Masih Ada Rumahku Untukmu

Masih Ada Rumahku Untukmu
Sarah Pulang


__ADS_3

Raymond sengaja mengunci pintu rumah dari dalam. Dia juga tidak mencabut kunci itu dari pintu. Sehingga dengan begitu, Sarah tidak akan bisa membuka pintu rumah.


Tidak berselang lama dari Raymond mengunci pintu rumah. Terdengar suara mobil dari Sarah. Perempuan itu sudah pulang ke rumah. Siap bertemu dengan kedua anaknya yang sedari tadi menunggu dirinya. Sarah pun terlihat buru-buru untuk bertemu dengan kedua anaknya tersebut. Sebab dia merasa sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua anaknya yang telah menunggu sedari tadi.


Sarah menyadari pintu sudah di kunci rapat oleh Raymond. Untungnya dia masih membawa kunci cadangan yang bisa di gunakan untuk membuka pintu rumah. Dia segera mengambil kunci itu dari dalam tas besarnya. Sarah benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua anaknya. Dia pun terlihat terburu-buru untuk membuka pintu rumah.


Sarah mulai memasukkan kunci itu pada gagang pintu. Begitu kunci milik Sarah sudah masuk, Sarah kesulitan untuk memutar kuncinya. Sebab di dalam ada kunci milik Raymond yang memang sengaja di taruh di colokan gagang pintu tersebut. Raymond berharap itu akan membuat Sarah tidak bisa membuka pintu rumahnya. Sebab Sarah yang sudah pulang sangat larut malam.


Sarah pun mulai menggedor pintu rumahnya berkali-kali. Dia memanggil nama Raymond, memohon suaminya itu akan membuka pintu rumah. Namun sepertinya itu adalah balasan yang setimpal atas sikap acuh yang di tunjukkan oleh Sarah akan Raymond. Ini benar-benar menjadi hal yang paling baik untuk Sarah. Dia harus belajar banyak hal dari kejadian di hari ini. Bagaimana Sarah mengacuhkan panggilan video call dari Raymond. Padahal Raymond hanya ingin memberikan panggilan video call itu untuk kedua anaknya. Sarah juga tidak membalas pesan dari Raymond satu pun. Hal yang tentu membuat Raymond marah.


Sarah tetap berusaha menggedor pintu rumahnya. Berharap Raymond akan berbaik hati untuk membuka pintu rumahnya tersebut. Raymond yang masih keras kepala dengan semua yang ada. Sama sekali menolak untuk membuka pintu rumahnya. Dia masih kekeh untuk tidak membuka pintu rumahnya tersebut. Memberikan sedikit hukuman pada Sarah atas sikap egois yang di tunjukkan olehnya.


Sarah tetap tidak menyerah dengan situasi yang ada. Dia berharap semuanya akan menjadi normal lagi. Mungkin dengan meminta maaf pada semuanya, itu akan menjadi hal yang lebih baik lagi. Tapi apakah Raymond akan semudah itu memaafkan Sarah. Tentu ini menjadi sebuah hal yang sulit di lakukan oleh Raymond. Mengingat Sarah telah menghancurkan kepercayaan dari dalam hatinya. Sulit untuk Raymond bisa percaya begitu saja akan Sarah.


Hampir setengah jam di luar, akhirnya Raymond pun berbaik hati membuka pintu rumah untuk Sarah. Raymond yang sedang bergairah di malam ini, berharap Sarah akan melayani dirinya dengan sepenuh hati.

__ADS_1


Begitu melihat Sarah ada di hadapannya, Raymond langsung mencium bibir istrinya tersebut dengan penuh gairah. Sarah yang belum siap, tentu berusaha melepaskan apa yang Raymond lakukan pada dirinya. Ini bukan hal yang baik, dia tidak ingin melakukan semua itu saat ini juga. Dia masih terlalu lelah untuk bercinta di malam ini.


Raymond melepaskan ciumannya, namun dia masih cukup bernafsu untuk kembali mendapatkan sensasi dari bibir Sarah. Dia berusaha untuk kembali mencium bibir Sarah. Tetapi Sarah tetap menolak dirinya, baginya ini adalah hari yang melelehkan. Jadi Sarah sama sekali tidak bisa bercinta di malam ini.


Sarah pergi meninggalkan Raymond yang penuh dengan gairah. Raymond sedikit kecewa dengan penolakan yang di lakukan oleh Sarah. Baginya malam ini Sarah harus bisa melayani dirinya untuk bercinta. Hingga Raymond tetap memaksakan Sarah untuk bercinta di atas ranjang.


Begitu Sarah akan berjalan ke kamar anak-anaknya. Raymond langsung memeluk tubuh Sarah dari belakang. Sebelum tubuh mungil Sarah itu di gendong oleh Raymond menuju ke tempat tidur.


Sarah berusaha turun dari gendongan Raymond. Namun kuatnya tenaga dari Raymond, tidak mampu di hentikan oleh Sarah. Dia pun terpaksa harus melayani Raymond yang benar-benar sedang bergairah. Bagaimana Raymond mengeluarkan rudal besarnya itu. Meminta pada Sarah untuk melakukan sedikit improvisasi. Sehingga gairah dari Raymond semakin liar.


"Dasar istri payah. Melayani suami seperti itu saja kamu tidak becus. Dasar tidak guna." oceh Raymond penuh amarah.


Sarah hanya bisa menangis dengan apa yang Raymond ucapkan. Dia merasa lelah, sehingga dia tidak bisa memenuhi semua ekpektasi dari Raymond akan sebuah sensasi bercinta yang sempurna. Sarah pun melampiaskan semuanya dalam sebuah tangisan penuh kekecewaan. Kesal pada dirinya yang gagal memenuhi semua ekpektasi dari Raymond yang tinggi akan dirinya.


Raymond yang masih berhasrat tinggi. Mulai melepaskan seluruh pakaian dari Sarah. Dia mulai menciumi setiap inci tubuh dari Sarah. Memberikan sentuhan yang akan membuat Sarah terangsang seperti dirinya.

__ADS_1


Sarah yang benar-benar lelah di hari ini. Sama sekali tidak tertarik untuk bercinta seperti yang Raymond inginkan. Dia pun mendorong tubuh Raymond, kembali memasangkan pakaiannya yang di lepas oleh Raymond. Sebelum dia berusaha untuk lari dari dalam kamar.


Raymond tidak sebodoh yang Sarah pikir. Dia adalah seorang yang cerdas, sebelum Sarah kabur dari kamar. Raymond langsung menarik tangan dari Sarah. Dia juga langsung mendorong Sarah ke atas ranjang. Sebelum dia langsung menindih tubuh Sarah tersebut. Raymond ingin menikmati sensasi tubuh Sarah di malam ini. Dia benar-benar sedang bergairah. Sehingga tidak bisa menahan lagi.


Sarah sudah pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Raymond. Sekalipun dia merasa hari ini bukan harinya untuk bisa bercinta. Namun dia tetap melayani Raymond dengan begitu baiknya. Raymond pun begitu puas dengan servis yang di berikan oleh Sarah. Dia merasa ada kemajuan dari Sarah dalam bercinta. Sehingga Raymond benar-benar merasakan sensasi Sarah yang dulu.


Sarah sendiri membayangkan dirinya yang sedang bersama dengan Adi. Tidak dengan Raymond, melainkan bercinta dengan Adi. Tidak heran Sarah begitu menikmati sensasi bercinta yang di lakukan olehnya bersama dengan Raymond. Walaupun dia tetap membenci seorang Raymond yang tetap memaksa dia untuk bercinta. Padahal Sarah sudah mengatakan jika dirinya sedang tidak ingin bercinta. Sebab dia merasa lelah dengan aktivitas padat yang dia lakukan. Namun Raymond tetap memaksakan hal tersebut. Ada sedikit luka batin yang di rasakan oleh Sarah akan paksaan yang di lakukan oleh Raymond pada dirinya. Itu yang membuat Sarah sedikit marah pada Raymond.


Sarah kembali mengenakan pakaiannya. Dia segera bergegas ke kamar kedua anaknya. Dia tentu ingin meminta maaf pada Andini dan Anjani. Sebab Sarah tidak bisa pulang lebih awal. Padahal Andini dan Anjani berharap bisa segera bertemu dengan Sarah.


Air mata Sarah seketika tumpah saat melihat wajah kedua putrinya. Dia merasakan bagaimana putrinya itu terlihat begitu payah dengan kondisi yang ada. Mungkin saja dia akan marah saat bertemu dengan Sarah. Untungnya saat ini kedua putrinya itu sedang tertidur. Sehingga Sarah bisa bebas untuk bertemu dengan keduanya.


Sarah memeluk dan mencium kedua putrinya dengan bebas. Mereka begitu menggemaskan bagi seorang Sarah. Apalagi saat melihat Anjani tidur, itu adalah momen yang paling Sarah sukai. Dia selalu tidur dengan gaya tengkurapnya yang lucu. Mengingatkan Sarah akan Anjani ketika masih balita. Anak itu benar-benar seperti sosok anak kecil yang tidak berdosa.


"Entah mengapa Mama selalu merasa bersalah saat melihat wajah kalian berdua. Mama rasa ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup Mama. Mama tidak pernah merasakan sakit yang kalian rasakan saat kalian rindu pada Mama. Itu benar-benar membuat Mama seperti tidak berguna sebagai seorang Ibu. Maafkan Mama Sayang." ucap Rani di dalam hatinya.

__ADS_1


Rani mengelus lembut kepala kedua anaknya. Sebelum dia memberikan sebuah ciuman manis di kening kedua putrinya. Rani benar-benar bahagia masih memiliki kesempatan untuk bisa bersama dengan kedua putri kecilnya tersebut. Sehingga Rani masih memiliki waktu untuk terus bersama dengan putri kecilnya.


__ADS_2