MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN

MASSHIAHSAGA - TAKDIR MENARA KEAGUNGAN
KISAH DIBALIK BEBERAPA PERISTIWA BESAR


__ADS_3

Perjalanan menuju Dar-Es-Salam mulai dijajaki kedelapan orang itu. Sepanjang perjalanan, Sultan Yazid selalu memancing pertanyaan kepada Sinhala. Lelaki Sigirlya itu juga tak segan untuk menjawab. Berbeda dari saat mereka bersua di awalnya. Kali ini pembawaan Sinhala sudah tenang, tidak garang.


"Satu dekade sebelumnya, aku pernah mengajak sahabatku, Hekate melancong ke kota kuno, Dar-Es-Salam. Sahabatku itu, memang seorang penggemar sejarah." ungkap Sinhala.


Mereka melanjutkan perjalanan sembari mendengarkan penuturan lelaki Sigirlya itu.


"Ketika kami menjajaki Menara Temen-Ni-Zur hingga ke puncaknya, Istana milik Kaisar Uran, disitulah kami berdua bertemu orang yang mengaku sebagai Kaisar Uran." tutur Sinhala. "Beliau menjelaskan bahwa sebentar lagi, Valmana yang didiami Raja Samiri al-Masikh akan mendarat di puncak pucuk pohon keramat Kal'vatar dan akan memulai ekspansinya yang kedua kalinya untuk menguasai alam semesta."


"Apalagi yang dia katakan?" pancing Havard.


"Dia mengatakan, ada satu cara untuk membendung atau menghalangi niat Raja kejahatan itu. Yaitu dengan mengajak serta Putri Gaia untuk menggagalkan niat Raja Samiri al-Masikh mendaratkan Valmana miliknya di puncak Pohon Kal'vatar." jawab Sinhala.


"Dan kau menyanggupinya." sahut Sultan Yazid.


Sinhala tersenyum. "Bagaimanapun, kami berdua yang idealis tidak menginginkan hal itu terjadi." ujarnya. "Selanjutnya, kami diberitahu langkah-langkah untuk melancarkan upaya itu. Langkah pertama adalah mendeteksi keberadaan Putri Gaia sendiri."


"Mengapa kau berasumsi kalau Selena adalah Putri Gaia?" tanya Havard.


"Wanita itu memiliki aura yang disebut "Jiwa Kehidupan". Aura itu akan muncul ketika dia merasa terancam keselamatannya." jawab Sinhala.


Havard langsung teringat berbagai peristiwa di Gua Basilisk dan beberapa tempat lainnya di mana Selena menyelamatkan mereka dengan kekuatan batin yang dimilikinya.


"Teruskan..." pinta Sultan Yazid.


"Kemudian kami berdua harus mengumpulkan tiga harta utama dari sembilan harta dunia, yaitu Cermin Hati, Jantung Lembayung dan Mahkota Cahya. Ketiga harta itu tersebar di tiga kerajaan yang diyakini merupakan pewaris dari Harta Dunia yang dimiliki kota Dar-Es-Salam." tutur Sinhala.


"Kenapa kau tak meminta saja dengan baik-baik ketiga benda itu?" tukas Havard dengan jengkel.


"Harta itu adalah pusaka negara, Havard." sela Sultan Yazid. "Tentu kami tak akan menyerahkan benda itu dengan alasan yang tidak logis."


"Dan apakah semuanya menjadi logis bagi anda saat ini?" tukas Havard.


Sultan Yazid terdiam mendengar ungkapan pemuda itu. Do Quo tersenyum.


"Kamu tak bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini Havard." ujar Do Quo. "Yang kita lakukan sekarang hanyalah bagaimana caranya untuk mencegah hal itu terjadi."


Havard menatap sengit ke arah Do Quo. Lelaki berkumis tebal itu tersenyum.


"Aku paham bagaimana perasaanmu." ujar Do Quo.


"Apakah penyerangan ke Kapal Kerajaan Bellial, juga dilakukan olehmu?" selidik Rumellia.


Sinhala tersenyum getir dan menggeleng. Gelengan kepala si lelaki Sigirlya itu membuat Rumellia menggeram menahan marah.


"Kalau bukan kalian, siapa yang menyerang Kapal Kerajaan itu?" tukas Rumellia.


"Kalaupun kami menyerang, kami hanya akan menculik buruan kami. Tidak ada satupun niat dalam diri kami berdua untuk melakukan pembunuhan." bantah Sinhala. "Ada orang lain yang mengetahui rencana itu dan mengantisipasinya dengan melakukan genosida di kapal itu."

__ADS_1


"Kau tahu siapa yang melakukannya?" selidik Sultan Yazid.


Sinhala menggeleng.


"Serangan itu rupanya salah sasaran. Itu yang kami dengar. Tidak satupun jejak Putri Gaia disana setelah kami berdua mengkonfirmasi berita itu." ujar Sinhala. "Kami kemudian mengasumsikan bahwa Putri Gaia disembunyikan disuatu tempat untuk keselamatannya. Tak lama berselang, kami mendengar Desa Mashed dihancurkan oleh seseorang. Kami menduga bahwa Putri Gaia kemungkinannya disembunyikan disana. Itulah sebabnya desa itu dihancurkan tanpa sisa."


"Dan kalian menemukannya?" tanya Sultan Yazid lagi.


"Lagi-lagi dugaan kami salah. Dan aku juga yakin kalau penyerang itu salah menduga pula, namun terlanjur melakukan genosida ditempat itu. Aku menarik kesimpulan bahwa Putri Gaia tidak berada diwilayah ini, melainkan di sembunyikan di wilayah lain." tutur Sinhala.


"Dari berbagai perjalanan kami, aku menetapkan bahwa kami berdua harus berpisah. Hekate membangun penyelidikannya di wilayah tengah yang dikuasai Kerajaan Zhou, sedangkan aku membangun penyelidikan di wilayah timur. Aku berhasil membangun karir politikku sehingga menduduki jabatan penasihat agung di Kesultanan Bustamiyah." ujar Sinhala.


"Teruskan..." pinta Sultan Yazid.


"Aku membangun jaringan intelijen sendiri untuk menyelidiki arsip-arsip negara, termasuk informasi tentang penduduk. Aku kemudian menemukan sebuah kejanggalan pada arsip kota Mecca." tutur Sinhala. "Dalam daftar keluarga dari Syaikh Hasyim, aku menemukan sebuah nama perempuan. Sepengetahuanku, berdasarkan informasi salah satu intel yang kutempatkan disana, Syaikh Hasyim hanya memiliki seorang putra. Itu pun putra tersebut wafat sebelum mencapai usia baligh. Setelah itu, sampai istri dari sang syaikh itu sendiri wafat, Syaikh Hasyim tidak memiliki keturunan. Aku kemudian menyelidiki secara pribadi melalui jaringan intelku dan menemukan fakta, bahwa Selena adalah seorang bayi perempuan yang dititipkan oleh seseorang kepada Syaikh Hasyim untuk diasuh dan dibesarkan selayaknya putri kandungnya. Aku kemudian menelusuri galur anak itu dan meyakini bahwa dialah Putri Gaia yang selama ini kami cari."


"Itu sebabnya kau melakukan serangan ke Kota Mecca?" tanya Havard.


"Tapi mengapa harus memanfaatkan Kerajaan Yahuda?" tukas Sultan Yazid.


"Secara politik, dua kerajaan ini terlibat konflik. Dengan memanfaatkan Raja Saul dari Istana Tarsia, aku bisa menyamarkan rencana kami." jawab Sinhala.


"Apakah ekspansi ke Asgrad juga merupakan rencanamu?" sela Thor tiba-tiba.


"Ekspansi ke Asgrad, murni i'tikad Raja Saul sendiri. Dia merupakan seorang perfeksionis yang menginginkan kesatuan wilayah dibawah pemerintahannya." jawab Sinhala.


"Anda keliru jika memastikan pewaris sah kerajaan sudah tewas." bantah Sinhala. "Selena... adalah pewaris sah Kerajaan Bellial. Dia kembaran dari Putri Minerva, yang semula kami kira adalah titisan Putri Gaia."


Kenyataan itu menggoncangkan benak Havard, Sultan Yazid dan Rumellia.


"Kelihatannya, seseorang berhasil menyelamatkan Selena dan menyembunyikannya di Mecca dibawah pengasuhan Syaikh Hasyim." ujar Sinhala. "Aku tak tahu, siapa yang melakukannya. Kemungkinannya si pelaku itu ada hubungannya dengan peristiwa peperangan besar Ar-Magidda jutaan tahun lalu... kemungkinan salah satu dari Tujuh Satria Dewa itu adalah pelakunya."


"Mustahil..." sela Nagini.


Semua orang menatapnya. Nagini mendengus. "Semua penghuni Dar-Es-Salam gugur dalam perang itu, termasuk Kaisar Uran dan ketujuh Satria Dewa Menara Temen-Ni-Zur. Itulah sebabnya aku menyangsikan keteranganmu bahwa kau bertemu dengan orang itu. Bisa jadi dia adalah seseorang yang mengaku-ngaku saja dan berhasil memanipulasi kamu sehingga melakukan berbagai kerusakan ini!" tukas Nagini dengan ketus.


"Tidak semuanya gugur!" bantah Sinhala membuat mereka semua kaget termasuk Nagini.


"Maksudmu, ada yang selamat?" tanya Sultan Yazid.


"Kaisar Uran mengatakan, salah satu Satria Dewa Temen-Ni-Zur berhasil selamat dari perang besar itu." ujar Sinhala. "Aku menduga, dialah yang menyelamatkan Putri Gaia."


"Kurasa asumsimu itu keliru." bantah Nagini.


"Bagaimana bisa kau berpendapat demikian?" tanya Do Quo.


"Bagaimana yang terjadi justru sebaliknya? Satria Dewa itu justru memburu Putri Gaia untuk dibunuh untuk mencegah kelahiran kembali Raja Samiri al-Masikh yang dibunuh oleh Arken dengan Pedang Langit?" tukas Nagini.

__ADS_1


"Kau tahu kisah sebenarnya?" selidik Sultan Yazid memicingkan mata dengan curiga.


"Ratu Hathor dari Kerajaan Xarnah mengetahui semua kisah itu. Semua tercatat rapi dalam perpustakaan pribadinya." jawab Nagini.


"Apakah Ratu Hathor adalah salah satu Satria Dewa Temen-Ni-Zur?" tanya Havard.


Nagini menggeleng. "Tapi dia mengetahui bahwa sumber kehidupan Raja Samiri al-Masikh sebenarnya adalah Putri Gaia itu sendiri. Aura Kehidupan yang dimilikinya itulah yang bisa menghidupkan sang raja dari kematiannya. Itulah yang dilakukan si satria dewa untuk mencegah kelahiran tersebut dengan cara memburu Putri Gaia dan membunuhnya." jawabnya.


"Siapa Ratu Hathor sesungguhnya?" tanya Havard.


"Dia adalah salah satu istri dari Kaisar Uran. Ratu Hathor memiliki pengetahuan ilahiah, semacam wahyu atau intuisi sehingga apapun yang ia tahu, itu adalah kejadian yang akan terjadi." jawab Nagini.


"Berarti, Ratu Hathor adalah dalang dibalik semua kekacauan ini?!" tukas Havard dengan jengkel.


Lagi-lagi Nagini tersenyum dan menggeleng.


"Justru Ratu Hathor menasihati sang satria untuk mengurungkan niatnya. Kelahiran kedua sang raja kejahatan adalah takdir mubram yang tidak bisa disangkal, bahkan oleh seorang satria dewa sekalipun." jawab Nagini.


"Berarti, dia tidak bisa dikalahkan?" tanya Havard dengan cemas.


Nagini menggeleng. "Keberadaan dan kematiannya adalah bagian dari takdir mu'allaq. Kamu tak perlu kuatir. Sekuat apapun dia, kamu tetap bisa menaklukkannya sepanjang kau ditakdirkan untuk itu."


Sepanjang perjalanan mereka tanpa mereka sadari telah menjajaki separuh jarak tempuh menuju kota yang dituju. Mereka tiba diperbatasan Kerajaan Bellial.


Nampak sebuah pos jaga, dihuni oleh satu peleton prajurit bersenjata senapan laser. Rumellia turun dari punggung naga miliknya dan melangkah menuju kumpulan tentara tersebut.


Salah satu tentara yang merupakan pimpinannya langsung menyambut Kepala Biarawati Sekte Suci dari Ordo Imanulla itu.


"Aya Rumellia, kami tak menyangka anda menyambangi kami." sambut pemimpin tentara itu berlutut takzim diikuti oleh anak buahnya.


Aya adalah sebutan tertinggi dalam Ordo, yang artinya "Kebijaksanaan tertinggi", merupakan gelar setara syaikh di wilayah timur dinisbatkan pada seorang pemimpin agama dari kalangan wanita. Adapun untuk pemimpin agama pria, dipanggil Patriark. Gelar ini disandang oleh Biarawan yang mengepalai Igrjia-igrjia yang tersebar di wilayah Kerajaan Bellial.


Rumellia tersenyum dan mengangkat tangannya ke depan. "Terberkatilah kalian dan bangkitlah." serunya.


Para tentara itu bangkit. Pemimpinnya bertanya. "Ada yang bisa kami bantu, Aya?"


Rumellia mengangguk. "Kami akan meninggalkan tempat ini menuju Dar-Es-Salam." jawabnya.


"Harap Yang Mulia Aya berhati-hati. Didepan kita adalah tanah salju abadi. Wilayah itu membatasi jarak menuju kota kuno Dar-Es-Salam. Kami sarankan, Yang Mulia menyiapkan pakaian pelindung dari hawa dingin ini." ujar pimpinan tentara itu.


"Aku mengharapkan bantuan kalian untuk itu." sahut Rumellia.


Pimpinan tentara itu mengangguk dan memerintahkan anak buahnya untuk mengambilkan beberapa mantel pelindung.


Benda-benda itu kemudian dikenakan oleh Havard, Sultan Yazid, Do Quo, Thor dan Nagini. Sementara Siff dan Sinhala tidak memerlukannya, karena bangsa Sigirlya memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik terhadap cuaca dingin meski tanpa mengenakan selimut bahkan telanjang sekalipun.


Adapun Rumellia sendiri memang memiliki mantel khusus khas ordo yang berfungsi ganda sebagai pelindung dari cuaca dingin selain sebagai tameng lentur yang melindunginya dari serangan senjata tajam maupun proyektil laser maupun peluru biasa.

__ADS_1


Setelah pamit kepada para penjaga perbatasan itu, tujuh hewan tunggangan yang membawa kedelapan orang itu melintasi gerbang benteng dan menyusuri bentala yang sepenuhnya ditutupi hamparan salju dan ditemani desir angin kencang yang membawa hawa dingin yang menusuk tulang.[]


__ADS_2