Masih Ada Rumahku Untukmu

Masih Ada Rumahku Untukmu
Raymond Semakin Acuh


__ADS_3

Sarah sengaja tidak mengambil lembur di hari ini. Dia ingin melayani Raymond seperti seorang istri yang sempurna. Dia sudah siap dengan perlengkapan yang mungkin bisa memancing hasrat dari suaminya tersebut. Sarah pun yakin Raymond akan bergairah saat dirinya mulai menggodanya.


Sudah pukul 7 malam, Raymond tidak kunjung pulang. Padahal biasanya Raymond pulang di jam ini. Tapi hingga melewati 15 menit dari jam biasanya Raymond pulang. Sarah tidak juga mendapati suaminya tersebut pulang. Sedikit kekhawatiran mulai menyerang Sarah, dia khawatir hal buruk terjadi pada Raymond. Namun dia berusaha untuk terus berpikir positif, sebab jika dia terus panik. Bukan tidak mungkin hal buruk akan benar-benar terjadi pada suaminya tersebut.


Sebuah pesan di kirim oleh Sarah untuk mengetahui kabar dari Raymond. Namun pria itu tidak membalas pesan dari Sarah. Raymond hanya membiarkan pesan dari Sarah itu mengendap di handphone-nya. Padahal Sarah berharap Raymond akan membalas pesan dari Sarah tersebut.

__ADS_1


5 menit tidak mendapatkan balasan, akhirnya Sarah pun melakukan panggilan telepon pada Raymond. Mungkin dengan melakukan panggilan telepon, Sarah akan benar-benar tahu keberadaan dari Raymond. Dia akan segera mendengar kabar dari Raymond. Apakah suaminya tersebut masih dalam keadaan baik-baik saja. Atau mungkin dia dalam keadaan terpuruk.


Panggilan telepon dari Sarah tidak di angkat oleh Raymond. Dia mematikan panggilan telepon tersebut. Hingga kekhawatiran semakin melanda diri Sarah. Dia khawatir hal buruk terjadi pada suaminya.


Tepat di jam 7 lewat 40 menit, Raymond yang di tunggu oleh Sarah akhirnya datang. Dia terlihat seperti seorang yang mabuk. Pakaiannya penuh dengan tumpahan alkohol. Raymond terlihat seperti seorang yang tidak berdaya sama sekali.

__ADS_1


"Bukan urusan kamu!" jawab Raymond dengan tegas sambil berjalan ke arah kamar.


Sarah yang masih ingin tahu kemana Raymond pergi. Terus mengikuti suaminya tersebut. Tentu dia ingin tahu apa yang telah terjadi pada Raymond. Mengapa mulutnya mengeluarkan aroma alkohol yang pekat. Begitu juga dengan pakaian yang basah oleh alkohol. Tentu ini menjadi pertanyaan yang cukup besar dalam diri seorang Sarah akan Raymond.


Bukannya menjawab dengan baik-baik, Raymond lagi-lagi marah pada Sarah. Dia semakin marah dengan Sarah yang terus mengikuti dirinya. Padahal Raymond sedang ingin istirahat di kamarnya. Raymond pun meminta Sarah untuk tidak menganggu dirinya yang akan beristirahat di dalam kamar. Untuk membuat dirinya nyaman berada di dalam kamar. Raymond pun memutuskan untuk mengunci pintu kamar. Dengan begitu tidak akan ada orang yang akan menggangu dirinya lagi. Terutama Sarah yang terus memanggil namanya.

__ADS_1


Sarah yang berharap malam ini menjadi malam yang sempurna untuk dirinya dan Raymond. Justru menjadi malam yang penuh. Air mata. Raymond sama sekali tidak merespon baik akan dirinya. Itu cukup membuat Sarah bersedih. Dia benar-benar merasakan kesedihan yang teramat besar. Kini hidupnya seperti sudah tidak adil lagi untuk dirinya. Sarah benar-benar merasa Raymond sudah tidak mencintai dirinya lagi. Padahal Sarah selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi Raymond. Tapi Raymond tidak melakukan itu untuk Sarah. Dia terlihat sama sekali tidak tertarik pada Sarah saat ini. Sarah pun semakin merasa gagal menjadi istri dari Raymond.


Raymond yang acuh benar-benar membuat Sarah bingung. Di satu sisi dia sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk Raymond. Tapi dia tidak pernah sama sekali berusaha untuk membuat Sarah merasa puas. Raymond tidak bisa melakukan yang terbaik sebagai suami. Apalagi saat ini sikap Raymond yang dingin seperti sebongkah es di kutub, semakin membuat Sarah bingung. Dia pun semakin dilema dengan pernikahan yang di jalani olehnya. Apalagi Raymond mulai merasa tidak nyaman dengan apa yang ada.


__ADS_2