernah di duga oleh Adi.
"Sekarang kamu jadi ganteng lagikan." ucap Sarah dengan sebuah senyum kecil.
Adi pun membalas apa yang di lakukan oleh Sarah dengan sebuah senyuman kecil juga. Dia merasa ini adalah hal yang tidak pernah di duga oleh Adi. Dia akan bertemu dengan sosok perempuan seperti Sarah. Perempuan cantik, dewasa dan perhatian pada dirinya. Walaupun perbedaan umur mereka cukup jauh. Namun itu bukan persoalan bagi Adi, sebab dia merasa bahagia bisa berada di dekat seorang Sarah.
"Terima kasih, kamu selalu menolong dan perhatian padaku." ucap Adi dengan senyum kecil.
Sarah tidak menjawab ucapan dari Adi. Dia hanya membalas dengan sebuah senyuman manis pada pria yang mulai membuatnya jatuh cinta itu. Bagi Sarah itu adalah hal yang sudah biasa di lakukan oleh dirinya. Apalagi Adi adalah seorang pria yang dia sukai, tidak salah bagi Sarah untuk memberikan sebuah perhatian yang besar bagi Adi. Itu sudah menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Sarah dalam menunjukkan rasa yang ada di hatinya.
__ADS_1
"Kamu mau sarapan?" tanya Adi menyodorkan bubur miliknya yang masih tersisa sedikit lagi.
Bubur itu yang cukup menggoda, membuat Sarah tertarik untuk mencobanya. Sebelum membelinya, Sarah ingin mencicipi terlebih dahulu bubur milik Adi.
Sarah sebenarnya akan mengambil sendok milik Adi. Tapi saat dia akan mengambil sendok itu, Adi langsung melarangnya. Biarkan Adi yang akan menyuapi Sarah dengan sendok itu. Sehingga tangan Sarah tidak akan kotor dengan sendok itu.
Adi pun perlahan mulai menyuapi Sarah secara perlahan. Dia tahu bagaimana bisa membuat Sarah semakin di mabuk cinta. Hingga Sarah benar-benar merasa seperti seorang perempuan paling beruntung. Di mana dia mendapatkan cinta yang tulus dari Adi.
"Aku merasa beruntung dengan semua yang aku miliki saat ini. Sepertinya ini adalah hari keberuntungan dalam hidupku. Bertemu dengan pria yang perhatian seperti Adi, ini adalah anugerah dalam hidupku." ucap Sarah di dalam hatinya.
"Bagaimana rasanya?" tanya Adi penasaran.
"Rasanya nikmat." Sarah menjawab rasa akan dirinya yang disuapi oleh Adi.
"Kamu mau pesan bubur ini untuk sarapan?" tanya Adi kembali.
Sarah yang lebih menikmati wajah Adi saat menyuapi dirinya. Sama sekali tidak bisa merasakan bubur itu secara utuh. Dia merasa ini seperti hal yang tidak pernah di bayangkan oleh Sarah. Bagaimana dirinya bisa benar-benar jatuh cinta pada pria yang usianya jauh dari dirinya. Apalagi Adi terlihat memiliki rasa yang sama dengan Sarah. Padahal Sarah selama ini tidak pernah merasakan perasaan yang sama seperti ini sebelumnya. Pada pria yang sering dia temui, yang hampir sama dengan Adi. Pria muda nan tampan serta memiliki karisma tersendiri. Ini benar-benar menjadi kali pertama bagi Sarah untuk bisa jatuh cinta pada seorang pria seperti Adi. Sarah benar-benar merasakan kebahagiaan yang semakin utuh di dalam hidupnya. Bagaimana pun Adi adalah sosok yang sempurna untuk dirinya. Itu benar-benar membuat Adi merasakan cinta yang tiada tara.
Sarah tentu bingung untuk memesan bubur tersebut. Sebab dia tidak menikmati rasa bubur itu secara menyeluruh. Apa yang dia ucapkan nikmat itu bukan rasa dari bubur itu sendiri. Melainkan rasa nikmat yang di rasakan oleh Sarah saat melihat bagaimana Adi begitu perhatian pada dirinya. Itu saja yang Sarah rasakan pada seorang Adi.
"Sepertinya tidak, aku sudah sarapan tadi di rumah. Lagi pula, jam masuk kerja sebentar lagi akan tiba. Jadi kita harus segera masuk kantor." ucap Sarah sedikit gugup.
"Baiklah kalau seperti itu. Sebentar aku makan sedikit lagi. Kita berangkat ke kantor bersama." ucap Adi melahap suapan terakhir.
Sarah melihat bagaimana Adi memakan bubur itu dengan begitu lezatnya. Bukan soal bubur yang di makan oleh Adi. Sarah melihat bagaimana bibir Adi yang menurutnya begitu sempurna. Sehingga pikiran kotornya mulai timbul seketika. Namun Sarah harus segera sadar, apa yang di pikirkan olehnya adalah hal yang sama sekali tidak baik. Dia akan segera bekerja, jadi harus segera fokus pada pekerjaan yang akan dia kerjain. Bukan memikirkan hal jorok yang sama sekali tidak harus dia pikirkan.
__ADS_1