Melawan Senja

Melawan Senja
Latihan


__ADS_3

Senjapun terpaksa ikut bersama Wira ke bengkel tempat motornya di servis di dalam mobil tidak ada yang saling bicara hanya ada keheningan yang mendera disertai bisingnya deru mesin mobil motor yang berlalu-lalang akhirnya Wira mulai memberanikan diri untuk menyapa Senja agar mereka tidak terlalu canggung.


" Biji karet!"


" Hemm," jawab senja singkat


" Soal yang tadi sorry, gue nggak maksud lupain aja ucapan gue yang tadi?"


" Iya gue tau maksud loe santai aja"! Balas Senja datar


" Bagus deh kalau gituh"!


Senjapun tidak lagi menjawab ucapan Wira dia hanya diam saja tidak bergeming dari lamunannya dengan tatapan yang kosong kedepan.


" Ini anak kenapa? gak biasanya dia gini," Gumam Wira bingung


" Biji karet loe kenapa ngelamun mulu, ntar kesambet loh?" Canda Wira


" Biarin aja emang udah kesambet dari tadi sama Nenek gayung loe itu," jawab senja sekenanya


" Tapi tadi gue akuin loe hebat ngadepin Vita yang arogan! salut gue,"


Senja yang mendengar perkataan Wira barusan kembali terdiam karena menurutnya itu tidaklah penting.


Tidak berselang lama merekapun sudah sampai di Atarfha Motor Senjapun turun dari mobil dan mengambil motornya.


" Thanks ya bayi utan"! Ucap Senja tersenyum


" Hemm, inget besok mulai latihan?"


Senja hanya mengacungkn ibu jarinya dan berlalu pergi dari hadapan Wira dengan motor sportnya.


---


Keesokan paginya Senja mempersiapkan apa saja yang hendak dia bawa kesekolah setelah semua siap dia langsung berangkat agar tidak terlambat.


Para sahabatnya sudah biasa menunggunya di parkiran sekolah hari ini Senja di antar oleh Pak Budi supir pribadinya Senjapun turun dan menghampiri mereka yang sedang mengobrol.


" Ohayo genks!"


" Ohayo Eja, udah pada kumpulkan yuk kekelas?" ajak apri


" Oke Go..Go..!" ucap mereka bersamaan


Jam pelajaran pertamapun dimulai setelah 45 menit tidak lama bell istirahat berbunyi.


" Guys kayanya untuk beberapa hari ini gue gak akan bareng kalian dulu deh"!


" Loh kenapa Ja?"


" Iya nih Pri gue udah harus latihan buat penjelajahan ntar"!


" Owh gitu ya udah gak papa"! Ucap apri


" Gue udah harus ada dilapangan nih guys, gue duluan yah?" senja melihat jam tangannya dan berlari meninggalkan mereka


" Oke dadahh kucay," teriak mita melambaikan tangan


" Jangan pada kangen yah ama gue, terutama loe pendek," teriak Senja dari kejauhan


Senjapun tiba dilapangan dengan napas yang terengah-engah karena habis berlari.

__ADS_1


" Kamu telat 3 menit," ucap Wira dingin


" Iya maaf kak saya terlambat"!


" Ya sudah masuk barisan!"


" Hehh mulai kumat nih kemaren baik, tapi sekarang udah kaya mau makan orang aja," Gumam Senja kesal


Senjapun menurut dan masuk barisan keempat yang tidak lain regu dari Wira Hadiratmaja.


" Oke semuanya mohon perhatiannya sebentar! disini kita akan membuat simulasi cara menggunakan kompas,membaca peta, dan melewati halang rintang karena penjelajahan ini dimaksudkan untuk membuat diri kita semakin dewasa cotohnya,:


" Sebagai ketahanan mental,kerja sama team,kepercayaan satu sama lain,disiplin,meningkatkan keterampilan dan juga rasa tanggung jawab, terlebih kita harus mendekatkan diri pada Allah swt pencipta alam semesta mensyukuri segala keindahannya jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," Tegas Wira memberi pengarahan


Merekapun mulai berlatih dari membaca peta dengan simbol-simbolnya, menyelaraskan medan magnet, keterampilan membuat api dan lain-lain.


" Kalian sudah Cukup bagus dan terampil!" ucap Wira memuji


" Terimakasih kak"! Ucap Adrian dan Agus kelas X karena mereka paling muda di kelompok Wira


Sedangkan Senja dan Diva hanya saling pandang dan tersenyum.


Di sisi lain Vita memperhatikan keakraban mereka seketika itu Vita dibuat kesal dengan tingkah mereka, Vita yang sedang membuat belangkarpun tidak kunjung selesai dari tadi sedangkan yang lain sudah beres semua.


" Senja awas saja nanti kamu yah," Gumam Vita


Senja yang menyadari sedang di tatap oleh Vita tidak menghiraukannya dia beres-beres semua atribut dan pergi kembali kekelas untuk mengambil tas dan pulang karena dia sudah diberi surat Dispen untuk bisa pulang cepat dan beristirahat.


Diperjalanan Senja dicegat oleh segerombol anak genk motor yang tidak Dia kenal. Mereka terus saja mengepung Senja dari kanan dan kiri. Sampai akhirnya Senja terpaksa berhenti dibahu jalan.


" Kalian mau ngapain hah?" tanya Senja sinis


" Sungguh menjijikan. Pergi kalian semua. kalau tidak. Aku akan berteriak kalau perlu lapor polisi sekalian. Biar kalian dipenjara!" Ancam Senja


" Silahkan saja lakukan sesukamu. Bawa dia." perintahnya


" Mau ngapain kalian? Stopp jangan mendekatt. TOLONGGGG... TOLONGGG." teriak Senja


Senjapun langsung dibius dengan cepat oleh orang orang yang tidak dikenalnya itu. Badannya diikat dan dibawa kesalah satu gudang.


Perlahan mata Senja terbuka. Sinar matahari yang masuk lewat celah lubang membuat pandangannya menjadi kabur.


Didepannya sekarang telah berdiri beberapa orang dengan postur tubuh yang tegap. Hanya saja Wajahnya tertutup oleh topeng.


" Kamu siapa ...?!" Ucap Senja ketakutan


" Husttt berisik." Tawa kecil terdengar dari bibirnya


" Mau ngapain kalian? Dan ini dimana?"


" Kita peringatin jangan berani deketin si bos dan jangan ganggu calon tunangannya."


" Gue nggak tau apa-apa dan gue juga gak tau bos kalian siapa?"


" Loe emang cantik tapi sayang..." ucapnya terhenti


Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri si pria bertopeng itu."Gimana? berhasil?"


" Tenang bos. Semuanya beres." tunjuk si pria bertopeng


Wanita itupun berbalik badan dan betapa terkejutnya Senja," Kak Vita?"

__ADS_1


" Hehh.. Kaget loe? ini hukuman yang setimpal karena loe udah berani deketin Wira dan berani ngelawan gue."


" Kita apain dia sekarang."


" Terserah! Yang penting gue gak mau liat lagi muka dia ada disekitar gue.


Vitapun pergi dari ruangan itu meninggalkan Senja dengan para pria suruhannya.


" Tolong lepasin gue." Ucap Senja memohon


Sipria bertopengpun tersenyum nakal kepada Senja ketika sipria bertopeng ingin menjamah tubuhnya. Tiba-Tiba..


BRRUGG..


Suara pintu didobrak oleh seseorang dan mereka terlibat perkelahian yang sengit sampai salah satu diantaranya terluka parah.


" Wira." Ucap Senja pelan


" Siapa yang menyuruh kalian cepet bilang? kalau gak gue patahin tangan loe."


" Ampunn..Mas! yang nyuruh kita adalah mbak Vita."


" Bagus"! Wirapun langsung melepaskan tangan sipria bertopeng itu. Dan membawa Senja keluar dari gudang tersebut.


" Makasih Wir loe udah nolongin gue, kalau loe telat sedikit gue gak tau jadinya tadi kaya gimana."


" Makanya loe hati hati untung tadi gue liat loe dijalan.jadi gue ikutin aja! kalau Vita biar itu nanti jadi urusan gue. Mending loe pulang sekarang."


Tumben nih anak baik. batin Senja


Senjapun akhirnya pulang dengan dikawal Wira dari arah belakang.


Dua pekanpun sudah berlalu besok adalah hari mereka akan melakukan penjelajahan.


Malam ini terasa sangat dingin tidak seperti biasanya Senjapun buru-buru tertidur agar tidak kesiangan dan terlambat.


Ditempat lain Wira sedang mempersiapkan segala keperluannya untuk penjelajahan besok dari makanan,obat-obatan,jaket dan tenda untuk berjaga-jaga takutnya ada suatu hal yang tidak diinginkan karena kita tidak akan pernah taukan setiap detik dan setiap menit kita berjalan di atas putaran roda kehidupan ini.


" Semoga besok acaranya berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan apapun Amiin," Do'a Wira disela tidurnya kemudian dia terlelap kedalam mimpi.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejak like,vote,rat and comennya di tunggu.


Jumpa di next eps..


Annyeong!!


사랑해요

__ADS_1


__ADS_2