
Lama perjalanan yang mereka tempuh akhirnya Wira dan rombongan telah sampai di gunung Cakra mereka disambut dengan indahnya alam meskipun baru berada di kaki gunung, sebelum memasuki area itu ada beberapa larangan dan pantangan seperti jangan bersiul dan berkata kasar kalau sampai itu di langgar bahaya pasti akan selalu mengintai.
" Semuanya kita berpisah disini, ingat kata-kata yang Pak Umar jelaskan tadi tentang peraturan kawasan ini jangan ada yang lupa"! tegas Wira
" Baik kak!" Ucap semua rombongan serentak
" Sebelum memasuki hutan ini lebih dalam, ada baiknya kita berdoa dulu. Doa dimulai! Ucap Wira memberi arahan. Berdo'a selesai"!
" Kevin, Faiz, dan kamu Alfi, Vita. Kalian hati-hati yah kita ketemu lagi Lusa, pokonya semua sudah harus ada di sini"! Tukas Wira menepuk bahu mereka bertiga.
" Loe juga Wir, jagain tuh Biji karet loe"! canda Faiz
" Huh apaan sih loe! ya udah berangkat sana kita mau ambil jalur simpang lima?"
" Oke deh kita duluan yah? dah bro jumpa lagi"! ucap Kevin dan Faiz
Merekapun berjalan secara terpisah Alfi memasuki jalur satu, kevin dan Faiz memasuki jalur dua dan tiga, sedangkan Vita kebagian jalur keempat karena sebelum naik mereka membagi jalur dahulu untuk sampai ke puncak gunung.
Merekapun mulai menjalankan misi untuk mencari petunjuk selanjutnya yang sudah di sembunyikan panitia lain untuk mereka temukan.
Sedangkan Vita tidak mau banyak komentar lagi setelah pertengkarannya dengan senja pagi tadi diapun memutusan berangkat juga dengan semua team regunya masuk ke kawasan hutan.
Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan team Regu Wira sampai di salah satu pos penjagaan dan mereka semua memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum mencari clue berikutnya.
" Div gue mau pipis nih udah gak kuat, anter gue dong?
" Cari toilet dimna ini kan hutan"!
" Di semak-semak, sambil bawa tuh air minum"! Jawab Senja polos
" Gila loe. Jangan ahh! loe taukan tadi apa yang di bilang oleh penjaga gunung, jangan sembarangan"! tegas Diva
" Ya ampun terus gue harus gimana ini udah gak kuat udah di ujung!"
" Tahan dulu bentar gue nanya dulu sama kak Wira siapa tau dideket sini ada sungai"!
" Ho'ohh dehh! sono loe tanya udah gak tahan gue kebelet banget,"
" Iya sabar-sabar!"
Divapun berjalan menghampiri ketua regunya yang sedang mengamati keadaan sekitarnya dan menjelaskan keinginan Senja untuk buang air kecil.
Wirapun melirik Senja sebentar " kalian kebawah aja disana ada sungai kecil," jawab Wira Cepat
Senjapun buru-buru menarik tangan Diva dan berlari dengan tergesa-gesa sesampainya disana Senja langsung menuntasakan keinginannya untuk buang air kecil. Tanpa disengja Senja melihat bendera merah yang bertengger di atas ranting pohon.
__ADS_1
" Hustt... Div tuh liat bendera?"
" Mana? Divapun melihat sekeliling area itu. Oh iya itu ambil Ja ambil"! ucapnya antusias
Senjapun mengambil bendera clue itu dan segera naik ke atas untuk di beritahukan kepada Wira dan yang lain.
" Guys nih tadi gue gak sengaja nemuin petunjuk, belum gue buka sih tapi coba kita liat," Senjapun lalu membacakannya
"kalian harus pergi kearah barat daya disana kalian akan menemukan sebuah kotak rahasia,"
" Oke berarti itu tandnya kita harus menemukan kotak itu sebelum yang lain,"Ujar Wira
" Tapi kak kalau kita pergi kesana berarti kita akan menuju puncak gunung?" balas Adrian
" Iya memang, Namanya juga kita sambil hiking Adrian! Sampai disana kita akan mengabadikan moment ini bersama," Ucap Wira masih dengan datar
" Oh begitu, Tapi kakak tau dimana posisi kotak itu?"
" Saya gak tau kan saya jadi peserta tahun ini, jadi bukan saya yang mengaturnya"!
" Kapan mereka melakukan persiapan ini? kalau sampai puncak"! Balas Senja
" Sebenarnya sudah dari jauh-jauh hari untuk persiapannya disaat libur sekolah"! terang Wira. Sudah sekarang Jangan banyak bertanya mending kalian istirahat perjalanan kita masih panjang saya akan berkeliling dulu sebentar"!
Wirapun meninggalkan mereka berempat untuk melihat keadaan sekitar lebih tepatnya mereka sudah mendaki kurang lebih 2 jam dari tempat mereka berpisah dengan yang lain di kaki gunung.
Setelah lama mengamati keadaan sekitar Wira akhirnya kembali dengan membawa banyak ikan bakar di tangannya dan memakannya bersama-sama.
" Sudah kenyangkan? Ayo berdiri kita lanjutkan perjalanan kita,"
" Bagaimana dia bisa menangkap ikan-ikan ini dengan sangat mudah? banyak lagi, Ternyata kau baik juga yah bayi utan"! gumam Senja sambil menyunggingkan senyum cantiknya.
Semuanyapun langsung berkemas kembali dan melakukan perjalanannya karena Wirapun belum terlalu hapal dengan kawasan Gunung Cakra ini jadi dia dan yang lain menggunakan kompas untuk petunjuk arah serta membaca peta lokasi digital agar mengetahui titik kordinat mereka dan yang lain sedang berada dimana.
Nah disinilah titik kerja sama team sangat diperlukan, saling percaya antara satu sama lain dan tentunya saling menjaga antara anggota team. Wirapun sedikit menurunkan egonya kepada senja disaat seperti ini karena menjaga adab kesopanan yang telah Pak umar jelaskan sebelum berangkat tadi.
Senja yang sudah tidak kuat berjalan lagi langsung terduduk dengan lemasnya.
" Senja kamu kenapa? tanya wira hawatir
" Hemm,, saya tidak apa-apa kak mungkin hanya perlu istirahat sebentar"! jawabnya pelan
" Ya sudah! Semuanya kita istirahat lagi disini," Teriak Wira. Lagipula ini sudah sore kalau kita melanjutkan perjalanan akan sangat berbahaya dan kita harus mengumpulkan tenaga lagi untuk mendaki besok mungkin kita sampai disana besok sore dan kita harus berkumpul lagi hari sabtu sore di kaki gunung"! Jelas Wira
" Tumben ini manusia kasian sama gue biasanya juga tega tega aja kalau gue lagi menderita gini"(Batin Senja)
__ADS_1
Semuanyapun bergegas mendirikan tenda dan mencari kayu bakar untuk menyambut malam datang, lebih tepatnya sekarang sudah pukul 4 sore tapi ya memang keadaan di hutan penuh dengan pohon-pohon yang rindang jadi terlihat sangat gelap dan mulai menyeramkan.
Setelah semua persiapan beres merekapun menyalakan api unggun agar ada sedikit penerangan dan mahluk buas tidak akan berani mendekat jika ada api dan asap didekat mereka.
Malampun datang Senja langsung berbaring di tenda yang sudah di dirikan oleh teman-temannya tadi. Wirapun mendekati tenda Senja dan Diva untuk mengecek dan berjaga-jaga.
" Biji karet! Loe yakin gak papa?"
" Iya Gue ok," dengan suara yang mulai bergetar
" Gak mau ikut makan dulu? tuh si adrian sama si agus udah bikin Mie Cup," bujuk Wira
" Nggak! gue gak laper, sana loe pergi makan aja tuh Mie cup gue gak papa ko,"
" Ya udah terserah loe aja," balas Wira datar
Wirapun langsung pergi meninggalkan Senja tanpa tau bahwa Senja sedang menggigil Senja terus saja membalut tubuhnya dengan selimut yang dia bawa dari rumah dan menyembunyikan wajahnya disana.
" Dasar gak peka loe! Eh tapi kenapa juga gue mau di perhatiin dia? Aishh jangan-jangan udah eror nih otak gue," Gumam Senja sambil membuang napasnya kasar
Tidak lama Divapun masuk kedalam tenda "Ja loe nggak papa?" tanya Diva penasaran
" Hemm iya gue oke, sana loe tidur!"
Divapun langsung menurut dan berbaring disamping Senja sedangkan Wira,Adrian dan Agus berjaga diluar secara bergantian.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Tunggu kelanjutannya jangan kemana-mana sertakan jejak dan vote anda.
Annyeong
__ADS_1
사랑해요