
part 18
Randu yang terus-menerus memperdalam Ajian dalam kitab Tamangkala,kini telah berhasil mempelajarinya,hingga saat masa kepemimpinan nya tidak ada yang berani menentang nya.
tapi pada masa kepemimpinan nya,banyak Raja-Raja yang tidak suka dengan nya.
hingga kerajaan Purnawarma berniat untuk memutuskan hubungan antar kerajaan.
"aku tidak Sudi menjalin hubungan kepada kerajaan Madiang,apalagi dengan musuhku sendiri."ucap pangeran Jatiwangi kepada Ayahnya yakni Raja Jayapura.
mendengar itu sang ayah bertanya-tanya apa yang membuat putranya begitu membenci Kerajaan Madiang.
"lantas apa yang membuatmu begitu membenci istana Madiang?bukankah kerajaan kita Sudah lama menjalin hubungan dengan Kerajaan Madiang."ucap Raja Jayapura kepada Sang anak.
"apakah Ayah tidak tau,apa yang dilakukan oleh kerajaan Madiang kepada anak mu ini."sahut pangeran Jatiwangi.
"Randu telah mempermalukan aku di hadapan semua Rakyat Madiang,aku tidak terima itu."ucap Pangeran Jatiwangi dengan marah lalu pergi.
di satu sisi Raja Jayapura sangat begitu Sayang kepada anaknya,hingga perkataan anaknya pun di turutinya.
lalu ada salah satu prajurit mengantarkan pesan kepada Raja Jayapura.
di perjalanan menuju istana Purnawarma.prajurit itu di hadang oleh Pangeran Jatiwangi.
"mau apa kamu kesini?."ucap pangeran Jatiwangi kepada Prajurit Madiang.
"hamba di utuskan oleh Raja Randu untuk menyampaikan pesan kepada Raja Jayapura."
"tidak bisa,kami tidak bisa menerima pesan dari Rajamu itu."sahut Pangeran Jatiwangi.
__ADS_1
"maaf pangeran,tapi ini perintah dari Raja kami,jadi harus hamba sampaikan kepada Raja Jayapura."
"kalau saya bilang tidak,yaa tidak."ucap Pangeran Jatiwangi dengan lantang.
lalu pangeran Jatiwangi menghajar prajut tersebut, terdengar suara keributan di luar,sontak Raja Jayapura pun keluar istana.
"ada apa ini,kenapa kamu menghajar prajurit ini."ucap Raja Jayapura kepada pangeran Jatiwangi.
"bukan apa-apa,tadi prajurit ini menerobos masuk,lalu aku tahan."ucap Pangeran Jatiwangi.
"kenapa kamu menahannya,ini sudah menjadi peraturan dalam antar kerajaan,kita tidak boleh menahan prajurit penyampai pesan."ucap Raja Jayapura dengan tegas.
"ahh,Ayah sama Saja,selalu aku yang di salahkan."ucap Pangeran Jatiwangi lalu melepaskan prajurit tersebut.
"maaf atas kelancangan dari pangeran Jatiwangi."ucap Raja Jayapura kepada prajurit tersebut.
seketika Raja Jayapura membuka dan membaca isi pesan.
"sampaikan kepada Raja Adijaya,aku akan menghadiri perjamuan tersebut.
"baik Raja,sekarang hamba pamit pergi."ucap prajurit Madiang.
karena kebencian yang amat besar,membuat pangeran Jatiwangi berniat ingin membunuh Raja Jayapura.
tibalah malam yang hening, Pangeran Jatiwangi yang berniat mau membunuh Ayahnya,kini telah menyusun rencana.
di saat Raja Jayapura tertidur pulas, datanglah pangeran ke kamar Raja Jayapura.
bermodalkan bantal,Raja di bunuh secara mengenaskan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
dengan sekuat tenaga Raja Jayapura mencoba untuk bangun,tapi na'as karena kondisi yang lemah membuat Raja Jayapura tak berdaya.
lalu tibalah pagi,dimana hari kebahagiaan Pangeran Jatiwangi baru dimulai.
Pangeran Jatiwangi yang seolah-olah tidak tau,membuat drama sedih agar orang tidak curiga.
"Ayah,kenapa begitu cepat meninggalkan saya."ucap Pangeran Jatiwangi dengan berpura-pura sedih.
dengan begitu semua orang tidak tau apa penyebab Raja Jayapura mati.
lalu berita kematian Raja Jayapura terdengar oleh kerajaan-kerajaan lain, terutama kerajaan Madiang.
"apa penyebab Raja Jayapura mati?."ucap Randu sembari bertanya kepada prajurit pengantar pesan.
"hamba tidak tau,Raja Jayapura mati dengan tidak wajar,sama sekali tidak ada bekas luka dalam kematian nya."
lalu Petapa Bhatara menganalisis bahwa kematian Raja Jayapura di sebabkan pembunuhan berencana oleh orang istana itu sendiri.
"lalu,siapa yang akan menggantikan posisi Raja Jayapura?."ucap Randu.
"bisa jadi, pangeran Jatiwangi,karena pangeran Jatiwangi adalah keturunan tunggal dari kerajaan Purnawarma."ucap prajurit.
"baiklah,kalau begitu kamu boleh pergi."
"hamba pamit pergi."Ucap prajurit lalu pergi.
mendengar cerita dari prajurit tersebut,semua istana begitu heran dengan kematian dari Raja Jayapura.
Bersambung...
__ADS_1