
Abi adalah adik Erik satu-satunya. Tidak seperti Erik yang di kenal sebagai pria yang suka kehidupan malam. Abi justru adalah tipikal pria yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk berada di rumah. Tidak pernah terbesit dalam pikiran Abi untuk bisa pergi nongkrong bersama dengan teman-temannya. Apalagi sampai menghabiskan waktu semalaman untuk kelabing bersama dengan perempuan-perempuan malam. Tentu itu tidak akan di lakukan oleh Abi yang di kenal sebagai anak rumahan.
Abi tidak suka menggunakan fasilitas mewah yang di berikan oleh kedua orangtuanya. Dia lebih senang menumpang di angkutan umum untuk berpergian ke tempat apapun. Sudah sejak SMP Abi melakukan itu semua. Sehingga Abi sudah biasa hidup sederhana, tanpa ada campur tangan harta orangtuanya.
Abi terkejut saat melihat Adi yang turun dari sebuah angkutan umum. Ini kali pertama bagi Abi melihat bagaimana kakaknya tersebut turun pada angkutan umum. Biasanya Adi turun dari sebuah mobil mewah koleksi dari ayahnya. Namun kali ini dia harus turun dari angkutan umum biasa.
Abi mengucek matanya, dia ingin memastikan apa yang di lihatnya benar-benar adalah Adi. Dia khawatir salah melihat kakaknya tersebut. Sebab tidak mungkin bagi Adi mau untuk menumpang di sebuah angkutan umum yang di kenal tidak memiliki level tinggi. Namun kali ini Adi melakukan hal tersebut. Itu yang menjadi pertanyaan besar dalam diri Abi.
Namun saat Abi melihat Adi berada di hadapannya, baru Abi bisa memastikan jika orang yang di lihatnya benar-benar adalah Adi. Berarti apa yang Abi lihat sama sekali tidak salah. Adi benar-benar menumpang pada sebuah angkutan umum yang tidak pernah di lakukan oleh dirinya sebelumnya.
"Apa aku tidak salah lihat. Kamu tadi turun dari angkutan umum. Kemana mobil yang kamu biasa gunakan?" tanya Abi menarik tapi tasnya.
"Semua aset Ayah sudah di sita bank. Sudah tidak ada lagi yang tersisa. Semua mobil pribadi milikku juga telah di sita oleh bank. Makanya aku datang ke sini menggunakan angkutan umum." jawab Adi dengan suara lirih.
__ADS_1
Abi sama sekali tidak terkejut dengan apa yang terjadi pada keluarganya saat ini. Dia merasa ini adalah ujian besar yang harus di hadapi oleh keluarganya. Mungkin dengan cara seperti ini, mereka akan bisa lebih menghargai sebuah makna dari keluarga. Sebab selama ini mereka masih jauh dari nilai-nilai kekeluargaan yang ada. Tidak heran Abi merasa kehilangan sosok ayah dan ibu yang seharusnya selalu memberikan perhatian lebih pada dirinya. Begitu juga dengan Adi sebagai kakaknya yang tidak pernah peduli lagi akan Abi. Padahal dia berharap setiap anggota keluarga di rumahnya akan saling peduli satu sama lain. Namun nyatanya itu semua tidak di rasakan oleh Abi saat berada di rumah. Dia sama sekali tidak merasakan cinta dan perhatian dari kedua orangtuanya dan kakaknya sendiri.
"Ini adalah cobaan yang akan menaikan level hidup kita. Mungkin dengan cara ini kita bisa lebih kuat lagi." ucap Abi dengan santainya.
"Naik level? Ini justru turun level!" balas Adi sedikit kesal.
"Bagi Kakak yang selalu menganggap uang adalah segalanya. Mungkin ini adalah turun level dalam hidup kita. Tapi bagiku yang sama sekali tidak pernah merasakan uang itu sebagai jaminan kebahagiaan. Merasa ini adalah cara Tuhan untuk menyatukan kita dalam sebuah persatuan yang utuh sebagai sebuah keluarga." ucap Abi dengan santainya kembali.
Adi yang sudah tidak ingin beradu argumentasi dengan Abi. Pada akhirnya lebih memilih untuk tetap bersikap tenang. Dia merasa akan kalah jika dirinya harus beradu argumentasi dengan Abi. Apalagi Abi adalah seorang yang di kenal sebagai sosok yang suka dengan filosofi. Tidak heran jika dirinya akan mendapatkan sebuah jawaban untuk membantah apa yang Adi ucapkan.
Abi mengelus pundak Adi, dia memberikan semangat pada Adi yang saat ini tentu sedang dalam persoalan yang pelik. Namun Abi yakin Adi bisa belajar untuk jadi orang yang lebih dewasa lagi. Sebab bukan soal uang yang banyak yang bisa buat seseorang bahagia. Melainkan uang yang cukup yang akan membawa sebuah kebahagiaan tersendiri. Jadi Adi tidak harus bersedih dengan kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya. Abi akan mengajarkan pada Adi bagaimana cara hidup hemat.
Adi bukan Abi yang bisa melakukan itu semuanya. Harta yang melimpah yang selama ini seperti tidak habis-habis, ternyata hilang juga. Itu tidak pernah di duga oleh Adi sebelumnya. Apalagi Adi merasa apa yang di lakukan oleh dirinya selama ini adalah tindakan yang sudah sangat tepat. Tapi terkadang memang hidup harus di jalani dengan berat terlebih dahulu.
__ADS_1
Adi yang tidak ingin semakin berlarut dalam kesedihan yang ada. Mengajak Abi untuk mencari kontrakan yang cukup luas untuk bisa mereka tinggali. Mungkin untuk sementara waktu mereka akan tinggal di kontrakan itu terlebih dahulu. Sebelum mereka bisa kembali memiliki sebuah rumah yang layak.
Tidak. Ada masalah bagi Abi untuk mencari kontrakan yang sesuai. Diri sudah sering bertemu dengan teman-temannya yang memang mengontrak juga. Jadi dengan relasi yang di miliki oleh Abi, dirinya yakin bisa menemukan kontrakan yang sesuai untuk keluarganya.
Mereka pergi dengan sebuah angkutan umum. Adi melambaikan tangan kanannya, dia berusaha menghentikan laju angkutan umum yang lalu lalang di jalanan. Apalagi dia tidak pernah melakukan hal tersebut.
Adi yang tidak melihat ada kendaraan yang sedang melaju. Tanpa di sadari oleh Adi, tangannya hampir saja di tabrak oleh motor. Untung saja Abi cepat merespon, sehingga dia berhasil menyelamatkan tangan kakaknya dari motor tersebut.
Adi yang sudah cukup panik dengan insiden tersebut. Langsung mengelus dada saat Abi berhasil menyelamatkan tangannya itu. Adi pun langsung mengucapkan terima kasih pada Abi yang telah membantu dirinya. Itu hal yang tidak akan pernah Adi bayangkan saat dirinya tertabrak oleh motor tersebut.
Abi pun yang akhirnya menghentikan laju angkutan umum. Dia tidak ingin insiden yang sama kembali terulang. Ada banyak bahaya jalanan yang bisa terjadi pada Adi. Oleh sebab itu dia berusaha menghindari bahaya itu untuk Adi. Abi pun yakin dirinya bisa mengajarkan Adi kehidupan yang keras. Sehingga Adi tidak akan lembek seperti saat ini. Kehidupan keras harus di rasakan oleh Adi, sebab dirinya tidak akan pernah merasakan fasilitas mewah yang selama ini dia dapat dari kedua orangtuanya. Semuanya sudah hilang, Adi harus mulai terbiasa dengan situasi yang ada. Jadi dia harus bisa beradaptasi dengan apapun yang terjadi pada dirinya saat ini.
Akhirnya angkutan umum yang di tunggu oleh Adi dan Abi pun datang. Abi dan Adi segera memasuki angkutan umum tersebut. Adi yang tidak hati-hati dengan bagian atas pintu masuk angkutan umum tersebut. Tanpa sadar, Adi menabrak bagian atas pintu tersebut. Adi pun merasakan pusing serta rasa sakit. Bagaimana pun juga, hal itu membuat Adi begitu terkejut dengan apa yang ada.
__ADS_1
Abi berada dalam dua situasi, antara geli dengan apa yang terjadi. Namun juga merasa iba dengan hal yang Adi lakukan. Itu menjadi hal yang tidak pernah di lihat oleh Abi selama ini. Bagaimana seorang yang terbentur oleh bagian atas pintu masuk angkutan umum.