
part 10
sesampainya mereka di istana,Raja Adijaya merasa senang karena putrinya selamat,serta pulangnya Randu ke istana.
"kamu tidak apa-apa putriku?."ucap Raja Adijaya sembari mengelus kepala putrinya.
"tidak Romo, untungnya ada kanda Randu yang datang menyelamatkan ku."ucap Nara.
saking senangnya,Raja Adijaya mengutus Senopati untuk mengundang Rakyat Madiang menghadiri jamuan di istana.
Nara yang sedang menyamar telah mempersiapkan Rencana untuk mencuri kitab Tamangkala yang sudah lama tersembunyi di istana Madiang,supaya woro-woro nya menjadi tahan lama,Nara memerlukan tumbal manusia untuk 1 Bulan.
tibalah malam bulan purnama,Nara yang mengetahui bahwa perubahan, langsung bersembunyi di kamar Putri Winari untuk menghindari orang-orang istana.
Seketika Rindu yang menggenjolak,membuat Randu melepaskan Rasa Rindunya kepada Putri Winari.
"tuk..tuk..tuk..suara pintu dari kamar putri Winari."
"Dinda,buka pintunya."ucap Randu.
mendengar Suara Randu dari luar, seakan-akan Nara takut kalau indetitasnya akan terbongkar.
"tunggu di sana Kanda,Dinda sedang merajut."ucap Nara dengan panik.
Randu yang mendengar Putri Winari merasakan ada yang aneh.
tiba-tiba Randu masuk kamar dengan paksa,dan melihat ada Gumpalan di tengah-tengah kasur.
__ADS_1
Nara yang merasa panik karena wujudnya telah berubah ke bentuk asalnya,mencoba untuk menutupi diri dengan Selimut.
benar saja,Randu akhirnya membuka Kasur dan terkejut...
"Dinda,apa Dinda Sakit?."ucap Randu menempelkan telapak tangannya.
melihat tidak ada Rasa curiga dari Randu,akhirnya Nara menghela Nafas lega,karena mengetahui tubuhnya kembali seperti semula.
"tidak Kanda, Dinda cuman capek sedikit karena telah berhari-hari di tahan di tempat Siluman Serigala."ucap Nara.
"baiklah,Dinda istirahat saja disini,Kanda mau keluar menemui Ayahanda."ucap Randu.
"baik Kanda."
Randu pun Meninggalkan Kamar....
tepat jam 12 malam bulan purnama,banyak para pemabuk dan pemain judi yang sering lewat di hutan Desa.
melihat ada kesempatan,Nara pun dengan cepat menghabisi orang-orang yang lewat di hutan tersebut.
dengan kesadaran yang menurun sering kali para pemabuk yang di tidak mengenali orang-orang yang mereka temui.
"siapa kamu?"ucap pemabuk.
melihat ada pemabuk yang tidak Sadarkan diri,Nara pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"pas sekali,kamu adalah mangsa pertama ku di desa ini."ucap Nara.
__ADS_1
seketika pemabuk itu mati mengenaskan dengan bekas luka cakaran dan gigitan.
"akhirnya,aku sudah mendapatkan 1 tumbal, untuk sementara woro-woro ku masih bisa bertahan lebih lama."ucap Nara.
Nara pun langsung pergi meninggalkan mayat pemabuk itu...
Randu yang telah usai bertemu dengan Raja, kemudian kembali ke kamar, betapa terkejutnya Randu setelah mengetahui istrinya tidak ada di kamar.
"Dinda..Dinda..."ucap Randu memanggil putri Winari.
kemudian datanglah istrinya yang membawakan segelas air.
"saya disini Kanda."ucap Winari.
"kamu dari mana?kenapa kamu meninggalkan kamar tanpa memberitahu ku."ucap Randu.
"maafkan Dinda,Dinda tadi haus,makanya Dinda keluar untuk mengambilkan air minum di dapur."ucap Nara.
"kenapa tidak menyuruh Dayang untuk mengambil nya?."ucap Randu.
"Dinda tidak mau merepotkan Dayang Kanda."ucap Nara.
Randu pun akhirnya percaya dengan perkataan dari istrinya tersebut...
"ya sudah, sebaiknya Dinda tidur,ini sudah larut malam."ucap Randu.
seperti yang kita tahu,Randu tidak tau bahwa orang yang telah bersama nya saat ini bukanlah istrinya, melainkan jelmaan siluman Serigala.
__ADS_1
Bersambung...