
Sarah seperti harus meluapkan rasa sedihnya dengan bercerita pada seseorang. Tapi dia adalah seorang yang tertutup. Tidak ada teman dekat yang bisa Sarah ajak bicara. Sehingga dia bingung untuk mencurahkan seluruh perasaan yang ada di hatinya saat ini.
Sarah mencari orang-orang yang bisa di ajak olehnya mengobrol. Namun sepertinya Sarah tidak menemukan orang yang bisa benar-benar paham perasaan yang sedang di alami oleh dirinya. Sarah benar-benar merasa sendiri dengan masalah yang mendera dirinya. Itu perasaan yang membuat Sarah begitu bersedih dengan semuanya.
Namun di tengah rasa buntu yang tengah mendera dalam diri Sarah saat ini. Muncul satu nama yang bisa Sarah ajak mengobrol akan persoalan yang sedang di hadapi oleh dirinya. Tentu orang tersebut adalah Bianca. Orang yang memiliki persoalan sama seperti Sarah saat ini. Mungkin Sarah akan bisa tenang saat berbicara pada Bianca. Apalagi Bianca adalah seorang yang pandai dalam memberikan solusi dalam persoalan rumah tangga. Rumah tangga Bianca juga jauh lebih lama di banding dengan Sarah. Jadi mungkin Bianca bisa memberikan Sarah solusi terbaik untuk persoalan yang saat ini sedang Sarah alami.
Tanpa ragu Sarah langsung menelpon Bianca. Mungkin dengan cara itu, Sarah bisa tahu apakah Bianca bisa mendengarkan semua curahan hati dari Sarah. Atau mungkin juga saat ini Bianca sedang sibuk. Sehingga dia tidak bisa menemani Sarah.
Tidak terlalu menunggu cukup lama bagi Sarah. Bianca akhirnya mengangkat panggilan telepon dari Sarah tersebut. Dia terlihat begitu antusias saat Sarah menelepon dirinya. Sebab Bianca sudah tahu, jika Sarah menelepon dirinya. Ada persoalan yang sedang terjadi dalam rumah tangga Sarah.
"Selamat malam Sarah. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Bianca dengan formal.
"Kamu lagi sibuk malam ini?" tanya balik Sarah.
"Tidak.... Memangnya ada apa?" jawab Bianca.
__ADS_1
"Aku ingin sedikit curhat padamu. Apakah kamu mau mendengarkan curhatanku?"
Benar apa yang di duga oleh Bianca. Saat ini Sarah sedang mengalami masalah yang serius dengan rumah tangganya. Sehingga dia menghubungi Bianca. Tentu saja tidak ada rasa keberatan bagi Bianca untuk bisa mendengarkan curhatan hati dari seorang Sarah. Apalagi Sarah ketika makan di luar selalu membayar semuanya sendiri. Jadi tidak ada alasan bagi Bianca untuk menolak ajakan dari Sarah tersebut.
Sarah sendiri merasa senang dengan pertemuan yang akan di lakukan oleh dirinya dan Bianca. Apalagi pertemuan itu akan menjadi pertemuan yang kesekian kalinya antara dirinya dan Bianca. Namun persoalan yang sedang di alami oleh Sarah kali ini adalah persoalan yang cukup serius. Sehingga dia harus bisa membicarakan itu semua secara tertutup dengan Bianca.
Pertemuan itu tentunya berlangsung di salah satu klub malam. Ini adalah tempat yang dahulu begitu di sukai oleh Bianca dan Sarah. Sewaktu mereka muda, keduanya kerap menghabiskan waktu untuk bersama di klub malam ini.
Sarah datang terlebih dahulu, sementara Bianca menyusul Sarah 15 menit kemudian. Mereka pun akhirnya bertemu tepat di jam 9 malam. Walaupun mereka besok pagi hari kembali bekerja. Namun pertemuan itu tetap membuat keduanya bersemangat. Apalagi Sarah yang sedang dalam persoalan pelik. Dia harus bisa mencurahkan semua perasaan yang ada di dalam hatinya saat ini juga pada Bianca. Jika tidak, mungkin Sarah tidak akan bisa tidur semalaman. Sebab dia akan terus merasakan perasaan yang teramat berat untuk melewatinya.
Menunggu botol minuman itu datang, Bianca mulai menyalakan rokok miliknya. Dia terlihat begitu lepas saat mengeluarkan asap dari dalam mulutnya. Seperti tidak ada beban yang ada di hidup Bianca saat ini. Dia laksana seekor burung yang bebas terbang ke mana pun dia mau. Bianca begitu bahagia dengan hidupnya.
Berbanding terbalik dengan Sarah yang terlihat begitu murung. Dia begitu sedih dengan rumah tangganya yang semakin hari semakin buruk. Sarah seperti berada dalam sebuah persimpangan yang cukup sulit. Bertahan demi kebahagiaan dua anaknya. Atau memilih pergi meninggalkan rumah tangga yang sama sekali sudah tidak membuat dia bahagia.
Sarah pun mulai bercerita bagaimana sikap dingin dari Raymond yang begitu membuat Sarah benci pada pria itu. Dia seperti tidak tertarik sama sekali pada Sarah. Padahal Sarah sudah melakukan hal terbaik untuk Raymond. Namun pria itu tetap seperti tidak bergairah pada Sarah. Padahal Sarah hanya ingin Raymond bisa seperti pria lainnya yang bisa memuaskan Sarah sebagai istrinya.
__ADS_1
Apa yang di ceritakan oleh Sarah tentu sudah lebih dulu di alami oleh Bianca. Dia sudah merasakan bagaimana dirinya merasa seperti tidak menjadi istri yang sempurna untuk suaminya. Oleh sebab itu Bianca melakukan hubungan terlarang dengan pria yang lebih muda. Sebab dia merasa pria lebih muda jauh bisa memberikan kepuasan yang di inginkan oleh dirinya. Mungkin jika Bianca hanya berharap dari suaminya, maka dia tidak akan merasakan puas. Justru hanya ada kekecewaan yang akan di rasakan oleh Bianca. Itu yang buat Bianca merasa harus melakukan hubungan terlarang dengan pria yang jauh lebih muda. Dengan begitu Bianca bisa terpenuhi secara hasrat seksual. Sebab itu yang di butuhkan oleh Bianca saat dirinya masih butuh pelukan seorang pria yang lebih kuat. Tentu memiliki hasrat yang menggebu seperti dirinya.
Hubungan terlarang, serta pria yang masih muda. Tentu ciri-ciri itu begitu cocok untuk menggambarkan seorang Adi. Mungkin saja Sarah bisa mencoba Adi untuk menjadi seorang pria yang akan memenuhi segala kebutuhan batinnya. Dia masih muda, memiliki semua yang Sarah inginkan.
Sarah juga ingat, seharusnya dia mengirim pesan pada Adi di jam 8 tadi. Namun Sarah yang lupa, justru tidak mengirimkan pesan tersebut. Dia lantas mengirim pesan pada Adi. Namun pesan itu tentu tidak bisa di baca oleh Adi segera. Saat ini Adi sudah dalam keadaan tidur. Dia sudah tidak bisa membalas pesan yang di kirim oleh Sarah tersebut.
Sedikit kecewa dengan apa yang terjadi, namun Sarah merasa ini adalah hal yang wajar untuk dirinya. Sebab semua kesalahan itu di sebab oleh Sarah yang lupa mengirimkan pesan pada Adi di jam 8 malam. Padahal dia sudah berjanji untuk mengirimkan pesan tersebut pada Adi. Namun Sarah justru lupa untuk mengirim pesan itu. Tentu ada sedikit kecewa dengan apa yang ada. Dia merasa seperti di permainan oleh Sarah. Oleh sebab itu Adi memilih untuk tidur.
Ada sedikit rasa panik yang di rasakan oleh Sarah saat ini. Dia yakin Adi akan marah pada dirinya, mengingat Sarah sudah membuat Adi kecewa berat. Dia tidak menempati janjinya sendiri. Sehingga ada sedikit kekecewaan yang melanda dirinya.
"Ada apa lagi Sar?" Bianca.
"Sepertinya aku lupa mengirim pesan untuk seseorang. Mungkin dia sekarang marah padaku." jawab Sarah menunduk.
"Mengirimkan pesan pada siapa?" tanya Bianca kembali.
__ADS_1