
Setelah kejadian seminggu yang lalu Senja kembali mulai masuk sekolah. Ia menjadi sedikit trauma dan agak menutup diri sekarang. Ia lebih sering menghabiskan waktunya dengan hanya diam, dan melamun di pojok ruang Kesenian. Karena menurutnya disanalah tempat tidak banyak anak yang berlalu lalang.
Hari ini Ia kembali duduk termenung sendirian sampai seseorang mengagetkan dirinya,"Dorr... Ngelamun aja, Senyum kenapa. Itu muka dah kusut aja kaya keset?" Diapun tertawa
"Hem... Senyum gue mahal." jawabnya malas
Akhir-Akhir ini Ia sering ditemani dengan sosok yang telah membuat dirinya tak berdaya. Ya siapa lagi kalau buka Wira Hadiratmaja yang dulu sangat Ia benci.
"Udahlah loe harus bisa lupain kejadian waktu itu. Gue minta maaf oke?"
Senjapun hanya tersenyum dengan melipatkan kedua tangannya didada."Jadi kita udah baikan ceritanya"!
"Ya...Anggaplah seperti itu"! ucapnya santai, Loe tau gak? Harapan gue yang sebenaernya." ucap Wira serius sambil membuang nafasnya pelan.
"Apa?" jawab senja penasaran
"Harapan gue adalah kita bisa terus bersama walaupun kita sering bertengkar kaya gini"!
"Maksud loe apa?"
"Gue sayang ma loe Ja. Dari dulu! Kenapa loe gak bisa terima cinta gue?" Tanya Wira memelas
"Oh kalau itu...!"Senjapun terdiam. Seketika Suasana diantara mereka berubah menjadi hening."Maaf Wir gue gak bisa! Gue ada urusan, gue pergi dulu bye"!
Senjapun meninggalkan Wira seorang diri. Sedangkan Wira hanya menatap kosong jauh kedepan.
kenapa selalu seperti ini? kenapa loe gak bisa terima gue. Ada apa Ja? Apa loe udah punya pilihan yang lain. Segitu bencinya loe sama gue ja. Gumam Wira berkecamuk mentap kepergian Senja.
FlashBack On
Disuatu pagi yang cerah pendaftaran peserta didik baru telah dibuka. Semua anak-anak SMP masuk ke gedung Sekolah yang akan mereka tempati.
Disana sudah banyak anak-anak yang berkumpul untuk mengikuti MOPDB atau yang sering disebut Masa Orientasi Peserta Didik Baru.
Semua calon siswa dan siswi dikumpulkan ditengah lapangan yang terik sekian lama mereka diberi pengarahan. Tiba-tiba."Maaf saya terlambat?" ucap seorang gadis cantik yang datang dari arah gerbang belakang.
Semua pandangan sontak tertuju pada suara itu."Baru juga anak baru sudah berani telat"! ucap panitia perempuan dengan nada ketusnya.
"Maaf kak saya tadi ada urusan dulu"! Bela gadis itu.
"Heyy! Kamu yang baru datang. Cepat Masuk barisan sekarang!" Suara laki laki memecah ketegangan diantara keduanya.
Senja berjalan pelan kedalam barisannya. Setelah Seminggu lebih Ia menjalankan Masa Orientasinya sekarang Senja resmi menjadi murid SMA AMAN BAKTI.
---
kejadian hari itu. Dimana Senja sedang melakukan persiapan untuk acara kenaikan kelas."Khemm..!!" suara seseorang mengagetkannya dari belakang.
__ADS_1
Senjapun menoleh dan melihat sosok yang sedang berdiri di hadapannya itu."Ada apa?" tanyanya serius.
Disana tengah banyak orang-orang yang sedang berkerumun menyiapkan dekorasi.
"Gue Wira suka sama loe?" tanpa basa basi Wira langsung menyatakan cintanya dengan memberikan setangkai bunga.
Senja yang kaget menatap tajam bola mata Wira yang tidak ada kebohongan sama sekali."Kakak serius?" tanya balik Senja
"Iya. Gue serius! Semenjak loe telat datang pas waktu MOPDB gue udah mulai tertarik."
Senja terdiam dan menjatuhkan rangkaian bunga yang dia pegang"Maaf. Aku gak bisa"! Senjapun berlari menjauhi Wira dari tempatnya berdiri.
Mendadak hati Wira seakan hancur luluh lantah"Kenapa Ja. Kenapa?" teriak Wira berulang ulang.! Bisa bisanya loe berani nolak cinta gue?" kesalnya.
Suasana Aula mendadak tidak nyaman karena pertengkaran Wira dan Senja. Semua anak anak hanya tertunduk diam tidak berani menatapnya.
"Awas loe Senja gue bakal balas sakit hati ini, gue bakal bikin hidup loe disekolah ini kaya di Neraka. gumamnya sambil berdecak kesal"Aarghhh"!
Senja yang tak menghiraukannya hanya menutup telingga sambil menangis."Maaf Wir!" gumamnya pelan
Dari semenjak itu Wira dan Senja menjadi musuh dan Rival abadi.
Flashback off
~
Digerbang masuk sekolah Senja berpapasan dengan Wira yang masih menunggangi kuda besinya.
Mereka kembali tidak bertegur sapa dan kembali perang dingin diantara keduanya. senjapun masuk kedalam kelasnya dengan perasaan campur aduk."Senja loe pasti bisa. Kendalikan hati loe! Oke semangat." senjapun langsung bergegas kelapangan dengan para sahabatnya.
Upacara benderapun dimulai Senja sudah berbaris rapih dengan kelas kelas yang lainnya. Ditenggah tengah upacara pandangan Senja menjadi kabur kakinya lemas dan seketika Iapun pingsan.
Brukk..
Anak anak yang ada disekitarnya menjadi riuhh. Tapi sayangnya Senja tidak jatuh kelantai lapang melainkan jatuh kebahu seseorang. Iapun langsung menangkap tubuh senja dan memanggil para anggota PMR.
pria itupun menggendong Senja sampai ke Uks. Laki laki itu merasa ada yg tidak beres dengan keadaannya.
"Apa dia Senja ?" tanya pria itu
"Iya kak. Dia anak kelas XI BAHASA"!
"Cepat tolong saya bawa dia keklinik?" perintahnya.
Para anggota PMR itupun kebingungan dengan suruhan si pria tersebut merekapun hanya saling tatap"Kenapa masih diam? Ayo cepat bantu saya. Ambil belangkar dan bawa dia ke mobil saya"!
"Ehh. Iya iya?"para petugaspun dengan sigap membawa Senja ke klinik yang terdekat dari sekolah mereka.
__ADS_1
Wira yang tidak ikut dalam Upacara bendera, tidak mengetahui Senja jatuh pingsan dilapangan sampai kevin memberitahukannya.
Wira tersentak kaget dan segera menyusul mereka keklinik. Wira meminta izin kepada petugas piket untuk keluar sebentar.
Wirapun memacu kuda besinya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya disana Wira melihat orang yang telah membawa Senja keklinik itu dengan stelan kemeja yang rapih. Wirapun mendekatinya dan menepuk pundak pria tersebut."Maaf anda siapa?" tanya Wira canggung
pria itupun berbalik." Astaga. Kau? ka-u Raka kan.?" Ucapnya terbata seraya kaget. Loe ko ada disini?"
"kenapa Bro? kaget. Lama tidak bertemu ya? Raka tersenyum ramah
"Kemana aja loe! Kenapa loe pergi gak pamit dulu ma kita?" tanya Wira menggebu-gebu sambil memukul pundak Raka keras.
"Aww. Udah udah! Sorry gue waktu itu gak sempet. Gue harus ikut orang tua gue ke Aus. Tapi sekarang gue mutusin buat lanjutin semester terakhir gue disini."
"Oh syukur deh! Oh iya cewek yang loe bawa itu kenapa?"
"Oh Senja.?" tanya raka kembali. Iapun diam tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Wira.
"Iya. Loe ko tau namanya, bukannya loe pergi pas dia baru masuk ya? tanya Wira penasaran
"Murid mana sih yang gak tau. Kalau dia cewek pertama yang bisa nolak loe?" ledek Raka tertawa
Wirapun mendelikan Matanya seolah tidak suka."Ya udah kalau loe penasaran masuk aja. Dia harus pulang.?" Timpal raka kembali.
Mery yang mendengar kabar kakak kelasnya dilarikan keklinik sontak menjadi ikut panik. Disepanjang KBM dia tidak fokus. pikirannya melayang pada kakak kelasnya yang telah menolongnya waktu itu.
Sedangkan teman teman Senja sudah sibuk dengan kegiatannya masing masing kecuali Apri dan Mita yang selalu menyempatkan diri untuk bisa jalan bersama.
Senja yang diantar Raka dan Wira kerumah langsung beristirahat dikamarnya. setelah itu Wira bergegas berpamitan kepada Bi Ijah.
Diperjalanan Raka dan Wira mengobrol panjang lebar sampai mereka tidak menyadari bahwa dirinya sudah sampai didepan pintu gerbang.
Wirapun turun dan mengetuk kaca mobilnya pelan"Jadi kapan loe bakal masuk sekolah?" tanya Wira
"Mungkin besok, loe tunggu aja!"
"Oke Siapp!"
Setelah itu Wira Segera Masuk kembali kekelasnya. Sedangkan ditempat lain Senja melamun dan membayangkan pasti kedepannya tidak akan mudah baginya untuk melakukan sesuatu. Akan terasa sangat sulit untuk dia hadapi. Ia membuang napasnya kasar sambil memejamkan mata.
"Mami kapan pulang? Eja Udah gak kuat lagi?" Ucapnya lirih Airmatanya keluar tanpa bisa Ia tahan.
Senjapun mengambil Ponselnya dari dalam tas. Tiba tiba Ia medapati pesan yang tidak bersahabat"Dasar wanita Munafik"!
Senjapun terbelalak dan hanya bisa mematung"Who are you"!
---
__ADS_1