MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN

MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN
PERANG TANDING DI GUNUNG PYRGO


__ADS_3

Gunung Pyrgo adalah gunung berapi memiliki kawah yang masih aktif. Gunung tersebut dipergunakan untuk menawan dan melumpuhkan Naga Tanihwa paska Perang Besar pada era kerajaan kuno yang dipimpin Kaisar Uran dan Tujuh Satria Dewa Menara Temen-Ni-Zur.


Perjalanan ketujuh pendekar itu menyusuri jalanan berbatu. Beberapa kali kuda-kuda milik Sultan Yazid, Do Quo dan Siff nyaris tergelincir sebab kontur tanah di Gunung Pyrgo terkesan rawan longsor. Hanya karkadan, kambing besar dan kuda geryon yang ditunggangi Havard, Thor dan Nagini yang menapak tanpa beban.


Mereka akhirnya tiba ditepian puncak gunung itu. Havard melompat turun dari karkadannya dan langsung menghunus claymorenya. Tatapannya begitu waspada. Yang lainnya juga bergegas turun dari kendaraannya menyandang masing-masing senjata.


"Sinhala!!! Keluarlah kau pengecut!" seru Havard dengan keras.


Tak ada sahutan jawaban, melainkan debur ombak magma saja yang terdengar disana. Sultan Yazid mengamati keadaan sekitarnya.


"Kelihatannya, dia tidak berada disini." seru Sultan Yazid kepada Havard. "Jangan-jangan dia malah mempermainkan kita."


Baru saja Sultan Yazid menyelesaikan kalimatnya, terdengar raungan keras yang membahana. Ketujuh pendekar itu langsung bersiaga.


"Naga itu datang!!!" seru Siff.


Terasa tanah yang mereka pijak bergetar. Dari dalam kawah itu muncul sepasang cakar. Naga Tanihwa memanjati kawah tersebut hingga menampakkan dirinya dihadapan para pendekar.


"Paduka!!! Tongkat Ormuz!!!" seru Do Quo mengingatkan.


Cepat-cepat Sultan Yazid merogoh sesuatu dari pakaiannya dan mengeluarkan Tongkat Ormuz. Melihat benda itu, kontan Naga Tanihwa meraung lagi. Kelihatannya, dia sangat marah.

__ADS_1


Sultan Yazid mengangkat Tongkat Ormuz ke atas. Seketika cahaya berpendar muncul dari bohlam kristal diujung tongkat itu. Naga Tanihwa meraung lagi.


Hewan itu hendak mengibaskan cakarnya ke arah ketujuh orang itu. Masing-masing dari mereka berpencar. Rumellia dengan sigap menarik tali gendewa, mengarahkan mata panahnya ke arah reptil raksasa itu.


SWINGGGG.... JLEB!!!


Panah itu menancap tepat di leher naga tersebut. Naga Tanihwa kembali meraung. Ia mengepakkan sayapnya menimbulkan angin yang menderu mendorong ketujuh orang tersebut.


Do Quo menggeram. Ia mengencangkan lengannya lalu melejit keatas. Tangannya terentang mengeluarkan cahaya kuning keemasan. Do Quo kemudian meluncur menukik tajam dan menyorongkan telapak cahayanya.


"Ajian Tapak Arhat Suci!!!" seru Do Quo.


DESS!!!!


Tapak cahaya itu membentur wajah naga tersebut menyebabkan ia meraung keras. Kembali naga itu menyorongkan kepalanya kedepan dengan moncong membuka hendak memagut dan memakan Do Quo.


"Terima ini!!!" seru Siff.


Siff tiba-tiba meloncat, bersamaan dengan Thor. Keduanya menyerang dari titik yang berdampingan. Thor dibagian kanan mengayunkan kapaknya sedang Siff dibagian kiri mengayunkan martilnya.


BUAAAGHHH....

__ADS_1


Dua senjata itu tepat mengenai kedua pipi reptil raksasa itu. Naga Tanihwa meraung keras kesakitan. Wajahnya hendak jatuh ke depan.


"Ini kesempatanku!!!" seru Havard yang melompat dan menusukkan claymorenya.


Pedang itu menancap di bagian dagu reptil tersebut. Sekali lagi suara raungan terdengar lagi. Pedang milik Havard berhasil menembus dagu makhluk itu membuat tubuh naga tersebut sempoyongan.


Nagini melesat ke udara lalu hinggap di atas hidung naga tersebut. Ia mengangkat pedangnya.


"Matilah!!!" serunya sembari menusukkan pedangnya ke bagian dahi Naga Tanihwa. Pedang itu tembus dan sangat naga kembali meraung untuk yang ke sekian kalinya.


Tubuh Naga Tanihwa ambruk di tanah itu dan sekarat. Rumellia kembali mengarahkan anak panahnya mengincar lubang luka akibat tikaman pedang milik Nagini.


SWINGGG... JLEB!!!!


Panah itu meluncur dan menembus luka itu membuat Naga Tanihwa tersentak sesaat lalu menggeram dan akhirnya meregang nyawa.


Tiba-tiba terdengar suara.


"Hahahaha.... kalian pikir gampang begitu saja meninggalkan tempat ini?!"


Ketujuh pendekar itu berbalik menatap pemilik suara yang sedang asyik berdiri menggenggam Pedang Langit itu.

__ADS_1


"Sinhala!!!" seru Havard. []


__ADS_2