
part 27
terdengar suara yang sedang menuju ke sungai tersebut...
"siapa itu?"ucap Senopati Damayuda yang sedang mengambil air di sungai.
tiba-tiba, muncul pertapa Bhatara dan Serigala jelmaan Randu yang keluar di balik batu Besar dekat dengan sungai.
"ini saya, Petapa Bhatara."jawab petapa Bhatara kepada Senopati Damayuda.
Senopati Damayuda pun kaget bukan main,ketika melihat Serigala jelmaan Randu yang berdiri bersama Petapa Bhatara.
"kenapa Senopati Damayuda datang ke Sungai malam-malam begini?."tanya Petapa Bhatara.
"lupakan soal itu, bagaimana mungkin Raja Randu bisa ada disini,bukankah Raja Randu sedang terluka dan berada dekat tenda?."tanya Senopati Damayuda.
"yang bersama kalian saat ini bukanlah Serigala jelmaan Raja Randu,melainkan Serigala liar yang saya ubah menyerupai jelmaan dari Raja Randu."jawab Petapa Bhatara kepada Senopati Damayuda.
"benarkah!?,lalu untuk apa Petapa Bhatara melakukan itu?."tanya Senopati Damayuda.
"supaya Raja Palsu itu tidak curiga,bahwa Raja Randu masih bebas."jawab Petapa Bhatara.
"lalu,apa Rencana Petapa Bhatara selanjutnya?."tanya Senopati Damayuda.
"kita biarkan saja dulu ia senang,agar dia mengira,serigala yang dia tangkap adalah Raja Randu."ucap Petapa Bhatara.
"yahh...,saya paham sekarang maksud dan tujuan petapa Bhatara."sahut Senopati Damayuda.
di satu sisi,Randu palsu yakni merasa sangat senang,karena bisa menangkap Serigala jelmaan dari Randu tersebut.
"sekarang tidak ada lagi orang yang bisa membocorkan rahasiaku ini,selagi kamu masih di bawah pengawasanku,kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa,ha..ha...haa.,"ucap Randu palsu sembari tertawa jahat.
tak berselang cukup lama, datanglah Senopati Damayuda yang sedang membawakan air dan ikan.
"ada apa Raja, Kenapa Raja Sangat bahagia sekali?"ucap Senopati Damayuda.
"tidak ada apa-apa,kenapa Senopati lama sekali mengambilkan airnya?."tanya Randu palsu dengan curiga.
Senopati Damayuda berupaya membuat alasan agar dirinya tidak di curigai oleh Randu palsu.
__ADS_1
"hamba melihat ikan ini,dan mencoba untuk menangkapnya,karena itu hamba sedikit lama tadi."jawab Senopati Damayuda.
dengan penuh curiga,Randu palsu perlahan menghampiri dan menatap lama Senopati Damayuda.
"kenapa lama sekali menangkap ikannya,lihatlah Prajurit itu,mereka harus segera di obati."ucap Randu palsu sambil mengambil ikan dari tangan Senopati Damayuda.
"sekali lagi maafkan hamba Raja."ucap Senopati Damayuda sembari menundukkan kepalanya.
"sudahlah,sekarang cepat obati prajurit-prajurit yang terluka tadi,saya mau membakar ikan ini."ucap Randu palsu.
"baiklah Raja."ucap Senopati Damayuda lalu pergi ke tenda.
saat Senopati Damayuda mengobati prajurit yang terluka, tiba-tiba salah satu dari prajurit tidak sengaja menyenggol api dekat tenda yang di di diami oleh Randu palsu,sehingga menyebabkan kebakaran besar.
Siluman kelelawar yang bersarang di tubuh Raja Randu,yakni mulai merasakan kepanasan akibat hawa panas yang berasal dari kebakaran tersebut.
alih-alih keluar dari tubuh Randu,ternyata Sukma Raja Randu telah menantikan Siluman Kelelawar tersebut dan berupaya memusnahkannya di tempat.
saat mencoba pergi,Randu palsu memukul kepala Siluman Kelelawar untuk menghentikan pergerakannya.
karena mendapatkan pukulan misterius,Siluman Kelelawar tidak terima dan marah.
"kurang ajar...,siapa yang berani memukulku secara diam-diam?."tanya Siluman Kelelawar dengan marah.
"saya...,orang yang akan menghukummu atas apa yang telah kamu perbuat selama ini."jawab Randu.
"tujukan diri kamu sebenarnya,jangan pernah bermain-main denganku,atau kamu akan tau akibatnya."sahut Siluman Kelelawar.
__ADS_1
"baiklah jika itu yang kamu mau,aku akan menunjukkan siapa diriku sebenarnya."ucap Randu.
setelah melihat Raja Randu yang masih hidup,Siluman Kelelawar pun terkejut.
"tidak mungkin,bukankah kamu sudah mati akibat kebakaran itu."tanya Siluman Kelelawar.
"jika itu saya mungkin perkataan kamu itu benar,tapi sayangnya itu bukanlah diriku,melainkan Serigala liar."jawab Raja Randu.
"kurang ajar..., bisa-bisanya saya tertipu oleh jebakan kalian."ucap Siluman Kelelawar dengan sangat marah.
lalu mereka bertarung di atas kobaran api...
tapi sayang,lawan Siluman Kelelawar bukanlah orang sembarangan.
dirinya harus menerima kekalahan karena telah berani melawan penguasa Kerajaan Madiang,Raja Randu Sanjaya.
Siluman Kelelawar bertekuk lutut dan meminta ampun kepada Raja Randu,atas perbuatannya selama ini terhadap Kerajaan Madiang.
"tolong biarkan saya pergi,saya berjanji tidak akan mengusik kerajaan Madiang lagi."ucap Siluman Kelelawar sembari bertekuk lutut.
tapi,Sudah terlambat untuk menyesali perbuatannya itu.kini dia hanya akan mendapatkan hukuman yang setimpal dari setiap perbuatan yang ia lakukan.
"aku akan memaafkan mu,hanya saja,kamu harus mendapatkan hukuman atas apa yang telah kamu perbuat.ucap Randu.
lalu,Raja Randu membuatkan Sangkar Gaib,dan memasukkan Siluman Kelelawar tersebut,dan Sangkar itu ia tempatkan di langit agar tidak ada orang yang bisa melepaskannya.
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih,karena telah menyempatkan diri untuk membaca Novel ini,saya harap kalian suka dengan Ceritanya.🙏☺️