Mediang Randu Yang Di Kutuk

Mediang Randu Yang Di Kutuk
Kematian Raja Adijaya


__ADS_3

part 14


kehilangan Putri Winari membuat sang ayahanda Raja Adijaya merasa sangat sedih, mengingat Putri Satu-satunya tidak kembali.


di saat keamaan kerajaan tidak stabil,tiba-tiba ada penyusup dari Kerajaan Purnawarma datang menyamar menjadi prajurit Madiang.


penyusup itu seakan-akan menyuruh Dayang untuk mengantarkan makanan kepada Raja,ternyata makan itu sudah di isi dengan Racun.


"Dayang, Senopati menyuruh kamu untuk memberi makanan ini kepada Raja."ucap penyusup.


dengan rasa percaya,Dayang pun langsung masuk dan memberikan makan tersebut.


"tuk..tuk.."


"mohon maaf Raja,Hamba di utus Senopati untuk mengantarkan makanan ini."ucap Dayang.


dengan tatapan kosong, seolah membuat Raja enggan untuk makan.


melihat Raja yang begitu sedih,membuat Randu untuk datang dan menghibur sang Raja.


"ayahanda,jangan terlalu sedih,Dinda Winari tidak akan mau melihat ayahandanya sedih seperti ini."ucap Randu.


mendengar ucapan Randu membuat Raja Sangat emosional.


"tapi kenapa..kenapa harus anakku yang jadi korbannya?."ucap Raja sambil menangis.


sembari Randu langsung menunduk lesu.


"sekarang ayahanda makan,agar tidak sakit nantinya."ucap Randu lalu pergi.


tak berselang lama, terdengar teriakan seorang dari dalam kamar Raja.

__ADS_1


"tolong... tolong..."


sontak suara itu mengundang orang istana termasuk Randu.


"ada apa Dayang,kenapa kamu berteriak."ucap Randu.


"Raja,tidak Sadarkan diri."ucap Dayang sambil ketakutan.


"apa maksudmu dengan Raja?.ucap Randu dengan suara lantang.


seketika Randu masuk ke kamar dan kaget, terlihat ada buih yang keluar dari mulut Raja seakan keracunan makan.


"ayahanda.... ayahanda."


"siapa yang melakukan ini?."ucap Randu kepada Dayang.


"hamba tidak tau pangeran,ketika hamba masuk Raja sudah dalam kondisi begini."ucap Dayang sembari menunduk kepala.


"ini seperti Racun."


"siapa yang memberikan makanan ini kepada Raja?."ucap Randu dengan Marah.


"hamba, hamba tadi di suruh prajurit untuk mengantarkannya,kata prajurit tadi Senopati yang menyuruhnya."ucap Dayang.


"mana prajurit yang menyuruhmu."ucap Randu.


seketika penyusup itu panik, seakan-akan penyamarannya pasti akan terbongkarnya.


di Saat Dayang itu menunjukkan prajurit, tiba-tiba penyusup itu melarikan diri,tapi pelarian itu sempat di ketahui oleh Randu.


"sepertinya kamu bukan prajurit di sini."ucap Randu penuh curiga.

__ADS_1


tanpa menjawab apa-apa penyusup itu langsung melawan,dan akhirnya kalah.


"katakan siapa yang menyuruhmu kesini?."ucap Randu.


berkali-kali Randu menanyakan kepada penyusup tapi na'as, penyusup itu tetap tidak mau mengatakan.


di sela perbincangan Randu melihat lambang kerajaan Purnawarma pada kalung yang penyusup itu pakai,mengira hanya kerajaan Purnawarma yang menentang kepada istana Madiang.


lalu penyusup itu di penjara,agar bisa mengoreksi informasi tentang dalang di balik penyusupan itu.


Raja yang hampir sekarat oleh Rancun,kini di bawa ke kamar,dan Randu mengutuskan prajurit untuk memanggil Tabib.


"segeralah kamu memanggil Tabib istana kesini."ucap Randu.


"baik tuanku."


karena waktu yang lama membuat Tabib kewalahan untuk mengeluarkan Rancun pada tubuh sang Raja.


hingga beberapa saat keluarlah muntah darah yang di duga darah yang keluar dari sobekan hati.


Randu yang melihat Darah yang keluar dari sang Raja begitu panik.


"jadi apa yang terjadi dengan Raja."ucap Randu kepada Tabib.


"hamba sebenarnya tidak yakin untuk mengatakan ini pangeran."ucap Tabib sembari menunduk.


"katakan saja,apa yang terjadi kepada Raja."


"hamba sudah berusaha,tapi mahakuasa berkata lain."ucap Tabib.


mendengar itu,Randu menjadi pucat pudar dan tubuhnya menjadi sangat lemas, seakan tidak percaya bahwa Raja telah meninggal.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2