MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN

MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN
KAL'VATAR


__ADS_3

Seorang lelaki tua mengenakan jubah pengibadat lengkap dengan tudung yang menutupi kepalanya, asyik mengatur-ngatur tablet-tablet berisi catatan-catatan virtual berbagai disiplin ilmu maupun berita-berita terkini yang didengar atau diperoleh dari pusat-pusat informasi.


Igrjia Imanulla adalah biara yang juga berfungsi ganda sebagai kantor arsip negara Bellial. Kamar arsip itu sendiri berada di lantai bagian bawah. Bagian atasnya berfungsi sebagai tempat ibadah.


Ratu Bellial, Brunihilda melantik para bruder Sekte Suci yang bertempat di Igrjia Imanulla sebagai pejabat-pejabat yang bekerja dibidang sandi dan arsip negara, sedang para biarawati, yang mendalami seni beladiri bertugas sebagai pengawal istana yang dihuni Ratu Brunihilda.


Langkah kaki yang menggema di ruangan itu membuat bruder tua itu menghentikan sejenak kegiatannya dan menoleh kearah pemilik suara langkah kaki itu.


"Ada yang bisa kubantu untukmu, anak muda?" tanya bruder tua itu menatap Havard yang melangkah mendekat dari balik kegelapan tudung yang menutupi wajahnya.


"Jika anda bisa membantuku, aku akan sangat berterima kasih." ujar Havard yang kemudian berdiri dihadapan bruder yang kini telah berdiri menantang wajahnya.


"Katakan apa yang ingin kau tanyakan..." ujar bruder itu sejenak lalu mengamati keadaan disekitarnya dengan teliti. "Sebelum bruder-bruder lain memergokimu..."


Havard mengangguk lalu melipat tangannya di dada. "Kamu pasti mengetahui tentang Pohon yang disebut Kal'vatar..."


Bruder tua itu menghela napas lalu melangkah lagi meninggalkan Havard lalu kembali menyusun tablet-tablet dalam kepitan sikunya ke rak-rak lemari.

__ADS_1


"Ayolah... jangan pelit membagi informasi." pinta Havard setengah memaksa.


"Sejauhmana kau ingin mengetahuinya? Kurasa orang yang memiliki tekad kuat sepertimu punya sesuatu hal yang khusus tentang informasi itu." pancing bruder tua itu sembari terkekeh.


"Apakah pohon itu akan tumbuh pada tahun ini?" pancing Havard dengan datar.


"Jika memang benar, lalu apa yang akan kau lakukan?" pancing bruder tersebut.


"Apakah benar jika Kal'vatar akan tumbuh didataran gersang yang dipenuhi bukit cadas dan kerikil hitam?" pancing Havard lagi.


"Tapi informasi itu belum lengkap, Sirgey." tukas Havard menyebut nama si bruder itu. "Aku perlu informasi lebih."


Sirgey, si bruder tua itu tertawa. "Kau datang dengan membawa informasi yang tidak begitu akurat. Apakah aku harus meluruskan informasi itu?"


"Jika kau bisa menolongku, bantulah aku!" desak Havard setengah memaksa.


Sirgey mengangguk-angguk lalu melangkah meninggalkan deretan lemari yang menyimpan berbagai jenis tablet-tablet berisi catatan viral itu. Havard melangkah mengikuti lelaki bertudung tersebut.

__ADS_1


"Kal'vatar adalah pohon yang tumbuh setiap lima ribu tahun sekali. Letak tumbuhnya pohon itu tak pernah tetap. Pernah dalam kisah-kisah dulu, pohon itu pernah tumbuh di wilayah yang disebut Los Muertos... tanah kematian yang dulunya berada di selatan wilayah ini." tutur Sirgey dengan santai kemudian duduk di kursinya. Seketika Havard memegang lengan kursi itu dan menghadapkan wajahnya kepada Sirgey.


"Apakah tanah itu masih ada?" tanya Havard dengan serius.


Sirgey menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tanah itu sekarang disebut Tectnotitlus, dihuni oleh beberapa makhluk raksasa yang disebut Iodun. Dulunya tanah tersebut merupakan tempat kediaman bangsa Sigirlya sebelum akhirnya mereka terpecah menjadi beberapa suku yang mendiami tempat-tempat tertentu."


"Teruskan..." pinta Havard.


"Bangsa Sigirlya sejak perang besar yang dipimpin Samiri terhadap Kaisar Uran dan Tujuh Satria Dewa Menara Temen-Ni-Zur di Dur-Salim... mereka akhirnya berpencar dan mencari-cari tempat baru sebagai tempat tinggal. Kejayaan orang-orang Sigirlya hilang setelah Samiri dikalahkan dan Naga Tanihwa dikurung di kawah Gunung Pyrgo, bagian tenggara Kerajaan Bellial." tutur Sirgey.


Havard duduk dikursi seberang sembari menyangga kedua tangannya pada gagang claymore. Sebilah epee terlihat menggantung dibagian kanan ikat pinggangnya.


"Samiri pernah sesumbar akan kembali melakukan serangan kedua saat kekuatannya pulih kembali paska perang besar itu. Dia berencana menempatkan tahtanya, Valmana diatas puncak Kal'vatar. Disaat itulah perang kedua akan menyelimuti dunia dan penaklukan kembali akan dilakukan." tutur Sirgey menutup penuturannya.


"Menurutmu... dimana Kal'vatar akan tumbuh?" tanya Havard.


"Aku tak tahu...

__ADS_1


__ADS_2