
part 23
1 Bulan kemudian...
semenjak kepemimpinan Raja Randu palsu, keadaan kerajaan kini semakin memburuk.
Ratu Winari yakni mulai gelisah akan tingkah laku suaminya yang sering sembrono kepada Rakyat.
ia sempat menegur suaminya untuk selalu memperhatikan Rakyat-Rakyatnya akan bencana yang melanda saat ini.
"Kanda,kenapa akhir-akhir ini,Kanda tidak pernah memperhatikan Rakyat Madiang?, seakan-akan kepedulian Kanda sudah hilang kepada Rakyat Madiang?."ucap Winari dengan lembut.
"kenapa Dinda berbicara seperti itu?,bukankah sudah ada petinggi kerajaan yang mengurus keluh kesah Rakyat."ucap Randu dengan lantang.
"maksud Dinda bukan begitu,Kenapa tingkah Kanda akhir-akhir ini semakin aneh,seperti bukan Kanda Randu yang Dinda kenal dulu?."ucap Winari.
"omong kosong apa ini Dinda,kenapa Dinda seakan-akan mencurigai Kanda?."ucap Randu palsu dengan marah.
"bukan begitu maksud Dinda,hanya saja..."
"ahhh...sudah,Kanda tidak mau lagi mendengar ucapan itu dari Dinda."ucap Randu palsu dengan membentak.
saat pertikaian keduanya, tiba-tiba Senopati Damayuda datang...
"tuk..tuk...tuk..."suara pintu.
"siapa?."
"saya Raja, Senopati Damayuda."sahut Senopati Damayuda.
"masuklah..."
Senopati Damayuda pun masuk,dan melihat suasana yang tidak nyaman,ia melihat Ratu Winari seakan ketakutan.
"maaf Raja,hamba mau menyampaikan pesan dari Tumenggung."
"apa itu?"sahut Randu palsu.
__ADS_1
"besok adalah tradisi berburu,yang diadakan 1 tahun sekali."
"jadi,apa ada kaitannya dengan Saya?."
"benar,Raja besok akan mengikuti tradisi berburu tersebut."ucap Senopati Damayuda.
seketika Randu palsu terdiam dan memikirkan keputusannya.
"tepat sekali,dengan tradisi ini saya akan lebih mudah mencari tumbal."ucap Randu palsu dalam hati."
"baiklah kalau begitu,kita tidak perlu membawakan banyak prajurit besok."Ucap Randu palsu.
"baiklah Raja."
setelah Senopati Damayuda keluar dari kamar,Randu palsu sempat mengancam Ratu Winari untuk tidak membicarakan masalah mereka tersebut kepada semua orang.
"awas,jika Dinda berani bicara yang macam-macam,Dinda akan tau akibatnya,Dengarkan itu..."ucap Randu palsu.
Ratu Winari pun tak berdaya,dan mengikuti apa yang Randu palsu katakan.
malam telah tiba,Sukma Randu yang bersemayam di tubuh Serigala,kini kiat sedih karena sudah lama tidak bertemu dengan istrinya.
"saya berharap,orang itu tidak melukai Dinda."ucap Serigala jelmaan Randu.
saat Randu merenung seorang diri,lalu datanglah petapa Bhatara yang menghampirinya.
"Raja tidak usah kwahatir,Ratu Winari akan baik-baik saja di sana, lagipula banyak orang istana dan Senopati Damayuda yang akan menjaganya."sahut Petapa Bhatara.
"saya harap juga begitu."
di saat percakapan keduanya, Petapa Bhatara memberitahukan kepada Raja Randu, bahwasanya besok adalah tradisi berburu tahunan di istana Madiang.
"apa Raja Randu tau?,besok adalah hari tradisi berburu di istana Madiang.?"ucap Petapa Bhatara.
"saya tidak tahu,memangnya apa tujuan dari tradisi tersebut?."ucap Serigala jelmaan Randu sembari penasaran.
"tradisi berburu hanya akan diselenggarakan 1 tahun sekali,dan tujuannya itu untuk mengasah kemampuan seorang Raja dalam berburu."ucap Petapa Bhatara sembari menjelaskan.
__ADS_1
"lalu,kenapa Petapa Bhatara memberitahukan saya mengenai tradisi tersebut?."
"saya mendengar kabar,bahwa kerajaan Madiang akan berburu di hutan Walirang,itu adalah kesempatan baik untuk kita."
"maksud Petapa Bhatara bagaimana?."
"kita akan pancing Raja palsu itu keluar dari kelompoknya,dengan begitu akan memudahkan kita untuk mengusirnya dari tubuh Raja."
"lalu, bagaimana caranya?,agar kita bisa memisahkannya?."ucap Serigala jelmaan Randu.
"saya mempunyai rencana."ucap Petapa Bhatara sembari membisik.
berselang cukup lama, akhirnya keduanya setuju dan menjalankan rencana yang Petapa Bhatara buat.
"baiklah,saya setuju dengan rencana ini."ucap Serigala jelmaan Randu.
keesokan harinya,Randu palsu,Senopati Damayuda serta orang yang terlibat dalam berburu,kini telah siap pergi dengan membawakan alat yang telah mereka persiapkan.
berbekalkan senjata panah dan tombak Randu palsu membawakan sedikit Prajurit untuk mengawalnya saat berburu.
"Prajurit ini terlalu sedikit untuk mengawal Raja,apa perlu saya tambahkan prajurit pilihan untuk ikut?."ucap Tumenggung.
"tidak perlu,ini sudah lebih dari cukup, lagipula saya hanya berburu bukan berperang."sahut Randu palsu.
"baiklah,jika itu ke inginan Raja."ucap Tumenggung dengan pasrah.
lalu Ratu Winari menghampiri Randu palsu dan memberikan syal.
"ketika Kanda merindukan Dinda,pakailah Syal ini untuk menghangatkan tubuh Kanda."ucap Winari sambil memberikan syal tersebut.
"pasti, Terimakasih Dinda."
"saya titip Kerajaan Madiang,dan jaga baik-baik Ratu Winari."ucap Randu palsu kepada Tumenggung.
"baik Raja, perintah Raja akan saya jalani dengan sebaik-baiknya."ucap Tumenggung.
lalu,Randu palsu beserta Rombongan nya pergi meninggalkan istana Madiang...
__ADS_1
Bersambung...