
part 21
di saat tubuh Raja Randu kosong, tiba-tiba siluman kelelawar mengambil kesempatan, untuk masuk ke dalam tubuh Raja Randu.
"ini kesempatan ku untuk menggauli istri seorang Raja."ucap Siluman kelelawar dalam hati.
"akan tetapi,masuk ke dalam tubuh Raja Randu akan sangat mustahil,jika sang petapa Bhatara masih di tempat tersebut."
siluman kelelawar tidak pernah kehabisan akal,di saat petapa Bhatara sedang lengah,ia menaburkan abu Saketi di dalam ruangan tersebut.
tiba-tiba suasana terasa lebih dingin,dan mata sang Petapa Bhatara tak kuasa menahan ngantuk.
"uwahh..,ada apa ini?,kenapa malam ini terasa begitu dingin."ucap Petapa Bhatara dalam hati.
sedikit demi sedikit ia pun tertidur,di saat Petapa Bhatara sedang tidur,siluman kelelawar pun mengambil kesempatan untuk masuk ke dalam tubuh Raja Randu.
siluman kelelawar menganalisis auranya agar semua orang termasuk Petapa Bhatara tidak curiga.
beberapa saat kemudian, Siluman Kelelawar yang bersarang di tubuh Randu membangun petapa Bhatara, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
"maafkan saya Raja,saya tadi tertidur karena suasana yang begitu dingin."ucap Petapa Bhatara.
"tidak apa-apa, sekarang mari kita kembali ke jamuan istana."
mereka pun keluar dengan meninggalkan Sukma asli dari Raja Randu.
Randu palsu pun mendekati Ratu Winari dan memeluk manja dari belakang.
"Dinda, apakah Dinda sudah menunggu lama?."
"tidak juga,memangnya Kanda tadi pergi kemana?."ucap Winari.
"Kanda tadi ada urusan sebentar."
tiba-tiba,datang prajurit yang membawakan 1 karung koin emas.
"maaf Raja, seperti yang Raja inginkan,hamba membawakan 1 karung koin emas."ucap prajurit.
"siapa yang menyuruh kamu membawa 1 karung koin emas ini?,dan untuk apa kamu membawakannya kesini?."ucap Randu palsu membentak.
tiba-tiba,semua orang termasuk Ratu Winari terdiam dan heran dengan tingkah dari Sang Raja.
"ada apa Kanda?,bukankah Kanda yang menyuruh prajurit untuk membmembawakan karung koin emas tadi."ucap Winari.
__ADS_1
seketika Randu palsu pun langsung mengalihkan topik pembicaraan.
"emzz maksud saya,kenapa lama sekali membawakan nya?."ucap Randu palsu.
"maafkan hamba Raja."
"sudah tidak apa-apa, lagipula acaranya belum di mulai."sahut Winari kepada prajurit.
Randu palsu tidak bisa berbuat apa-apa,kecuali mengikuti kemauan Ratu Winari.
Dari perilaku sang Raja, Petapa Bhatara merasakan ada yang aneh.
melihat Petapa Bhatara yang mulai curiga dengan sang Raja, Siluman Kelelawar pun senantiasa waspada,karena takut sewaktu-waktu penyamaran nya akan terbongkar oleh petapa Bhatara.
"ini tidak boleh di biarkan,saya harus menyingkirkan petapa itu."ucap Randu palsu dalam hati."
berselang cukup lama,acaranya segera di mulai.
Rakyat Madiang pun menikmati acara yang telah berlangsung.
tapi di satu sisi,Sukma Raja Randu yang telah kembali,kini kebingungan setelah melihat tubuhnya yang hilang.
"kemana tubuhku?,bukankah Petapa Bhatara tadi ada disini menjaga tubuhku?."ucap Randu sembari heran.
karena merasa penasaran,Sukma Randu pun mendatangi acara tersebut,dan pantas saja,ia di kejutkan dengan tubuhnya yang hidup tanpa Sukmanya.
"siapa dia?,kenapa dia masuk ke dalam tubuhku?."ucap Randu dalam hati.
karena tidak bisa berbuat apa-apa,Randu pun pergi dan mencari tahu siapa yang sedang bersarang di dalam tubuhnya.
saat acara sedang berlangsung, tiba-tiba Randu palsu merasakan kepanasan di pergelangan tangan, siluman kelelawar tidak tahu bahwa Gelang yang di pakaikan pada tubuh Raja Randu adalah Pusaka Gelang Nanggala.
"ada apa ini?,kenapa tiba-tiba tanganku begitu panas?."ucap Randu palsu dalam hati.
wajah memerahnya, seakan-akan menggambarkan bahwa ia merasakan tidak nyaman saat menggunakan Gelang tersebut.
dengan diam,ia melepaskan Gelang tersebut dan melemparkannya ke hutan istana.
perbuatannya itu,tanpa sengaja di ketahui oleh petapa Bhatara.
"sepertinya,ada yang tidak beres."ucap Petapa Bhatara dalam hati.
Petapa Bhatara langsung keluar,untuk mencarikan Gelang yang di buang oleh Randu palsu.
__ADS_1
gerak-gerik Petapa Bhatara pun di ketahui oleh Randu palsu,dan ia membuntuti petapa Bhatara secara diam.
saat berada di hutan istana, Petapa Bhatara menemukan Gelang Nanggala yang tergeletang di tanah.
"kenapa Pusaka Gelang Nanggala bisa ada di sini,dan kenapa Raja Randu membuangnya.",ucap Petapa Bhatara dalam hati dan terheran.
tiba-tiba,Randu palsu datang dan memergoki Petapa Bhatara yang sedang memegang Gelang Nanggala.
"apa yang Petapa Bhatara lakukan di sini?."ucap Randu palsu.
mendengar suara Randu palsu,sontak Petapa Bhatara gugup dan menyembunyikan Gelang tersebut.
"tidak apa-apa Raja,saya hanya mencari udara segar disini."ucap petapa Bhatara dengan gugup.
dengan tatapan tajam,Randu memandang Petapa Bhatara dengan penuh curiga.
"katakan,apa kamu melihat kejadian tadi?"ucap Randu palsu.
"melihat apa Rajaku,saya tidak tau apa yang Raja katakan."ucap Petapa Bhatara.
"tidak usah berpura-pura,saya tau kamu telah mengetahui kebenaran nya."ucap Randu palsu.
tiba-tiba Randu palsu menyerang petapa Bhatara.
mendengar Suara pertarungan di hutan istana,Ratu Winari dan orang-orang istana keluar dan menyaksikan pertarungan antara Raja Randu dan petapa Bhatara.
di saat pertarungan berlangsung, Senopati Damayuda datang dan meleraikan pertarungan tersebut.
"maaf Petapa Bhatara,kenapa Petapa Bhatara menyerang Raja?."ucap Senopati Damayuda.
"tunggu,ini tidak seperti yang kalian lihat."ucap Petapa Bhatara sembari menjelaskan.
Ratu Winari pun menghampiri mereka.
"ada apa ini,kenapa Petapa Bhatara menyerang Kanda Randu?."ucap Winari.
"maaf Ratu,hamba bisa jelaskan semua ini."ucap Petapa Bhatara.
"ini sudah jelas Dinda,Kanda tiba-tiba diserang oleh petapa Bhatara,lantas apa salah Kanda."sahut Randu palsu.
"ketahuilah Ratu,Raja yang sedang bersama kita saat ini, adalah Raja Randu palsu."ucap Petapa Bhatara sembari menjelaskan.
akan tetapi,penjelasan dari Petapa Bhatara sama sekali tidak di dengarkan oleh semua orang,termasuk Ratu Winari sendiri.
__ADS_1
Bersambung...