
part 24
saat melakukan perjalanan ke hutan larangan,mereka melihat seekor Rusa yang sedang makan.
dari kejauhan Randu palsu melontarkan panah ke arah Rusa tersebut,akan tetapi Panahnya tidak mengenai tubuh Rusa.
"sepertinya,panah Raja tidak mengenai tubuh Rusa itu."ucap Senopati Damayuda.
"benar,Rusa itu tidak bisa diam makanya mata panah saya tidak mengenainya."sahut Randu palsu.
"aneh sekali,tidak biasanya panah Raja meleset,biasanya kemampuan panahnya lebih baik di bandingkan yang lain."ucap Senopati Damayuda dalam hati.
"ada apa Senopati?,kenapa Senopati Diam?."ucap Randu palsu.
"bukan apa-apa Raja,hanya saja saya bingung, kenapa Rusa disini tidak banyak yang muncul, padahal hutan ini cukup bagus untuk habitatnya."ucap Senopati Damayuda.
"mungkin saja,Rusanya banyak di pedalaman hutan ini,mari kita lanjutkan perjalanannya."Ucap Randu palsu.
"baik Raja,ayo..."ucap Senopati Damayuda kepada prajurit.
lalu, mereka menyusuri hutan yang paling dalam.
seharian menyusuri hutan larangan, kemudian mereka beristirahat sejenak,karena hari pun mulai gelap.
"tunggu..,hari mulai gelap, sebaiknya kita beristirahat dulu di sini."ucap Randu palsu.
"baiklah Raja, sepertinya para Prajurit juga sudah kelelahan setelah melakukan perjalanan."sahut Senopati Damayuda.
"malam ini kita akan mendirikan tenda disini."ucap Randu palsu.
"baik...."ucap prajurit serentak.
"ini tempat terbuka,apa tidak sebaiknya kita mencari Goa?akan lebih aman."ucap Senopati Damayuda.
__ADS_1
"tidak perlu,kita akan istirahat semalaman disini,besok kita akan melakukan perjalanan lagi."sahut Randu palsu.
dari kejauhan ada Seekor Harimau yang mengintai mereka...
malam pun telah tiba,Randu palsu yang haus akan darah,berantusias untuk mencari tumbal,akan tetapi keinginan nya terhalang dengan kehadiran Senopati Damayuda.
Senopati Damayuda mendekati Randu palsu untuk menanyakan tentang Petapa Bhatara.
"maaf,hamba mengganggu waktu Raja."ucap Senopati Damayuda.
"tidak apa-apa,masuklah..."sahut Randu palsu.
"ada apa Senopati?, sepertinya ada hal yang ingin Senopati sampaikan?."ucap Randu palsu sembari bertanya.
"iya Raja,ini mengenai Petapa Bhatara."jawab Senopati Damayuda.
"kenapa?,ada apa dengan Petapa Bhatara?."
"hamba sudah mengenali beliau sejak lama,pada masa kepemimpinan Raja Adijaya,tapi hamba tidak menyangka,kenapa Petapa Bhatara bilang seperti itu mengenai Raja Randu."ucap Senopati Damayuda.
di saat percakapan keduanya, tiba-tiba terdengar suara keributan dari luar tenda.
"suara keributan apa itu."
sontak mereka pun keluar untuk memastikan keributan tersebut.
ternyata, Suara keributan itu di sebabkan kemunculan seekor Harimau yang menyerang mereka.
Auman Harimau membuat seisi hutan bergemuruh, Sehingga binatang-binatang lain menjadi ketakutan.
"dari mana datangnya Harimau ini?."ucap Senopati Damayuda kepada Prajurit.
"hamba tidak tau kanjeng Senopati, tiba-tiba Harimau ini datang dan menyerang."jawab Prajurit.
__ADS_1
tanpa basa-basi,Randu palsu melawan Harimau tersebut, pertarungan itu pun berlangsung hingga membuat Randu palsu kalah.
Randu palsu terpental cukup jauh,akibat dari sambatan Harimau.
"Harimau sialan,berani sekali kamu menampakkan diri di sini."ucap Randu palsu sembari marah.
dengan tatapan tajam, tiba-tiba Harimau pergi meninggalkan tempat tersebut, seakan Randu palsu telah menampakkan wujud aslinya kepada Harimau.
Senopati Damayuda yang melihat kejadian tersebut merasa bingung dengan apa sudah terjadi.
"aneh sekali,kenapa setelah bertatapan dengan Raja Randu,tiba-tiba Harimau itu pergi?."ucap Senopati Damayuda dalam hati.
Harimau tersebut pergi menuju Gubuk tempat Raja Randu dan Petapa Bhatara singgah.
ternyata, Harimau tersebut tidak lain adalah ilusi buatan dari Petapa Bhatara untuk memata-matai Randu palsu.
Petapa Bhatara pun mendekati Harimau tersebut dan mengambil informasi yang telah Di rekam Harimau.
benar saja,ia di kejutkan dengan informasi yang di peroleh Harimau tersebut.
"ternyata dia yang selama ini bersemayam di tubuh Raja Randu."ucap Petapa Bhatara dalam hati.
tiba-tiba Raja Randu menghampiri Petapa Bhatara dan menanyakan informasi apa yang ia dapat.
"kenapa Petapa Bhatara diam?, informasi apa yang Petapa dapatkan?."ucap Randu.
"saya mendapatkan informasi, ternyata orang yang selama ini bersemayam di tubuh Raja Randu adalah Siluman Kelelawar."Ucap petapa Bhatara.
"benarkah, kenapa Siluman Kelelawar itu tidak merasakan kepanasan saat siang hari?."Sahut Randu.
"mungkin saja ia mengisi semacam perisai untuk melindunginya dari sinar matahari."jawab Petapa Bhatara.
"lalu,dari mana Siluman Kelelawar itu berasal?."ucap Randu.
__ADS_1
"mungkin itu Raja kelelawar dari Gunung Suwireng."
Bersambung...