Mediang Randu Yang Di Kutuk

Mediang Randu Yang Di Kutuk
Teror


__ADS_3

part 28


setelah memenjarakan Siluman Kelelawar,Raja Randu akhirnya memadamkan kobaran api dekat tempat tersebut.


seketika api itu padam dan benar saja,saat Senopati Damayuda mencari Raja Randu di dalam tenda, tiba-tiba Petapa Bhatara muncul secara gaib.


kemunculan Sang Petapa, membuat Senopati Damayuda kaget...


"apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana bisa tubuh Raja Randu hilang?."tanya Senopati kepada Petapa Bhatara.


"Senopati Damayuda tidak usah khawatir, Sebentar lagi Raja Randu akan datang."jawab Petapa Bhatara.


tiba-tiba Raja Randu datang dengan tampilan yang berbeda.


Senopati Damayuda,yakni tidak tahu, bahwa yang di hadapan mereka sekarang bukanlah Siluman Kelelawar melainkan Raja Randu yang asli.


"siapa kamu,kenapa kamu bisa ada disini?."ucap Senopati Damayuda dengan lantang.


"tenang Senopati,ini saya,Raja Randu."jawab Randu.


"hahh...,tidak usah berbohong,saya tahu kamu pasti Siluman Kelelawar yang sedang menyamar.ucap Senopati Damayuda dengan lantang.


"itu benar Senopati,orang yang berada di hadapan kita ini adalah Raja Randu."sahut Petapa Bhatara kepada Senopati.


"lalu,apa buktinya bahwa dia benar-benar Raja Randu?."ucap Senopati Damayuda.


Raja Randu menunjukkan Gelang Nanggala kepada Senopati Damayuda.


seketika Senopati Damayuda terdiam dan percaya...


"maafkan hamba Raja,hamba tidak tau kalau yang di hadapan hamba saat ini adalah Raja Randu."ucap Senopati Damayuda sembari menundukkan kepalanya.


"bangun,dan tegakan kepala Senopati."ucap Randu sambil memegang pundak Senopati.


"wajar saja Senopati Damayuda tidak mengenali saya,karena penampilan saya sekarang yang berbeda."ucap Randu.


lalu, Senopati Damayuda pun berdiri atas perintah dari Sang Raja.


"tapi,kenapa bisa, wajah Raja Randu bisa berbeda?."tanya Senopati Damayuda.


"akibat kobaran api tadi, Sehingga membuat tubuh Saya sedikit terbakar,tapi untungnya Saja,Petapa Bhatara tepat waktu menyelamatkan tubuh saya."jawab Randu.

__ADS_1


"lalu, bagaimana kita akan menjelaskan kepada Ratu Winari,jika Raja Randu pulang ke Istana dengan penampilan seperti ini?."tanya Senopati Damayuda.


"urusan itu,biarkan Saya yang menjelaskan kepada Dinda, Senopati cukup merahasiakan kejadian ini kepada Ratu Winari.!"ucap Randu kepada Senopati Damayuda.


"baiklah Raja."


tak berselang cukup lama, tiba-tiba ada teriakan orang-orang yang meminta tolong menuju ke tempat mereka.


"tolong...tolong.."ucap serentak warga yang ada di hutan tersebut.


Rombongan mereka, seketika terdiam karena mendengar teriakan tersebut.


"sepertinya ada orang yang meminta pertolongan.!"ucap Senopati Damayuda.


terlihat Rombongan warga yang berlarian ke tempat tersebut.


"ada apa?,apa yang kalian berlarian seperti itu?."ucap Senopati Damayuda kepada Warga setempat.


salah satu dari warga tersebut memberitahukan,ada orang aneh yang mengobrak-abrik desa mereka.


"siapa orang yang mengacaukan desa kalian?."tanya Randu kepada warga tersebut.


"kami tidak tahu, tiba-tiba saja ada orang aneh yang masuk ke desa kami,dan membuat kekacauan."


"kalau begitu,antarkan saya ke desa kalian."ucap Randu kepada Warga tersebut.


"tapi,orang itu sangat kuat."ucap Warga.


"kalian tidak usah khawatir,selama Raja Randu masih bersama kalian,kalian akan tetap aman."sahut Senopati Damayuda.


"maaf,kalau tidak salah anda tadi menyebut pemuda ini Raja.apakah itu benar?."tanya Warga.


"benar,yang berdiri di hadapan kalian saat ini adalah Raja dari kerajaan Madiang,Raja Randu Sanjaya."jawab Senopati Damayuda kepada Warga tersebut.


seketika Warga itu bertekuk lutut dan meminta maaf.


"maafkan kami Raja,kami tidak tau kalau di hadapan kami saat ini adalah Raja Randu Sanjaya."ucap Warga serentak.


"tidak apa-apa, sekarang antarkan saya ke desa kalian."ucap Randu.


"baik Raja,mari..."ucap warga sembari menunjukkan jalan.

__ADS_1


"Senopati dan yang lainnya tetaplah disini,saya akan pergi sebentar untuk membantu warga."ucap Randu kepada Rombongannya.


"baik Raja!."ucap Senopati Damayuda dan prajurit serentak.


kemudian Raja Randu dan Petapa Bhatara pergi menuju desa tersebut.


sesampainya di desa tersebut,mereka di kejutkan dengan desa yang sudah porak-poranda.


"siapa yang sudah mengacak-acak desa sampai begini?."ucap Randu sembari bingung.


terdengar suara minta tolong dari wanita paruh baya yang masih berada di desa itu.


"tolong saya...,tolong..tolong."ucap wanita paruh baya.


terlihat seseorang yang memakai jubah hitam,membawa kapak.


orang misterius itu menghampiri wanita paruh baya,serta meminta anak dari wanita paruh baya tersebut.


"jangan sakiti anakku,tolong...tolong..,"teriakan wanita paruh baya.


tapi,aksinya itu sempat di hentikan oleh Raja Randu.


"apa tujuanmu di sini?."ucap Randu kepada pria misterius tersebut.


tapi,tanpa sepatah kata pria misterius itu justru menyerang Randu secara brutal.


setelah berselang cukup lama bertarung, akhirnya pria misterius itu pergi,tapi sebelum pergi,pria misterius tersebut sempat mengatakan bahwa dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan anak-anak di desa itu.


"tunggu saja kalian,kali ini aku akan pergi,tapi lain kali aku akan kesini,ha..ha.haa."ucap pria misterius sembari tertawa jahat.


lalu,sosok pria misterius itu menghilang seketika.


"sepertinya,orang tadi bukanlah manusia biasa."ucap Petapa Bhatara kepada Randu.


"benar yang anda katakan,mungkin sewaktu-waktu dia akan kembali lagi untuk melakukan terornya."ucap Randu.


"lalu,apa yang akan kita lakukan sekarang."tanya Petapa Bhatara kepada Randu.


"demi menjaga keselamatan anak-anak di desa ini,kita akan menunda kepulangan kita untuk sementara,takutnya pria misterius itu akan kembali lagi.


"baiklah,jika itu yang Raja inginkan."ucap Petapa Bhatara.

__ADS_1


setelah kejadian tersebut,Raja Randu pun mengusulkan kepada Rombongannya untuk menunda kepulangan mereka.


Bersambung...


__ADS_2