Mediang Randu Yang Di Kutuk

Mediang Randu Yang Di Kutuk
Rahasia


__ADS_3

part 25


"apa yang harus kita lakukan?, bagaimana kita akan mengeluarkan ia dari tubuh Saya?."ucap Randu.


"biasanya,Setiap Siluman akan sedikit melemah saat malam purnama,pada saat itu mereka akan berkeliaran mencari Tumbal."


"lalu,kapan malam purnama itu akan terjadi?."ucap Randu.


"kita sangat beruntung Raja,malam purnama akan terjadi malam ini,dan sebentar lagi Siluman Kelelawar itu akan berkeliaran mencari Tumbal."jawab Petapa Bhatara.


"benarkah?,kalau begitu ini kesempatan yang sangat bagus untuk kita."ucap Randu.


Tepat jam 1 malam,Randu palsu mulai merasakan gemetaran karena dampak bulan purnama.


sekujur tubuhnya tumbuh dengan bulu.


"aku harus mencari tumbal secepatnya,agar perubahan ku tidak di ketahui oleh siapapun."ucap Randu palsu dalam hati.


dengan hati-hati Randu palsu keluar dari tenda,tapi kepergian nya itu tidak sengaja di ketahui oleh Senopati Damayuda.


"Raja mau kemana malam-malam begini? padahal sekarang sudah jam 1 malam."ucap Senopati Damayuda dalam hati.


dengan Rasa penasaran, Senopati Damayuda pun mengikuti Randu palsu secara Diam-diam.


sembari mengendus-enduskan hidungnya,Randu palsu mencium bau darah manusia.


"sepertinya masih ada manusia yang berkeliaran malam-malam begini."ucap Randu palsu.


Terlihat kakek tua yang berjalan melewati hutan tersebut.


ternyata kakek tua tersebut adalah petapa Bhatara sendiri,ia dan Raja Randu telah membuat Rencana agar Randu palsu masuk ke dalam jebakan mereka.


tidak berselang cukup lama,Randu palsu akhirnya datang dan masuk ke jebakan yang mereka buat.


"mau kemana kek malam-malam begini?."ucap Randu palsu secara lembut.

__ADS_1


"maaf,Anda ini siapa?."tanya Petapa Bhatara.


"saya Raja Randu,Raja dari Kerajaan Madiang."ucap Randu palsu.


Kakek tersebut langsung menundukkan kepalanya,sembari meminta maaf kepada Randu palsu.


"maafkan hamba Raja,hamba tidak tau bahwa yang berdiri di hadapan saya ini adalah Raja Randu Sanjaya."ucap kakek sembari menundukkan kepalanya.


"tidak apa-apa,tapi jawablah pertanyaan saya,kakek ini mau kemana?."ucap Randu palsu.


"saya hanya seorang pengelana yang tidak tau arah dan tujuan Raja."jawab Petapa Bhatara.


"benarkah,kalau begitu,maukah Kakek ikut dengan Saya?."ucap Randu palsu sambil membujuk.


"maaf Raja,memangnya Raja mau mengajak Saya kemana?."tanya Petapa Bhatara.


"ikut Saja kek,nanti kakek akan tau sendiri."


dari kejauhan Senopati Damayuda menguping pembicaraan mereka.


Randu Palsu pun mengajak kakek untuk pindah ketempat lain dengan tujuan akan menghabisi nyawa kakek tersebut.


sontak, Kejadian tersebut membuat Senopati Damayuda kaget,karena selama ini Raja yang memimpin Kerajaan Madiang adalah sosok Siluman.


"hahh.. bagaimana mungkin,jadi selama ini yang berada di Istana Madiang adalah Siluman Kelelawar,lalu kemana perginya Raja Randu."ucap Senopati Damayuda dalam hati.


tidak lama Petapa Bhatara memperlihatkan wujud aslinya kepada Randu palsu.


melihat perubahan wujud kakek tersebut,membuat Randu Palsu langsung berniat untuk membunuh Petapa Bhatara.


"sialan kamu Petapa Bhatara,aku akan membunuhmu,agar kamu tidak bisa membocorkan rahasiaku."ucap Randu palsu sembari mengancam.


Raja Randu yang menyaksikan kejadian tersebut langsung ikut campur untuk membantu Petapa Bhatara.


tapi pertarungan tersebut tidak berangsur lama,Randu palsu kalah dan melarikan diri meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


"hei...jangan pergi kamu."ucap Randu.


pengejaran itu sempat di hentikan Petapa Bhatara,karena merasa takut Randu Palsu akan menjebak mereka.


"Berhenti Raja,biarkan dia pergi."


"tapi, keadaan dia sudah melemah,ini kesempatan kita untuk mengalahkan nya."sahut Randu.


"saya takut ini jebakannya untuk menangkap kita."


saat percakapan keduanya, datanglah Senopati Damayuda yang merasa tidak percaya apa yang ia lihat sebelumnya.


"Petapa Bhatara,apakah benar itu anda!?tanya Senopati Damayuda.


"benar,ini saya Petapa Bhatara."


"apa yang sedang anda lakukan disini?.ucap Senopati Damayuda.


"justru sebaliknya,apa yang Senopati lakukan disini malam-malam begini?."tanya Petapa Bhatara.


"saya tadi mengikuti Raja Randu dan sampailah disini."jawab Senopati Damayuda.


"benarkah,apa Senopati sudah melihat kejadian tadi?."ucap Petapa Bhatara.


"iya,jadi selama ini perkataan petapa Bhatara memang benar,orang yang berada di Istana saat ini bukanlah Raja Randu, melainkan Siluman Kelelawar."ucap Senopati Damayuda.


"tidak usah di hiraukan,lebih baik kita memikirkan cara,agar Siluman Kelelawar itu keluar dari tubuh Raja Randu."ucap Petapa Bhatara.


"benar sekali,lalu apa yang harus kita lakukan,saya takut Siluman Kelelawar ini akan membuat onar di kerajaan Madiang nanti."ucap Senopati Damayuda.


"saya meminta bantuan Senopati Damayuda,untuk mengawasi Siluman Kelelawar itu di dalam istana,sampai tiba waktunya kita akan menangkapnya."ucap Petapa Bhatara.


"baiklah."


"satu hal lagi, Senopati Damayuda harus merahasiakan kejadian ini kepada semua orang, termasuk Ratu Winari."

__ADS_1


"baiklah,jika itu keinginan petapa Bhatara."ucap Senopati Damayuda.


Bersambung....


__ADS_2