
part 29
lalu, Rombongan Raja Randu menginap di sebuah desa,karena permintaan dari kepala desa di sana.
"untuk sementara,kita akan menginap di desa ini,sampai masalah ini sudah selesai,baru kita akan melanjutkan perjalanan pulang."ucap Randu kepada Rombongannya.
"baiklah Raja."
"Sekarang kalian menyebar di penjuru desa,untuk berjaga-jaga."ucap Senopati Damayuda kepada prajurit.
lalu, prajurit pun pergi sesuai perintah.
tidak lama kemudian,datanglah Kepala Desa yang menghampiri Rombongan Raja Randu.
"sungguh kehormatan besar bagi kami,karena Raja Randu mau menginap di Desa kami ini."ucap Kepala Desa
"iya,kami juga, terimakasih,maaf telah merepotkan kalian."ucap Randu kepada Kepala Desa.
"justru saya yang berterimakasih kepada Raja Randu,karena telah mau membantu Desa kami."ucap Kepala Desa.
"baiklah,apa yang membuat Kepala Desa datang kesini?."tanya Randu.
"saya datang kesini,karena mau mengundang Raja Randu dan yang lainnya makan malam di Rumah saya."jawab Kepala Desa.
saya berharap,Raja Randu mau menghadiri jamuan di rumah saya.
"dengan senang hati."ucap Randu.
setelah itu,Raja Randu, Senopati Damayuda dan Petapa Bhatara datang untuk memenuhi undangan jamuan dari Kepala Desa.
kedatangan mereka di sambut dengan hangat oleh keluarga Kepala Desa.
"tuk...tuk...tuk.."
"istriku,bukakan pintu Rumah ini,kita kedatangan tamu istimewa."teriakan panggilan Kepala Desa kepada istrinya.
"sebentar suamiku."sahut istri Kepala Desa.
"Ratih,cepat buka pintu itu,ayahmu dari tadi memanggil."ucap istri Kepala Desa kepada anak Semata wayangnya.
__ADS_1
"baik ibu."ucap Sang putri tunggal.
pintu itu pun di buka oleh anak Kepala Desa,dan benar saja,ini pertama kalinya ia melihat Raja Randu Sanjaya secara dekat.
sepertinya,anak Kepala Desa kini terpesona melihat Raja Randu untuk pertama kalinya.
"lama sekali buka pintunya,mana ibumu?."ucap Kepala Desa kepada anaknya.
"sudah tidak apa-apa."sahut Randu kepada Kepala Desa.
"maafkan saya Raja,karena Raja telah menunggu lama."ucap Kepala Desa.
"mana Rasa hormatmu kepada Raja, dihadapan kita ini adalah Raja Randu dari kerajaan Madiang."ucap Kepala Desa kepada anaknya.
Seketika Putri tunggalnya itu, menundukkan kepala dan meminta maaf.
"maafkan hamba Raja."ucap anak Kepala Desa.
"sudah tidak apa-apa."
"mari Raja, kita masuk."ucap Kepala Desa.
"mari."ucap Randu.
"sudah 10 tahun saya menjadi Kepala Desa,belum pernah sekalipun ada kejadian seperti ini di Desa kami."ucap Kepala Desa.
"benarkah!,lalu bagaimana bisa ada teror seperti ini di Desa kalian?."tanya Senopati Damayuda.
"saya sendiri tidak tahu,semenjak kemunculan pria berjubah hitam tersebut,seringkali kami mendengar warga yang kehilangan mereka."ucap Kepala Desa.
"aneh sekali, mungkin saja pria itu punya maksud tertentu pada anak-anak di Desa ini."ucap Senopati Damayuda sembari bingung.
"mungkin saja,karena tidak mungkin kalau pria berjubah hitam itu menculik anak di Desa ini,kalau tidak punya maksud tertentu."sahut Petapa Bhatara.
"lalu,apa yang sekarang harus kami lakukan,saya tidak mau ada korban jiwa lagi dari Desa kami ini."tanya Kepala Desa.
"Kepala Desa tenang Saja,selama masih ada kami di Desa ini,semua akan baik-baik saja,dan kami akan segera menangkap pria berjubah hitam itu."ucap Randu.
dalam percakapan mereka,putri Semata wayang kepala Desa mengintip dan melirik Raja Randu dari ruangan tengah,seakan ia sedang jatuh cinta kepada Randu.
__ADS_1
akan tetapi, tingkah laku nya itu sempat di pergoki oleh ibunya sendiri.
"Ratih,kenapa masih berdiri disini?."tanya Istri Kepala Desa kepada anaknya.
seketika Ratih yang sedang mengintip pun kaget dengan kehadiran sang ibu di belakangnya.
"tidak ada apa-apa bu?ucap Ratih mengalihkan pertanyaan dari ibunya.
setelah kepergok ibunya,Ratih pun pergi ke dapur,agar ibunya tidak curiga bahwa dia sedang mengintip pembicaraan ayahnya kepada Rombongan Raja Randu.
ibu Ratih merasa curiga,akan tingkah laku yang berbeda dari putri semata wayangnya itu,setelah kedatangan Raja Randu.
lalu,ia menghampiri Ratih untuk menanyakan tentang Raja Randu.
"Ratih...,apa kamu menyukai Raja Randu?."tanya ibunya secara lembut.
mendengar pertanyaan dari sang ibu,Ratih langsung salah tingkah dan pipinya seketika merah merona.
"tidak,kenapa tiba-tiba ibu bicara seperti itu?."ucap Ratih terbata-bata.
"tidak ada apa-apa,ibu cuman menanyakan saja?."ucap ibu Ratih.
"lagipula,untuk apa saya menyukainya,dia adalah seorang Raja,jadi saya tidak pantas menyukainya."ucap Ratih.
"tidak ada salahnya menyukai seseorang, meskipun orang itu adalah seorang Raja,pada dasarnya manusia itu akan jatuh cinta jika telah menemukan orang yang tepat.!"ucap ibu Ratih sembil menggodanya.
mendengar ucapan ibunya, seketika Ratih pun tersenyum malu.
"sudah Bu,jangan menggoda Ratih lagi,nanti persiapannya tidak akan selesai jika kita membicarakan hal yang tidak penting ini."ucap Ratih mengalihkan pembicaraan ibunya.
saat percakapan Ratih dan ibunya, tiba-tiba ayah Ratih datang dan menanyakan persiapan jamuan tersebut.
"istriku,apa masakannya sudah siap?,Raja Randu dan lainnya sudah menunggu lama dari tadi.?"tanya Kepala Desa.
"iya suamiku,ini sudah selesai."sahut Istri Kepala Desa.
"ibu sih,dari tadi menggoda Ratih terus,jadinya ayah datang kesini karena terlalu lama menunggu."ucap Ratih menyindir ibunya.
"iya-iya ibu yang salah,sekarang cepat bantu ibu."ucap ibu Ratih.
__ADS_1
lalu,Ratih dan ibunya membawa makanan yang sudah matang,menuju ke Ruang tamu untuk di hidangkan.
Bersambung...