
Senja lalu bergegas pergi untuk keparkiran dia langsung memakai helm dan jaketnya untuk mengendarai motor sport kesayangannya itu, tidak lama Senja mengendarainya kurang lebih 100m dari parkiran dan
B R U G...
Motor yang Senja kendarai di tabrak dari arah samping mini market dekat sekolahnya oleh mobil sedan berwarna hitam dan senjapun jatuh mencium jalan aspal
" Ahh! ucap Senja meringis menahan sakit sambil memegangi sikunya! dasar gila itu orang nyetir gak pake mata apa?"
Orang yang menabrak Senjapun keluar dengan tergesa-gesa." Tuan apa anda tidak apa-apa, Maafkan saya tadi saya tidak melihat kaca spion dulu?" tanya Wira tidak mengenali bahwa itu adalah senja musuh bubuyutannya! Mari saya bantu"!
Wirapun membantu mengangkat motor yang menghimpit tubuh Senja tapi dia merasa mengenali motor itu karena ada stiker matahari terbenam disana persis dengan milik Senja.
" Buka helm loe, Gue tau loe si biji karet?"
Senjapun membuka helm nya dan terlihatlah wajahnya yang cantik,manis, dan sangat glowing itu.
" Iya, ini gue mau apa loe?"
" Kalau tau loe yang gue tabrak mending gue nggak usah turun"!
" Ya udah sana pergi"! ancam Senja
Wirapun pergi karena malas berurusan dengan Senja yang galak.
" Dasar pria aneh bukannya tanggung jawab dulu, diakan yang salah udah nabrak gue"! ucapnya kesal
Setelah Wira pergi senja membuka jaketnya dia tidak bisa menahan sakit di sikunya lagi, darah yg dia rasakan terus mengalir menjalar ke bawah tangannya dengan dingin
Setelah Wira melajukan mobilnya sedikit dia melirik kaca spion mobilnya kembali dan terlihat Senja tengah mengipasi sikunya yang berdarah dan itu sangat jelas.
Diapun memutuskan untuk kembali menolong Senja karena memang dia yang salah tidak lirik kanan kiri dulu tadi, Wirapun berjalan mendekati Senja.
" Mana sini tangan loe, biar gue obati?" ucap Wira dingin yang telah berdiri di samping Senja dengan kotak P3k di tangannya.
" Tidak usah gue bisa sendiri"! jawab Senja ketus
" Ayo sini berikan"! tanpa bertanya lagi
Wira dengan cepat mengambil tangan Senja mengobatinya dengan sangat hati-hati dan telaten, agar tidak terasa perih setelah memberi alkohol Wirapun memperban tangan Senja denga kain kasa terakhir dia kunci dengan sebuah plester.
" Selesai"! ucap Wira bangit dari duduknya
" Um iya, terimakasih"!
" Sorry. Gue beneran nggak sengaja nabrak loe tadi!"
" Ah iya, gak papa gue tau ko"! Senja tersenyum
Wira yang baru pertama kali melihat senyum manis dan tulus Senjapun seketika dadanya menjadi sakit.
DEG...
" Ah.. Ada apa ini kenapa dada gue sakit sekali seperti tersetrumn"! gumam Wira sambil memegangi dadanya
" Kenpa?" tanyanya lembut
" Tidak apa-apa, gue balik duluan"!
" Hem iya"! Senja kembali tersenyum
__ADS_1
Dan seketika itupun dada Wira kembli merasa tersetrum.
" Astaga jangan tersenyum lagi gue mohon galak lah kembali gue lebih suka loe seperti itu, dari pada melihat loe jadi imut begini gue nggak kuat, gue ngerasa sakit ,"(Suara hati wira)
Senja hendak bangkit dari duduknya tapi kakinya keseleo dan bengkak
" A..a.ahh.."! Senja meringis memegangi kaki kananya
Wira yang sudah membelakangi Senjapun otomasi berbalik kembali setelah mendengar teriakan Senja.
" Kali ini ada apa lagi biji karet?" ucapnya malas
" Kayanya kaki gue keseleo deh"!
" Coba gue lihat"!
wirapun melihat kaki Senja benar saja kakinya sudah bengkak dan agak kebiru-biruan.
" Gue akan antar loe pulang. Tapi loe harus ikut gue ke Rumah sakit dulu! ucapnya cepat
" Tapi motor gue gimana?"
" Tidak apa-apa gue sudah menelpon orang bengkel untuk membawanya dan memperbaiki kerusakannya, dan gue juga akan mengganti rugi untuk itu"!
" Ya sudah bagus kalau begitu, memang sudah seharusnya, dan gue juga nggak punya pilihan lain untuk sekarang."! ucapnya kembali ketus
" Baiklah terserah saja"! Wira tersenyum kecut dan tidak banyak berkomentar
Senjapun berjalan lebih dulu untuk kemobil Wira tapi karena kakinya tidak mampu menopang berat tubuhnya Senjapun hampir terjatuh dan dengan sigap Wira langsung menangkapnya.
Pandangan mereka saling bertemu ada rasa kagum disana. Tapi Wira segera sadar dari lamunannya dan melepaskan pegangannya dari pinggang ramping Senja.
" Sorry... Gue refleks tadi"! ucapnya gugup
Tut..tut..tut..
Suara ponsel yang belum di jawab tidak lama kemudian, "Hallo?" suara laki-laki diujung sana.
" Kak? aku butuh bantuanmu?"
" Ini kamu de?"
" iya! ponselku mati. Jadi aku memakai ponsel orang lain,"
" Ada apa? kamu membuat kakak khawatir saja,"
" Aku tadi tidak sengaja menabrak orang, dan sekarang kami sedang ada di rumah sakit. kakak tolong kesini,"
" Baiklah, kamu dirumah sakit mana sekarang?"
" Aku ada di Rumah sakit cinta kasih"!
" Oke tunggu disitu!"
Sang kakakpun langsung meluncur ke Rumah sakit yang Wira katakan tadi. Tidak lama kemudia sang kakakpun sampai dengan wajah paniknya.
" Bagaimana? apa dia baik-baik saja?"
" Hemm! sepertinya iya,"
__ADS_1
" Awas! kakak mau lihat dulu?"
Sang kakakpun langsung menuju UGD untuk melihat orang yang adiknya tabrak.
" Permisi nona? Apakah kamu yang di tabrak oleh Wira?"
" Hemm! ya begitulah, Kakak siapa?"
" Oh ya.. Kenalkan saya kakaknya Wira. Maafkan anak itu? saya akan bertanggung jawab untuknya!"
" Tidak perlu. Aku tidak apa-apa, aku hanya ingin pulang?"
" Baiklah. Saya akan urus untuk administrasinya dulu"!
Tidak lama sang kakakpun selesai dengan semua pembayaran dan kembali ke Kamar rawat Senja bersama dengan Wira.
" Sekarang semuanya sudah bereskan? Kakak pergi dulu ya Wir. Kasian Mery di rumah sendirian"!
" Iya. Terimakasih ka"!
" Mery seperti tidak asing nama itu bagiku, Ah atau mungkin hanya kebetulan saja" Guman Senja
Sangkakak pun pergi meninggalkan rumah sakit sebelum Senja mengetahui namanya.
" Biji karet! kata dokter loe harus istirahat dulu sekitar 2 jam. Sampai cairan infus loe habis baru loe bisa pulang"!
" Bisa gak sih loh. Gak nyebut gue biji karet emangnya gue manusia elastis, Gue juga punya nama?" Ujarnya ketus
" Hemm, bagaimana ya! gue suka sih panggil loe begitu, emang loe elastis kaya bola volly"! Ucap Wira santai. Atau loe pengen gue panggil Biji Ketumbar biar bisa gue makan"! Goda Wira
" WIIIRRRAAAAAAA! Kurang ajar ya loe?" Ujar Senja marah
" Wihh.. Anak singa udah bangun takut. Kabur ahh?"
" Loe tuh yang anak singa, dasar bayi utan loe."
Setelah perselisihan itu Senjapun sudah bisa pulang karena cairan infusnya sudah habis. tepat pukul 7 Wira dan Senjapun keluar dari Rumah Sakit.
Akhirnya Wira memutuskan memapah senja dan melajukan mobilnya ke perumahan elit yang ada di Jln.Ganyol No18.
.
.
.
.
.
.
.
B E R S A M B U N G...
LIKE,RAT,COMEN,DAN VOTE ITU GRATIS GUYS INGAT!!
Hargailah imajinasi seseorang apalagi sang Author. hihi
__ADS_1
jumpa di next eps
Annyeong!!