
Menyerah! Itu adalah kata terakhir yang di sebut oleh ayah Adi dengan kondisi dari dirinya saat ini. Mungkin dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Badannya sudah mulai rapuh dengan penyakit yang mulai menggerogotinya. Sudah tidak ada harapan untuk dirinya bisa kembali pulih seperti sediakala.
Wajahnya memerah saat Adi datang menghampiri dirinya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Umurnya memang sudah renta, tapi justru masalah besar ketika fisiknya sudah tidak lagi kuat seperti dulu.
__ADS_1
Tidak ada cita-cita yang ingin di raih, selain hidup sejahtera di usia senja. Namun itu hanya tinggal kenangan saja, hidupnya kini sudah berubah. Harta melimpah yang dahulu di miliki olehnya, kini satu persatu sudah hilang dalam genggamannya. Hidupnya penuh dengan kesengsaraan, hanya ada penyesalan yang di rasakan oleh dirinya.
Adi merasa iba dengan kondisi dari ayahnya. Sofa empuk yang biasa menjadi sandaran dari dirinya. Kini berganti dengan kursi plastik yang keras. Sudah tidak ada lagi hunian yang nyaman yang selama ini di tempati. Semuanya sudah berganti menjadi sebuah gubuk kumuh penuh dengan penderitaan.
__ADS_1
Ibu Adi pun merasakan kesedihan yang sama dengan suaminya. Semua harta yang sudah hilang dalam hidupnya, kini sudah mulai terasa. Penderitaan ini masih panjang, tapi mereka sudah merasakan sejak dini apa yang sudah hilang dari hidup mereka.
Abi yang berada di samping ibunya, terus meyakinkan ibunya akan nasib baik yang akan datang pada mereka. Tidak harus takut dengan uang yang pergi dari hidup mereka. Mungkin uang itu sudah pergi, tapi masih ada banyak hal yang masih mereka miliki. Tentunya keluarga yang masih utuh. Abi justru senang dengan peristiwa bangkrut yang terjadi pada keluarganya. Dengan seperti ini, Abi bisa merasakan kehidupan yang akan seperti apa adanya. Akan ada banyak waktu bersama dalam merenungkan setiap kejadian dalam keluarganya. Tidak ada lagi yang paling sibuk di keluarganya. Hal yang sudah lama Abi tunggu dalam hidupnya.
__ADS_1
Adi justru sedih dengan kondisi dari keluarganya kini. Sudah tidak ada lagi harya melimpah yang di milikinya. Hanya ada kesedihan yang akan Adi rasakan di hari-hari mendatang. Tentu kesedihan itu akan membuat hidup Adi semakin merana. Apalagi Adi saat ini sedang dalam proses pemulihan dari penyakit Hepatitis yang mulai menyerang dirinya. Adi butuh banyak uang untuk bisa berobat di rumah sakit. Jika tidak, bukan tidak mungkin dia akan semakin terpuruk dengan penyakit Hepatitis yang sedang ada di tubuhnya tersebut.
Usia ayah Adi yang sudah semakin tua, tentu tidak akan kuat lagi untuk bekerja. Kini keluarganya hanya berharap pada Adi saja. Mungkin pria itu akan menjadi salah seorang pahlawan yang ada di keluarga. Mengingat Adi memiliki kemampuan yang cukup baik dalam bidang komputer. Dia juga memiliki titel S2 di bidang informatika. Tidak heran jika kedua orangtuanya mengharapkan Adi akan menjadi tulang punggung bagi keluarganya di masa mendatang. Mungkin dalam hitungan waktu yang singkat ini.
__ADS_1