Mediang Randu Yang Di Kutuk

Mediang Randu Yang Di Kutuk
Duka istana Madiang


__ADS_3

part 15


Setelah beberapa hari melakukan perjalanan, akhirnya Putri Winari dan pertapa Bhatara sampai di perbatasan Desa.


melihat suasana desa yang sedikit sepi membuat Putri Winari seakan-akan merasakan ada yang aneh kepada kerajaan.


Rakyat yang sedang berduka tidak begitu mengetahui kehadiran Putri Winari ke desa,hingga ada seorang kakek tua yang bertanya kepada mereka.


"siapa kalian,mau apa kalian datang kemari."ucap kakek kepada mereka.


"apakah kakek tidak mengenal saya."ucap Putri Winari dengan lembut.


dengan pandangan datar, seakan melihat dari bawah ke atas.


"apa kamu kanjeng Putri Winari?."ucap kakek.


"iya kek,,ini saya,Putri Winari."ucap Putri Winari.


"lalu siapa yang bersama mu kanjeng Putri?."ucap kakek.


"ini adalah petapa Bhatara,Guru ayah saya."ucap Putri Winari.


"ohya,kalau boleh tau kenapa kondisi desa tidak seperti biasanya, seakan-akan sedang berduka?."ucap Putri Winari.


kakek hanya tunduk diam bercampur sedih...

__ADS_1


"kalau kanjeng Putri mau tahu jawabannya,lebih baik Kanjeng Putri langsung ke istana."ucap kakek.


"apa sebenarnya terjadi?."ucap Putri Winari sembari bingung."


lalu mereka berjalan memasuki Keraton istana,terlihat banyak orang yang memakai pakaian warna putih yang menuju istana.


melihat seseorang yang terbaring di selimuti kain,membuat Putri Winari seakan penasaran.


dengan tak terduga Randu yang melihat kehadiran istrinya begitu senang,tapi di satu sisi dia juga sedang berduka.


"Dinda,Dinda tidak apa-apa kan?."ucap Randu Sambil melihat sekeliling.


dengan tatapan kebingungan,putri pun langsung melihat sekeliling istana.


"dimana Romo Kanda?."ucap Putri Winari.


seketika Putri Winari pun langsung lari menuju jasad itu.


"Romo,apa yang terjadi kepada Romo Kanda?."ucap Putri Winari sambil menangis.


"semenjak kehilangan Dinda, ayahanda seperti kehilangan kesadaran, sampai-sampai musuh menyelinap masuk dan meracuni makanannya."ucap Randu.


"kenapa semua orang istana tidak tau,kalau ada penyusup masuk."ucap Putri Winari sembari marah.


Sang Reshi yang datang ke istana setelah beberapa tahun menghilang,kini telah kembali dan menyaksikan muridnya yang telah meninggal dunia.

__ADS_1


"Kenapa Raja Adijaya jaya bisa begini?."ucap Petapa Bhatara.


para Senopati dan petinggi kerajaan hanya tunduk diam.


"seperti yang Kanda duga,ini pasti ulah dari kerajaan Purnawarma,karena kalung yang di pakai penyusup itu menandakan lambang kerajaan Purnawarma."ucap Randu.


mendengar itu, Putri Winari pun langsung berdiri dan menanyakan siapa dalang di balik pembunuhan ayahnya.


"Lalu dimana penyusup itu Kanda?."ucap Putri Winari.


"di perjara bawah tanah, Prajurit sedang menanyakan siapa yang menyuruh penyusup itu."ucap Randu.


Lalu putri Winari pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan menuju penjara bawah tanah.


sesampainya di penjara, mereka melihat kumpulan prajurit yang tertidur pulas,di sebabkan makanan yang mereka makan.


"apa ini, bisa-bisanya kalian ketiduran di saat penjagaan seperti ini."ucap Senopati Damayuda.


karena efek yang begitu kuat,para prajurit pun hilang kesadaran beberapa saat.


pada saat mereka memasuki ruangan penjara,terlihat penyusup itu sudah melarikan diri.


untungnya ada satu prajurit sadar,dan memberitahukan kejadian sebenarnya.


"tadi ada pria bertopeng yang masuk kesini,lalu tiba-tiba kami kehilangan kesadaran begitu saja."ucap Prajurit.

__ADS_1


lalu Putri Winari, melihat bekas makan yang sudah di beri obat tidur.


"sepertinya pria itu telah memberi obat tidur di makanan kalian."ucap Putri Winari sembari mengendus.


__ADS_2