
part 17
"saya tau dimana Raja Adijaya menyimpan kitab Tamangkala tersebut."ucap Petapa Bhatara.
"dimana itu."ucap Randu.
"saya tidak bisa mengatakan nya di sini,hanya Raja dan saya yang boleh tau tentang Rahasia ini."ucap Petapa Bhatara.
"baiklah,kalau begitu kalian semuanya bubar, urusan ini biar saya berbicara 4 mata dengan petapa Bhatara.
semua orang berdiri dan memberikan hormat.
"baik Raja."ucap serentak.
"baiklah, sekarang hanya kita berdua yang ada di aula ini, sekarang katakan dimana Raja menyimpan kitab tersebut?."ucap Randu.
"maaf Raja,saya tidak bisa mengatakannya di tempat ini,akan lebih baik kalau kita pergi ke tempat yang lebih aman,karena ini sangat rahasia."ucap Petapa Bhatara.
Mendengar itu Randu pun setuju dan mengajak Petapa Bhatara ke ruangan rahasia yang ada di istana,tapi di tengah pembicaraan mereka ada seseorang yang mencoba mengintip.
"baiklah,kalau begitu kita akan membicarakan nya di ruang rahasia kerajaan."ucap Randu.
"baik Raja,silahkan."
lalu mereka pun menuju ruang rahasia...
"tunggu Raja,saya rasa ada seseorang yang mengintip kita."ucap Petapa Bhatara.
sembari mata mereka melihat sekeliling dan ada mata-mata yang menguping mereka.
lalu Randu dan Petapa Bhatara berjalan seolah-olah tidak tau dengan mata-mata tersebut.
lalu muncul Petapa Bhatara di belakang mata-mata sembari mengeluarkan sebilah pisau dengan tindakan mengancam.
__ADS_1
"siapa kamu?,apa yang kamu lakukan di sini?."ucap Petapa Bhatara.
lalu Randu pun keluar dari ruang rahasia dan menuju ke Petapa Bhatara dan mata-mata tersebut.
sontak Randu pun terkejut,karena yang mengintip mereka adalah Tumenggung istana.
"apa yang anda lakukan di sini?."ucap Randu kepada Tumenggung.
"maafkan hamba Raja,hamba telah lancang menguping pembicaraan Raja dan Petapa Bhatara."ucap Tumenggung.
"kenapa Tumenggung menguping pembicaraan kami?."ucap Petapa Bhatara.
"hamba hanya penasaran dengan apa yang Petapa Bhatara dan Raja bicarakan."
"lupakan saja."ucap Randu.
Karena takjub,membuat Tumenggung bertanya kepada Petapa Bhatara,dimana ia mempelajari Ajian tersebut.
"apa yang maksud Tumenggung?."ucap Randu terheran.
"Ajian yang di pakai Petapa Bhatara ini adalah Ajian Gundoma,dan hanya mediang Raja Adijaya yang mampu mempelajari Ajian ini."ucap Tumenggung.
"tapi tak di sangka,selain Raja Adijaya, ternyata Petapa Bhatara juga bisa menyempurnakan Ajian ini."ucap Tumenggung dengan takjub.
"kalau begitu silahkan Tumenggung pergi,aku hanya ingin berbicara kepada Raja Randu."ucap Petapa Bhatara.
"baiklah,hamba izin pergi."ucap Tumenggung sembari anggukan kepala.
Randu masih tidak mengerti apa yang sebenarnya di maksud oleh Tumenggung tersebut.
"sebenarnya Ajian apa yang anda gunakan?."ucap Randu.
"ini adalah Ajian dari kitab Tamangkala,dan yang bisa menyempurnakan Ajian ini adalah orang yang memakai Gelang Nanggala yaitu Raja sendiri."ucap Petapa Bhatara.
__ADS_1
"saya?,apa mungkin saya bisa menyempurnakan Ajian ini?."ucap Randu.
"mungkin saja,karena Raja memiliki Gelang Nanggala,jadi Raja bisa menyempurnakan Ajian Gundoma tersebut."ucap Petapa Bhatara.
lalu dimana mediang Raja Adijaya menyimpan Kitab tersebut?."ucap Randu.
"mari saya antarkan,dimana Raja Adijaya menyimpannya."ucap Petapa Bhatara sambil mengarahkan jalan.
lalu mereka masuk di ruang bawah tanah,tepat di dalam kamar Raja Adijaya.
"tempat apa ini, sebelumnya saya tidak tau ada tempat seperti ini."ucap Randu penuh takjub.
"ini adalah tempat rahasia,tepat di kamar Raja Adijaya,hanya saya dan Raja Adijaya yang tau tempat ini, sekarang kamu telah mengetahuinya."ucap Petapa Bhatara.
"lalu kenapa kita di sini?."ucap Randu.
"Raja Adijaya menyimpan kitab Tamangkala di tempat ini."
ada 1 peti yang terpampang di meja yang ber isikan senjata.
lalu Randu pun mendekati peti tersebut dan melihat ada kitab kumuh yang sudah lama.
"Kitab apa ini,mengapa kotor sekali."ucap Randu sambil memegang kitab tersebut.
"itu adalah kitab somala,panduan dasar dari kitab Tamangkala."ucap Petapa Bhatara.
"lalu,dimana kitab Tamangkala?."ucap Randu penasaran.
Petapa Bhatara berjalan mengambil kitab tersebut di balik bungkusan kain merah.
lalu Randu pun membukanya dan terkejut dengan isi yang ada di dalam kain merah tersebut.
Bersambung...
__ADS_1