
Sarah masih begitu ingat kejadian di malam tadi yang membuatnya begitu marah terhadap Raymond. Bagaimana pria itu memaksa Sarah untuk melakukan bercinta, padahal Sarah masih cukup lelah. Itu menjadi hal yang membuat Sarah begitu kecewa akan Raymond.
Sarah menceritakan kejadian buruk itu pada Adi. Dia berharap pria itu akan sedikit bersimpati pada Sarah dengan peristiwa yang cukup membuat Sarah kecewa. Adi mungkin cocok menjadi tempat untuk berkeluh kesah bagi seorang Sarah.
Adi sudah duduk di bangku depan meja kerja Sarah. Dia sudah tidak sabar apa yang akan di bicarakan oleh Sarah pada dirinya. Ada suatu hal penting yang sepertinya ingin Sarah katakan. Sehingga dia memanggil Adi masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Ada sesuatu yang salah dengan pekerjaan saya?" tanya Adi sedikit formal.
"Tidak ada. Nyaris tidak ada sama sekali." jawab Sarah.
__ADS_1
"Lantas mengapa saya di panggil ke ruang kerja kamu?" tanya Adi kembali.
"Saya hanya ingin bercerita tentang hal penting dalam rumah tangga saya." jawab Sarah sedikit malu-malu.
"Hal penting dalam rumah tangga saya, apakah itu?" tanya Adi mulai penasaran.
Sarah ingin bercerita, tapi suara ketukan pintu dari luar mulai membatalkan semuanya. Sarah pun menghentikan ucapannya secara seketika. Mengingat ada seseorang yang hendak masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Permisi Bu, saya hanya ingin menyampaikan jika ada beberapa file penting yang harus segera Ibu tandatangani." ucap salah satu staf itu.
__ADS_1
Dengan isyarat jari telunjuk, Sarah meminta staf itu untuk mendekat pada dirinya. Staf itu segera mendatangi Sarah dengan membawa berkas-berkas tersebut. Apalagi Sarah merasa itu adalah berkas yang cukup penting dalam perusahaan. Sehingga ia tidak boleh egois untuk menundanya.
Sarah segera menandatangani berkas itu. Ada sekitar 5 file yang harus Sarah tandatangani. Hal itu perlahan membuat Adi mulai merasa jenuh, ia pun mulai tidak nyaman dengan semua pekerjaan yang sedang Sarah lakukan. Pria itu mudah bosan dengan hal kecil saja.
"Apakah ini masih cukup lama?" tanya Adi dengan wajah jenuhnya.
"Mungkin kamu bisa kembali bekerja. Saat ini ada beberapa hal yang harus aku kerjakan." jawab Sarah dengan penuh penyesalan.
"Baik jika seperti itu. Aku pikir ini memang tidak akan mudah. Aku harus segera pergi dari sini." ucap Adi menggeser kursinya.
__ADS_1
Adi segera pergi dengan wajah yang sedikit kesal. Pasalnya Sarah justru masih mementingkan pekerjaannya. Padahal dia sendiri yang meminta Adi untuk datang ke ruang kerjanya. Namun saat ini justru Sarah yang mendiamkan Adi begitu saja. Ini seperti hal yang tidak di duga oleh Adi. Wajahnya penuh kekecewaan pada Sarah.
Adi keluar dari ruang kerja Sarah dengan rasa kesal yang bercampur kecewa. Ini benar-benar tidak bisa di duga oleh Adi sebelumnya. Dia akan mendapatkan perlakuan yang sama dari Sarah. Mungkin Adi belum benar-benar menjadi seorang yang istimewa di hati Sarah. Sehingga ia masih di nomor duakan oleh Sarah. Padahal Adi berharap akan menjadi prioritas bagi Sarah. Nyatanya itu sama sekali tidak terjadi pada dirinya. Dia benar-benar sulit untuk menjadi prioritas untuk Sarah saat ini.