MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN

MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN
SELENA DICULIK


__ADS_3

Tongkat Ormuz adalah sebilah kayu berwarna hitam pekat dilingkari oleh ornamen berbentuk ular dan diujungnya terdapat sebuah hiasan berupa kristal bohlam kecil. Tongkat itu berbentuk pendek tak sampai semeter ukurannya.


Benda itu sekarang berada dalam genggaman Sultan Yazid. Penguasa wilayah timur itu membungkuk takzim dihadapan makhluk raksasa tersebut.


"Terima kasih atas kemurahan Paduka menyerahkan tongkat ini pada kami." ujar Sultan Yazid.


"Kupercayakan pusaka kaum kami kepada kalian... kalahkan Tanihwa dengan benda itu. Dia akan lebih gampang ditaklukkan saat kekuatan magisnya hilang diserap oleh tongkat itu." sahut Ahura Mazdha.


"Kalau begitu, kami mohon ijin untuk meninggalkan Shamvala." timpal Sultan Yazid menegakkan tubuhnya.


Ketujuh orang itu bergerak meninggalkan ruangan tersebut. Sesampainya diluar kuil, mereka ditemui Assurnasirpal. Lelaki parobaya itu menatap Sultan Yazid.


"Segera setelah kalian mengalahkan Tanihwa, kembalikan benda itu." pinta Assurnasirpal. "Pusaka bangsa kami, tidak selayaknya berada diluar Shamvala... ditangan bangsa manusia."


Sultan Yazid hanya mengangguk lalu pamit meninggalkan Assurnasirpal diikuti oleh yang lainnya.


"Siff..." panggil Assurnasirpal.


Siff yang berada paling belakang berhenti melangkah dan menoleh. Thor sendiri ikut berhenti dan menatap Siff.


"Jika urusanmu diluar telah selesai, kembalilah ke Shamvala." pinta Assurnasirpal.

__ADS_1


"Aku tak bisa berjanji..." ujar Siff.


"Bagaimanapun, kau adalah penduduk Shamvala! Kau tak akan bisa menjaga diri diluar sana." tukas Assurnasirpal dengan ketus.


"Aku yang akan menjaganya!" seru Thor dengan tegas membuat Siff menoleh menatap raksasa itu.


"Apa? Kau? Seorang Aesir berani menjamin keselamatan putriku?" tukas Assurnasirpal dengan senyum mengejek. "Apa yang bisa kau jadikan bukti jika kau bisa menjaganya?"


"Aku akan menjaganya dengan seluruh jiwa dan ragaku!" tambah Thor. "Aku adalah raja Asgrad. Seorang raja tak akan menarik kata-katanya."


Siff tersenyum mendengarnya lalu menatap ayahnya. "Kau dengar?" setelah mengucap demikian, Siff berbalik melangkah pergi dan mengajak Thor meninggalkan tempat itu.


Diujung kampung, digerbang dua batang pohon besar, Siff kemudian mengaktifkan gerbang gaib itu dan mereka melangkahinya hingga tiba kembali di Hutan Hoyabaccha. Beberapa hewan kendaraan mereka masih berdiri santai, sebagiannya asyik mengunyah rerumputan yang ada disekitarnya.


Sultan Yazid tersenyum. "Baiklah."


Mereka menunggangi kendaraannya meninggalkan Hutan Hoyabaccha. Tak berapa lama mereka tiba di jalanan utama menuju kota Leningrad. Dari kejauhan nampak Cleopatra berdiri dengan gelisah di sisi gerbang kota.


Havard yang melihatnya memacu karkadannya meninggalkan kawanan. Ia tiba lebih dulu. Belum sempat pemuda itu turun dari pelana, Cleopatra langsung menghambur.


"Tuan Havard! Kami minta maaf yang sebesar-besarnya!" serunya lalu menangis.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Havard dengan bingung. "Kenapa kau meminta maaf?"


"Selena..." seru Cleopatra dengan nada tercekat.


"Selena? Ada apa dengan Selena?" seru Havard.


Sultan Yazid dan rombongannya tiba. Ia menatap Cleopatra. "Apa yang terjadi? Bukankah kau..."


"Apa yang terjadi Cleo?" sela Rumellia dengan tak sabar.


"Selena... Selena diculik!" seru Cleopatra lalu kembali menangis.


"Apa katamu?!" seru Havard dengan kaget. "Siapa?! Siapa yang menculiknya?!"


"Laki-laki itu... dia berambut seperti perak..." ujar Cleopatra.


"Sinhala!!!" seru Havard dengan geram.


Siff terkejut lalu menanyakan apakah laki-laki berambut perak itu meninggalkan pesan. Cleopatra mengangguk.


"Dia bilang untuk menemuinya di puncak Gunung Pyrgo..." jawab Cleopatra.

__ADS_1


Havard menggeram dan langsung memacu karkadannya meninggalkan gerbang. Sultan Yazid dengan tangkas memacu kudanya.


"Havard! Tunggu!!!" serunya memacu kuda diikuti kelima rekannya menyusul Havard yang dirasuk kemarahan memaksa karkadannya melaju cepat menyusuri jalanan. []


__ADS_2