Mediang Randu Yang Di Kutuk

Mediang Randu Yang Di Kutuk
Terluka


__ADS_3

part 26


1 Minggu telah berlalu...


Rombongan Kerajaan Madiang pun bersiap-siap untuk pulang.


tetapi,sebelum pulang Senopati melakukan komunikasi batin dengan Raja Randu untuk memberitahukan kepulangan mereka ke Istana.


"maafkan hamba Raja,hamba saat ini tidak bisa membantu Raja."ucap Senopati Damayuda dalam hati.


"tidak apa-apa,saat ini, urusan Istana saya serahkan kepada Senopati Damayuda."jawab Randu dalam hati.


"baik, perintah Raja akan saya laksanakan dengan baik."ucap Senopati Damayuda.


mereka pun langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut.


Randu palsu yang cemas akan keberadaan Petapa Bhatara dihutan, menyuruh Rombongan mengambil jalan pintas untuk keluar dari hutan Larangan.


"Berhenti..."ucap Randu palsu kepada Rombongan nya.


seketika mereka berhenti sejenak...


"ada apa Raja, kenapa tiba-tiba Raja menyuruh berhenti?."tanya Senopati Damayuda.


"sepertinya jalan ini tidak aman,lebih baik kita mengambil jalan lain."ucap Randu palsu.


"bukankah ini jalan yang kita lalui kemarin!,saya Rasa jalan ini cukup aman."sahut Senopati Damayuda.


"saya merasakan kehadiran seseorang."


tiba-tiba muncul Seekor Harimau di hadapan mereka...


kehadiran Harimau secara tidak langsung membuat Para prajurit merasa ketakutan.


Harimau secara Refleks mencium bau Siluman,yang membuat ia semakin agresif untuk menyerang Rombongan Istana.

__ADS_1


dengan tatapan tajam yang mengarah pada Randu palsu,Sehingga membuat Randu palsu ketakutan.


"gawat..., sepertinya Harimau itu tahu dengan bahwa aku bukanlah manusia."ucap Randu palsu dalam hati.


Senopati Damayuda yang telah tahu dengan indetitas Randu palsu mencoba untuk mengelabuinya untuk melawan Harimau tersebut.


"ada apa Raja, sepertinya Harimau itu mengenali anda?."ucap Senopati Damayuda.


"tidak ada apa-apa,mungkin Harimau itu kelaparan, sehingga menatap diriku seperti itu."jawab Randu palsu.


"prajurit,cepat tangkap Harimau itu,ini akan menjadi pemburuan besar untuk kita."ucap Randu palsu.


dengan penuh ketakutan, prajurit dengan terpaksa mengikuti perintah dari Randu palsu untuk menangkap Harimau tersebut.


saat melakukan penangkapan,para prajurit akhirnya kalah dan terluka akibat cakaran dari Harimau.


akibat penyerangan tersebut,semakin membuat Harimau itu marah dan menyerang Senopati Damayuda dan Randu palsu.


karena kelicikan dari Randu palsu,ia membiarkan Senopati Damayuda untuk melawan Harimau yang sedang marah tersebut sendirian.


disaat Harimau tersebut mendekati Senopati Damayuda yang sedang terkapar.


tiba-tiba datanglah seekor Serigala yang menghampiri mereka,Serigala tersebut mencoba untuk menghalangi Harimau yang mendekati Senopati Damayuda.


ketika pertempuran keduanya berlangsung,Randu palsu dengan liciknya mengambil kesempatan untuk melontarkan panah kepada kedua hewan tersebut.


saat saling menyerang,mata panah yang di lepaskan oleh Randu palsu secara langsung mengenai tubuh Serigala.


Serigala tersebut langsung terbaring tak berdaya karena tertusuk mata panah dari Randu palsu.


Harimau yang mengetahui ada panah yang mengarah padanya, langsung melarikan diri meninggalkan tempat tersebut.


melihat Serigala yang bersimbahan darah, Senopati Damayuda sontak panik,mengira Serigala tersebut adalah Raja Randu.


"ada apa Senopati?,kenapa Senopati sangat cemas,sedangkan Harimau itu sudah pergi."ucap Randu palsu sembari senyum jahat.

__ADS_1


agar tidak di curigai oleh Randu palsu, Senopati berupaya untuk membuat alasan dari kecemasannya tersebut.


"tidak apa-apa Raja,hamba hanya kaget dengan kemunculan Serigala tadi."jawab Senopati Damayuda.


karena banyak prajurit yang terluka, Senopati Damayuda mengusulkan kepada Randu palsu, untuk beristirahat sebentar sambil mengobati prajurit-prajurit yang terluka.


"sebaiknya kita beristirahat dulu disini,sambil mengobati prajurit yang terluka."ucap Senopati Damayuda kepada Randu palsu.


karena tidak bisa menolaknya,Randu palsu dengan terpaksa menyetujui usulan dari Senopati Damayuda.


"baiklah,tapi kita akan beristirahat disini semalaman saja."ucap Randu palsu.


Kemudian mereka pun mendirikan tenda untuk bermalaman di tempat tersebut.


"cepat..,Rantaikan Serigala itu,ini akan menjadi pemburuan besar untuk kita."ucap Randu palsu dengan gembira.


di balik kegembiraan Randu palsu, Senopati merasa sedih dan bersalah,karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk Raja Randu.


kemudian ia pergi,dengan alasan mau mengambilkan air untuk persediaan malam.


"Senopati mau kemana?."tanya Randu palsu.


"hamba mau ke sungai,mengambilkan air untuk persediaan malam ini."jawab Senopati Damayuda.


karena melihat Gentong air yang kosong,Randu palsu pun percaya dengan perkataan Senopati Damayuda.


"baiklah,jangan lama-lama dan cepatlah kembali kesini."ucap Randu palsu.


"baiklah Raja,hamba pergi dulu."


sambil menuju ke sungai,Senopati Damayuda juga memikirkan cara untuk menyingkirkan Randu palsu,


ketika dalam perjalanan menuju sungai, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2