
part 11
keesokan harinya, terjadilah kehebohan di hutan istana Madiang,warga menemukan mayat dengan bekas cakar dan gigitan oleh binatang buas.
di tengah-tengah keremunan,datang sekelompok prajurit yang sedang melakukan patroli desa.
"ada apa ini, kenapa kalian berkumpul di sini?."ucap prajurit.
"kami mau pergi ke ladang,dan tidak sengaja menemukan mayat ini."ucap Warga.
melihat itu, perwakilan prajurit pun pergi ke istana untuk menyampaikan kejadian itu ke Raja Adijaya.
saat itu Raja Dan Senopati beserta petinggi kerajaan mengadakan pertemuan di aula singgasana,lalu datanglah prajurit yang menyampaikan berita kematian misterius tersebut.
sembari menekuk lutut dan menundukkan kepala.
"maafkan hamba Raja"
"apa yang ingin kamu sampaikan prajurit."ucap Raja Adijaya.
"hamba kesini membawakan berita,ada mayat misterius di hutan-hutan desa."ucap Prajurit.
mendengar itu semua orang yang ada di dalam aula pun terkejut.
"apa penyebab dari kematian itu."ucap Raja Adijaya.
"sepertinya Kematian tersebut di sebabkan oleh bintang buas,karena banyak bekas cakaran dan gigitan pada tubuh korban."ucap Prajurit.
__ADS_1
kejadian tersebut membuat se isi aula terheran,karena jarang sekali ada hewan buat yang masuk wilayah hutan Desa.
dengan sigap Randu pun pergi menyelidiki tubuh korban,dan di temukan ada taring yang menyangkut di leher mayat tersebut.
"Taring apa ini."ucap Randu dalam hati.
dengan rasa penasaran yang kuat,Randu pun pergi ke perbatasan desa sambil membawakan taring yang ia temukan di tubuh korban.
bermodalkan Seruling emas,randu akhirnya memanggil Harimau emas,untuk mengetahui dalang di balik pembunuhan tersebut.
mendengar alunan musik Seruling,Harimau emas pun datang dengan apa yang ia janjikan kepada Randu.
"kenapa Randu?,apa yang membuatmu memanggil ku?."ucap Harimau.
"maaf telah merepotkan mu,hanya saja aku memerlukan bantuan mu."ucap Randu.
"tidak apa-apa, bantuan apa yang kamu perlukan."ucap Harimau.
sembari Harimau mengendus taring tersebut.
"ini bukan taring harimau, melainkan taring milik Serigala."ucap Harimau.
"serahkan saja padaku,aku akan mencari serta menemukan Serigala itu."
"baiklah, Terimakasih atas bantuan mu."ucap Randu.
Tibalah malam hari, seperti biasa Nara yang terus-menerus mencari tumbal akhirnya keluar.
__ADS_1
"sepertinya aku memerlukan tumbal lagi untuk menyempurnakan woro-woro ku."ucap Nara.
Nara yang keluar kamarnya,tidak sengaja di lihat seorang Dayang,lalu Dayang itu secara diam membuntuti Nara.
ia menuju kandang kuda istana,karena merasa sudah aman Nara pun melepaskan woro-woro nya dan kembali ke wujud asli,melihat kejadian itu Dayang pun secara tidak sengaja berteriak karena ketakutan.
melihat penyamaran nya sudah di ketahui Dayang,Nara pun langsung sigap membunuh Dayang tersebut tanpa ampun.
sedikit demi sedikit,suara Dayang pun mulai menghilang.
"akhirnya,tidak ada lagi orang yang tahu dengan penyamaran ku."ucap Nara sambil pergi meninggalkan mayat Dayang itu.
kemudian datanglah penjaga kuda,karena merasa mendengar suara kuda yang berisik, akhirnya ia masuk dan memeriksa kandang tersebut.
Sontak saja,ia di kejutkan dengan mayat Dayang yang bercucuran darah.
"Tolong....tolong..."
suara teriakan itu terdengar oleh Randu, kemudian ia dengan cepat berlari menuju kandang kuda,pas di perjalanan,Randu tidak sengaja melihat istrinya yang sedang terburu-buru keluar dari kandang kuda.
Randu pun Sempat menghiraukan istrinya,kemudian ia hendak menuju kandang kuda,dan betapa terkejutnya ia setelah melihat kejadian di kandang kuda.
seketika Randu pun merasakan ada yang aneh dengan kematian Dayang tersebut,kejadian itu hampir sama dengan kematian yang menimpa pemabuk.
"siapa yang melakukan ini?."ucap Randu.
"hamba tidak tau pangeran,ketika hamba hendak memeriksa kandang, tiba-tiba hamba melihat Dayang ini sudah mati bersimbahan darah."ucap penjaga kuda.
__ADS_1
Randu langsung menyeliki teror pembunuhan di dalam Istana.
Bersambung...