Melawan Senja

Melawan Senja
Hilang


__ADS_3

*Senja memang selalu datang dan pergi, tapi setidaknya dia selalu membuat nyaman. Nggak kaya kamu dingin dan cuek.*


___


Malam yang panjang telah mereka lalui, kini hujan telah berhenti dan hanya menyisakan tetesan demi tetesan mbun di pagi hari dengan kabut yang tebal.


Senja dan Wira masih tertidur dengan posisi berpelukan tanpa berbusana. "Hoamm!" Senja bangun sambil mengucek matanya.


Dia yang teringat dengan kejadian semalam langsung melihat tubuhnya sendiri. Dan Senja langsung melirik tangan Wira yang di jadikan sebagai alas tidurnya.


" AAAAAAAAAAAAAAAAA!" Ucapnya kaget


Wira yang terkejut dengan teriakan Senja bangun seketika." Berisikk!" ucapnya dingin


" Bangun loe Wira. Mana baju gue?"


" Bisa gak loe nggak usah pake urat ngomongnya. Udah bagus gue tolongin"!


" Enak di loe gak enak di gue, Cepet pake celana loe"! ucap Senja kesal dan malu.


Wirapun langsung bangun dan duduk di hadapan Senja."Terus loe mau gue ngapain hah? Loe harus nya bersyukur gue nggak ngapa-ngapain loe semalem"!


" Itu.. ituu ya pokonya. Loe gak seharusnya ngelakuin sesuatu yang dapat mengundang syahwat"!


" Hahaha ... Kayanya loe berpikir terlalu jauh biji karet. Loe ngarep banget gue ngelakuin yang lebih dari pada ciuman?" Masih untung gue juga mau benerin kaki loe yang keseleo sampe loe ngejerit-jerit. kalau nggak. bisa bengkak tuh kaki,"


" Berisik loe! Udah anggap aja kita gak pernah ngelakuin sesuatu dan gak pernah liat sesuatu"! Tegas Senja


" Terserah lah. Ayo bangun kita harus segera pergi dari sini?" ucap Wira dingin. Sambil memakai celana boxernya.


" Tapi setidaknya gue udah pernah liat semuanya dan merasakannya," Batin Wira tersenyum


" Nih baju loe udah kering?" Wira melemparkan baju Senja dari kejauhan.


Senjapun langsung memakai bajunya, dan berkememas lalu pergi dari gubuk yang telah menjadi saksi bisu dimana Wira telah melihat seluruh keindahan tubuhnya.


Merekapun berjalan menerobos tebalnya kabut sampai akhirnya.


SWOSHHHHH..GUBRAKKK..


" AHHH!" pekik Senja lirih


Senja terpeleset dan berguling jatuh kejurang yang terdapat anak sungai di bawahnya.


" SENJJJAAAA!" Teriak Wira kaget


Senjapun langsung terkapar tak berdaya di bawah sana, " Senja loe harus bertahan,gue akan turun kesana buat nolongin loe," Teriak Wira histeris


Karena tidak mungkin untuk meminta bantuan disaat kondisi seperti ini. Lantas Wira berpikir dan menemukan sebuah ide, dia langsung mencari sulur kayu dan menurunkannya kebawah.


Wira dengan susah payah menolong Senja dan menggendong tubuhnya keatas menggunakan sulur itu. Tapi karena medan yang licin karena di guyur hujan semalaman. Wira beberapa kali terpeleset dan jatuh bangun untuk membawa Senja naik keatas.


" Senja loe harus bertahan, Gue mohon bangun!" tidak terasa air matanya jatuh membasahi pipi. Gue janji gak akan usil lagi sama loe, gue mohon bertahan. Kita sebentar lagi sampai diatas,"

__ADS_1


Tidak lama Senja mulai membuka matanya sedikit-demi sedikit.


" Wirr-aa, Ma'af. Gue nyusahin loe lagi!" Ucap Senja lirih dan terasa lemah.


" Husttt... Loe jangan banyak bicara dulu. Gue akan bawa loe ke atas lagi"!


" Gak perlu. Kayanya gue gak akan bisa bertahan lagi"! ucap Senja lirih


" Udah diam!" Air mata Wira kembali menetes. Kemudian dia mencium bibir Senja dengan sangat lembut.


Wira kembali menggendong tubuh Senja yang sudah penuh dengan luka. Dan kembali Wira terpeleset karena licinnya medan yang harus di laluinya sangatlah curam.


Senja yang merasa kasihan dengan perjuangan Wira, langsung memeluknya dengan erat.


" Udah Wir, Udah hentikan! jangan maksain lagi. mungkin ini udah takdirnya. Gue harus berakhir disini, gue juga tau. Loe lagi gak baik-baik aja"! ucap Senja berbisik sambil menangis.


" Loe ngomong apa Biji karet? loe gak percaya sama kemampuan gue. Gue akan bawa loe naik keatas?"


" Udah Wir gak apa-apa. Tinggalin gue aja, loe mending naik sekarang,"


Mendengar Ucapan Senja. Wirapun langsung memeluk Senja dengan sangat erat, mereka sekarang berada di jurang yang lumayan dalam dan sampai tengah haripun matahari belum menunjukan sinarnya.


Sedangkan anggotan team yang lain sudah berkumpul di kaki gunung untuk kembali pulang. Tiba-tiba regu Wira datang dengan tergesa-gesa dan sangat panik.


" Kalian kenapa?" tanya Faiz


" Kak gawat!! ucap Diva


" Gawat kenapa? cepat beri tahu kami. Di mana Wira dan Senja?" Faiz baru menyadarinya bahwa Wira tidak bersama mereka.


" Appaaaa!" Ucap mereka kaget dan seketika menjadi riuh.


" Kamu bilang sekali lagi. Wiraku Hilang?" sambar Vita dari arah belakang.


" Iya kak. Maafkan kami"!


Vitapun langsung pingsan seketika. Dan Faiz yang selaku Wakil ketua langsung memberi arahan agar anggota yang lain pulang lebih dulu.


" Bagimana bisa? bukannya Wira paling pintar dalam mencari arah? Tapi ya sudah jangan di bahas dulu. yang terpenting kita harus cepat menemukan Wira dan Senja,"


Faizpun langsung menelephon Tim Sar kemudian Dia, kevin, Adrian dan Alfi kembali ke gunung untuk mencari keberadaan Wira.


" Div kamu pulang saja dengan yang lain. Dan kalau kamu sudah berada di bawah tolong beritahu Pak Umar."


" Baik kak!"


Divapun segera pergi dari tempat itu, menysul teman-temannya. Sedangkan Faiz mencoba melacak keberadaan Wira dan Senja dengan menggunakan sinyal Walkie Talkie.


" Wira.. Masuk ganti"!


Kresekk..kresek...


Suara Walkie talkie Wira berbunyi. Wira yang sudah mulai melemah mengangkat panggilan itu dengan sisa tenaganya.

__ADS_1


"Too-loo-nggg Gue, dan Senja"! begitu lah kata terakhir Wira yang sangat parau.


Akhirnya Wira tak sanggup lagi bertahan dan diapun tidak sadarkan diri bersama Senja di sampingnya.


" Wira! Masuk ganti. Wir loe gak papa. Wirrraaa jawabb?" Ucap Faiz panik


Kevin yang merasa cemas berjalan mondar mandir. Ditempat lain Senja dan Wira sudah tidak berdaya lagi. Karena seharian tidak mendapatkan air dan makanan.


Waktu sudah kembali petang, Faiz dan yang lain beserta Tim Sar berusaha menemukan Wira hanya dengan menggunakan Sinyal yang mereka dapatkan tadi.


" WIRRRAAAA. SENJJJAAA! Dimana kalian?" Teriak Faiz dan Kevin.


" Gue mohon tolong bertahan sebentar lagi? gue pasti akan temuin kalian," Gumam Faiz


Pencarian sore itu sangatlah sulit. Karena kabut yang sudah mulai menutupi pandangan mereka. Disertai rintikan hujan yang mulai turun.


" Mas. Sepertinya pencarian kita dihentikan dulu? ini terlalu berbahaya," ucap salah satu Tim Sar.


" Tapi Pak? Teman-teman saya disana sedang dalam bahaya"! protes Faiz


" Kami paham Mas! Tapi. Jangan membuat kita ikut dalam bahaya"!


" Baiklah"! Faiz membuang nafasnya kasar.


" Wir sorry! Gue belum bisa nolongin kalian berdua," Batin Faiz


Sedangkan Kevin dan yang lain tengah membuat tenda untuk mereka beristirahat.


Gerimis mulai membasahi wajah Wira dan Senja. Badannya terasa mati rasa, Wira yang sudah tersadar dari ketidak berdayaannya langsung meraih tubuh Senja yang mulai terlihat pucat pasi.


" Senja gue mohon bertahan!"


Wirapun kembali menggendong tubuh Senja agar tidak kehujanan, Tapi.."Arghhhh!" Pekik Wira. Wirapun kembali terjatuh, Kakinya terasa sakit sekali dan mengeluarkan darah.


" Mungkin ini akhirnya"! Ucap Wira pelan sambil menatap langit yang sendu. Ma'afin gue Ja. kalau gue gak buat acara ini mungkin loe sekarang akan baik-baik aja"!


Wirapun kembali menutup matanya sambil memeluk Senja, dan tiba-tiba..


BRUSSSSS...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2